Sabtu, 19 Oktober 2024

Pengagungan terhadap ilmu bagian 03


 Silsilah: Pengagungan Terhadap Ilmu

Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A
Transkrip: ilmiyyah.com

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-3 dari Muqaddimah Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah Pengagungan Terhadap Ilmu

Diantara pengagungan terhadap ilmu :

  1. Sabar dalam menuntut ilmu dan menyampaikan ilmu:

Menghafal membutuhkan kesabaran, memahami membutuhkan kesabaran, menghadiri majelis ilmu membutuhkan kesabaran, demikian pula menjaga hak seorang guru membutuhkan kesabaran

Berkata Yahya Ibnu Abi Katsirin

لا يُسْتَطَاعُ العلمَ بِرَاحَةِ الجِسْم

“Tidak didapatkan ilmu dengan badan yang berleha-leha”

Demikian pula menyampaikan dan mengajarakan perlu kesabaran, duduk bersama dengan para penuntut ilmu perlu kesabaran, memahamkan mereka perlu kesabaran, demikian pula menghadapi kesalahan-kesalahan mereka perlu kesabaran.

  1. Memperhatikan adab-adab ilmu

Ilmu yang bermanfaat didapatkan diantaranya dengan memperhatikan adab, dan adab disini mencakup adab terhadap diri dalam pelajaran, adab terhadap guru dan teman dan lain lain.

Orang yang beradab didalam ilmu berarti dia mengagungkan ilmu, maka dia dipandang sebagai seorang yang berhak untuk mendapatkan ilmu tersebut, adapun orang yang tidak beradab, maka dikhawatirkan ilmu akan sia-sia bila disampaikan kepadanya.

Berkata Ibnu Sirrin

كانوا يتعلمون الهَدْيَ كما يتعلمون العلم

“Dahulu mereka mempelajari adab, sebagaimana mereka mempelajari ilmu”

Bahkan sebagian salaf mendahulukan mempelajari adab sebelum mempelajari ilmu dan banyak diantara penuntut ilmu yang tidak mendapatkan ilmu, karena dia menyia-nyiakan adab.

  1. Menjaga ilmu dari apa yang menjelekkannya

Hendaknya seorang penuntut ilmu menjaga wibawanya karena apabila dia melakukan sesuatu yang merusak wibawanya sebagai seorang penuntut ilmu berarti dia telah merendahkan ilmu, seperti terlalu banyak menoleh di jalan, berteman akrab dengan orang-orang fasiq, dan lain-lain.

  1. Memilih teman yang shalih

Seorang penuntut ilmu perlu teman yang membantu untuk mendapatkan ilmu dan bersungguh-sungguh, teman yang tidak baik akan memberi pengaruh yang tidak baik.

Rasulullāh ﷺ bersabda

الرجل على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Seseorang berada di atas agama teman akrabnya, maka hendaklah salah seorang diantara kalian melihat dengan siapa dia berteman akrab” (Hasan, HR Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Demikian yang kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

image_pdfimage_print

Rabu, 21 Agustus 2024

Pengagungan terhadap Ilmu bagian 02


 Silsilah: Pengagungan Terhadap Ilmu

Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A
Transkrip: ilmiyyah.com

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-2 dari Muqaddimah Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah Pengagungan Terhadap Ilmu

Diantara bentuk pengagungan terhadap ilmu yang disebutkan oleh guru kami yang mulia Syaikh Dr. Shalih Ibn Abdillah Ibn Hamid Al ‘Ushaimi Hafidzhahullāh adalah

5. Menempuh Jalan Yang Benar Di Dalam Menuntut Ilmu Agama

Orang yang salah cara didalam menuntut ilmu maka dia tidak akan mendapatkan keinginannya atau mendapatkan sedikit disertai rasa lelah yang sangat.

Dan cara yang benar didalam mempelajari suatu cabang ilmu

– Dengan menghafal sebuah matan kitab yang menyeluruh dan dia mengumpulkan perkara perkara yang rajih (yang dikuatkan) menurut para ulama dibidang tersebut
– Mempelajari ilmu tersebut dari seorang yang ahli yang bisa dijadikan teladan dan dia mampu mengajar

6. Mendahulukan Ilmu Yang Paling Penting, Kemudian Yang Setelahnya dan Setelahnya,

Dan ilmu yang paling penting adalah ilmu yang berkaitan dengan ibadah seseorang kepada Allāh ﷻ, dan ilmu yang paling penting adalah ilmu yang berkaitan dengan ‘ubudiyyah seseorang kepada Allāh ﷻ seperti :

Ilmu Aqidah,
Tata Cara Wudhu,
Tata Cara Shalat,
Dan Lain Lain

7. Bersegera Untuk Mendapatkan Ilmu Dan Memanfaatkan Waktu Muda

karena waktu muda adalah waktu yang emas untuk mempelajari ilmu agama. Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah

العلم في الصغر كالنقش في الحجر

“Menuntut ilmu diwaktu kecil seperti mengukir di batu”

Adapun apabila sudah tua maka kebanyakan manusia akan memiliki banyak kesibukan, pikiran dan memiliki banyak koneksi, kalau dia bisa mengatasi itu semua maka In Syaa Allāh dia akan mendapatkan ilmu.

Para sahabat Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam dahulu mempelajari agama dan mereka sudah berumur.

8. Pelan Pelan Di Dalam Menuntut Ilmu

karena menuntut ilmu tidak bisa dilakukan serta merta sekali jalan tetapi di ambil ilmu secara pelan-pelan dengan memulai kitab-kitab yang ringkas, menghafal dan memahami maknanya, dan jangan kita memulai menuntut ilmu dengan membaca kitab-kitab yang panjang.

Demikian yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Jumat, 26 Juli 2024

Pengagungan terhadap ilmu bagian 01


Silsilah: Pengagungan Terhadap Ilmu 01
 Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A 
Transkrip: ilmiyyah.com 
 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
 الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله
 Halaqah yang pertama dari Muqaddimah Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah adalah tentang Pengagungan Terhadap Ilmu Bagian yang Pertama Telah berkata Guru kami yang mulia Syaikh Dr. Shalih Ibn Abdillah Ibn Hamid Al ‘Ushaimi Hafidzhahullāh didalam muqaddimah kitab beliau Khulashah Ta’dzimil ‘Ilmi, bahwa banyak sedikitnya ilmu seseorang adalah sesuai dengan pengagungan dia terhadap ilmu itu sendiri. Barangsiapa yang hatinya penuh dengan pengagungan terhadap ilmu maka hati tersebut pantas menjadi tempat bagi ilmu tersebut, sebaliknya barangsiapa yang berkurang pengagungannya terhadap ilmu maka akan semakin berkurang bagiannya. 
 Kemudian beliau menyebutkan 20 perkara yang merupakan bentuk pengagungan terhadap ilmu:
 1. Membersihkan Tempat Ilmu Yaitu Hati, Diantara bentuk pengagungan terhadap ilmu adalah membersihkan tempat ilmu, apabila hati kita bersih maka ilmu akan berkenan masuk dan semakin bersih maka semakin menerima ilmu tersebut, dan hal yang mengotori hati dan menjadikan ilmu sulit masuk adalah kotoran syahwat dan kotoran syubhat. 
 2. Mengikhlaskan Niat Diantara bentuk pengagungan terhadap ilmu adalah mengikhlaskan niat karena Allāh ﷻ didalam menuntutnya, sesuai dengan keikhlasan seseorang maka dia akan mendapatkan ilmu dan niat yang ikhlas didalam mencari ilmu adalah apabila niatnya : 
> Mengangkat kebodohan dari diri sendiri > Mengangkat kebodohan dari orang lain
 > Menghidupkan ilmu dan menjaganya supaya tidak punah
 > Mengamalkan ilmu Diantara bentuk pengagungan terhadapa ilmu adalah 3. Mengumpulkan Tekad Untuk Menuntutnya, Meminta Pertolongan Kepada Allāh ﷻ Dan Tidak Merasal Lemah Sebagaimana dalam Hadits احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ “Hendaklah engkau semangat melakukan apa yang bermanfa’at untuk dirimu, dan memohonlah pertolongan kepada Allāh ﷻ dan janganlah engkau merasa lemah” (HR Muslim) Dahulu Imam Ahmad Bin Hanbal terkadang ingin keluar dari rumahnya untuk menghadiri majelis ilmu gurunya sebelum datang waktu shubuh dan sebagian mereka membaca Shahih Al Bukhari kepada gurunya dalam 3 majelis atau 3 pertemuan. Ini semua menunjukkan bagaimana semangat dan tekad para pendahulu kita didalam menuntut ilmu. Diantara bentuk pengagungan terhadapa ilmu adalah 
 4. Memusatkan Semangat Untuk Mempelajari Al-Quran dan Al-Hadits, karena inilah asal dari ilmu itu sendiri Demikian yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته image_pdfimage_print