Kamis, 29 Mei 2025

Halaqah – 13 Tanda-tanda Hari Kiamat Yang Belum Terjadi

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 13 Tanda-tanda Hari Kiamat Yang Belum Terjadi

Halaqah – 13 Tanda-tanda Hari Kiamat Yang Belum Terjadi

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-13 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Tanda-Tanda Dekatnya Hari Kiamat Yang Belum Terjadi”
Di antaranya adalah keluarnya Imam Mahdi. Rasulullah ﷺ bersabda :

لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ يَوْمٌ – قَالَ زَائِدَةُ فِى حَدِيْثِهِ – لَطَوَّلَ اللهُ ذَلِكَ اليَوْمَ ثُمَّ اتَّفَقُوا حَتىَّ يَبْعَثَ فِيْهِ رَجُلاً مِنِّي – أَوْ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيْهِ اسْمَ أَبِى. زَادَ فِي حَدِيْثِ فِطْرٍ: يَمْلأُ اْلأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا

Seandainya tidak tersisa dunia ini kecuali satu hari saja niscaya Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى akan memanjangkan hari tersebut sehingga Allah mengutus seseorang yang berasal dari keluargaku yang namanya sama dengan namaku dan nama bapaknya sama dengan nama bapakku. Dia akan memenuhi bumi dengan keadilan setelah sebelumnya dipenuhi dengan kedzoliman (Hadits hasan shahih riwayat Abu Dawud)
Dalam hadits yang lain beliau ﷺ mengatakan :

الْمَهْدِيُّ مِنِّي، أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى اْلأَنْفِ، يَمْلَأُ اْلأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِيْنَ

Al-Mahdi adalah dari keluargaku. Luas dahinya, mancung hidungnya, akan memenuhi bumi dengan keadilan setelah bumi ini penuh dengan kedzoliman dan akan berkuasa selama tujuh tahun (Hadits hasan shahih riwayat Abu Dawud)
Dan hadits-hadits yang shahih tentang keluarnya Iman Mahdi mutawatir diriwayatkan oleh 26 sahabat Nabi ﷺ

Kewajiban seorang muslim adalah beriman dengan seyakin-yakinnya dengan keluarnya Imam Mahdi tersebut, sebagaimana disifatkan didalam hadits-hadits yang shahih. Dan waspadalah dengan orang-orang yang mengaku sebagai Imam Mahdi atau diyakini pengkutnya sebagai Imam Mahdi. Imam Mahdi bukanlah yang sembunyi di gua selama lebih dari 1000 tahun. Beliau akan muncul kelak sebelum datangnya Dajjal dan sebelum turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam. Beliau adalah imam yang shaleh yang muncul di tengah-tengah manusia, menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar.

itulah yang bisa disampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah – 12 Tanda-tanda Hari Kiamat Yang Sudah Terjadi Dan Sedang Terjadi

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 12 Tanda-tanda Hari Kiamat Yang Sudah Terjadi Dan Sedang Terjadi

Halaqah – 12 Tanda-tanda Hari Kiamat Yang Sudah Terjadi Dan Sedang Terjadi

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-12 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Tanda-tanda Hari Kiamat Yang Sudah Terjadi Dan Sedang Terjadi”
Di antaranya :

Yang pertama

adalah keluarnya nabi-nabi palsu setelah Nabi Muhammad ﷺ Rasulullah ﷺ bersabda :
Tidak akan datang hari kiamat sampai datang para pendusta mendekati tiga puluh orang. Semuanya mengaku sebagai utusan Allah (HR. Bukhari dan Muslim)
Sebagian ulama mengatakan yang dimaksud dengan nabi-nabi palsu di dalam hadits ini adalah orang-orang yang mengaku menjadi nabi setelah Rasulullah ﷺ dan mereka memiliki banyak pengikut. Seperti Musailamah Al-Kadzdzab, Al-Aswad Al-Amsi, Muhtar Ats-Tsaqafi dan lain-lain. Adapun orang yang mengaku sebagai nabi dan diikuti oleh segelintir manusia, maka ini banyak dan lebih dari tiga puluh orang.

Yang kedua

berlombanya orang-orang yang dahulunya miskin dalam membangun bangunan. Rasulullh ﷺ ketika ditanya oleh Malaikat Jibril tentang sebagian tanda-tanda hari kiamat maka beliau mengatakan:
Engkau akan melihat orang yang dahulunya tidak beralas kaki, tidak berpakaian, orang miskin, penggembala kambing, mereka saling berlomba-lomba dalam meninggikan bangunan (HR. Muslim)
Kemudian di antara tanda-tanda hari kiamat yang sudah terjadi dan sedang terjadi

Yang ketiga

adalah disandarkannya pekerjaan kepada orang yang tidak berhak. Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya
Apabila amanat sudah disia-siakan, maka tunggulah hari kiamat, Beliau ditanya : Yaa Rasulullah, Bagaimana menyia-nyiakan amanat? Maka beliau ﷺ mengatakan Apabila sebuah perkara sudah disandarkan kepada orang yang tidak berhak, maka tunggulah hari kiamat (HR. Bukhari)

Dan betapa banyak di zaman kita, amanat diberikan kepada orang yang tidak berhak.

Kemudian,

Yang keempat

adalah salam hanya untuk orang yang dikenal. Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad :

إن من أشراط الساعة أذا كانت تحية على للمعرفة

Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari kiamat, apabila salam itu hanya diberikan kepada orang yang dikenal (HR. Imam Ahmad)
Petunjuk Nabi ﷺ adalah memberikan salam kepada orang yang dikenal maupun orang yang tidak dikenal. Benar apa yang dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ dan apa yang beliau sampaikan semuanya adalah wahyu dari Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى Hal ini hendaknya menambah keimanan bagi seorang muslim dan hendaknya dia waspada dan mempersiapkan diri sebaik-baiknya menghadapi hari kiamat yang sudah semakin dekat ini.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah – 11 Tanda-tanda Hari Kiamat Yang Sudah Terjadi Dan Telah Berlalu

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 11 Tanda-tanda Hari Kiamat Yang Sudah Terjadi Dan Telah Berlalu

Halaqah – 11 Tanda-tanda Hari Kiamat Yang Sudah Terjadi Dan Telah Berlalu

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-11 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Tanda-tanda Hari Kiamat Yang Sudah Terjadi Dan Telah Berlalu”
Hari kiamat adalah hari akhir dunia ini. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengabarkan bahwa hari tersebut sudah dekat, yaitu apabila dibandingkan dengan umur dunia ini secara keseluruhan. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

ٱقۡتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمۡ وَهُمۡ فِى غَفۡلَةٍ۬ مُّعۡرِضُونَ

Telah dekat perhitungan bagi manusia, sedangkan mereka dalam keadaan lalai lagi berpaling. (Al-Anbiya :1)

Tanda-tanda terjadinya hari kiamat sudah mulai bermunculan. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

فَهَلۡ يَنظُرُونَ إِلَّا ٱلسَّاعَةَ أَن تَأۡتِيَہُم بَغۡتَةً۬‌ۖ فَقَدۡ جَآءَ أَشۡرَاطُهَا‌ۚ

Maka mereka tidaklah menunggu kecuali hari kiamat yang akan datang dengan tiba-tiba maka sungguh telah datang tanda-tandanya. (Muhammad : 18)

Di antara tanda-tanda kiamat yang sudah terjadi dan telah berlalu adalah diutusnya Nabi kita Muhammad ﷺ Beliau ﷺ pernah bersabda :

بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ

Diutusnya aku dan bangkitnya hari kiamat adalah seperti dua jari ini (yaitu jari tengah dan jari telunjuk (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan di antara tanda-tanda hari kiamat yang sudah terjadi dan telah berlalu adalah terbelahnya bulan. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

ٱقۡتَرَبَتِ ٱلسَّاعَةُ وَٱنشَقَّ ٱلۡقَمَرُ

Telah dekat hari kiamat dan telah terbelah bulan. (Al-Qomar : 1)

Dan telah terbelah bulan menjadi dua di zaman Rasulullah ﷺ ketika orang-orang musyrikin di awal dakwah beliau meminta bukti kerasulan beliau ﷺ Kemudian beliau ﷺ mengatakan kepada mereka “Lihatlah, lihatlah!” (HR. Muslim).

Dua tanda di atas sudah terjadi kurang lebih 1400 tahun yang lalu. Tentunya semakin dekatnya hari kiamat hendaklah membuat seorang muslim segera sadar dari kelalaian dia selama ini.

itulah materi yang kami sampaikan pada hari ini dan sampai ketemu kembali pada halaqah yang selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah – 10 Nikmat dan Azab Kubur Bagian 2

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 10 Nikmat dan Azab Kubur Bagian 2

Halaqah – 10 Nikmat dan Azab Kubur Bagian 2

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-10 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Nikmat dan Azab Kubur Bagian yang kedua”

Di dalam hadits Al-Barra’ radhiallahu ‘anhu disebutkan bahwasanya orang yang beriman apabila bisa menjawab fitnah kubur dengan baik akan diberi alas yang berasal dari surga, diberi pakaian dari surga, dibuka pintu menuju surga, sehingga dia diterpa angin surga dan mencium wanginya bau surga dan diluaskan kuburnya sejauh mata memandang. Kemudian ditemani amal shaleh yang selama ini dia lakukan di dunia, yang Allah ﷻ wujudkan berupa seorang yang berwajah bagus, berpakaian indah dan berbau wangi.

Adapun orang yang kafir, maka ketika tidak bisa menjawab fitnah kubur dia akan diberi alas yang berasal dari neraka, pakaian dari neraka, dibuka pintu menuju neraka sehingga dia diterpa angin yang panas dari neraka. Kemudian disempitkan kuburnya, sehingga tulang rusuknya saling bersilangan. Kemudian ditemani dosa-dosa yang selama ini dia lakukan di dunia, yang Allah ﷻ wujudkan berupa seorang yang buruk rupa dan pakaian serta menyengat bau badannya.

Secara umum kemaksiatan adalah sebab azab kubur. Rasulullah ﷺ telah menyebutkan beberapa kemaksiatan yang merupakan sebab azab kubur di antaranya adalah namimah yaitu mengadu domba dan juga tidak menjaga kesucian diri dan juga pakaian dari air kencing. Sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan juga Muslim.

Azab kubur bagi orang yang beriman bisa terhenti dan terputus dengan sebab tertentu di antaranya adalah doa orang yang berziarah. Menghindari kemaksiatan dan bertaubat dari kemaksiatan adalah cara untuk selamat dari azab kubur. Doa sebelum salam yang diajarkan Rasulullah ﷺ hendaknya jangan diremehkan, meskipun hukumnya sunnah.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksa neraka Jahanam, dan siksaan kubur, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan kita memohon kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى semoga melindungi kita semua dari azab kubur.

itulah materi yang kami sampaikan pada hari ini dan sampai ketemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah – 09 Nikmat dan Azab Kubur Bagian 1

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 09 Nikmat dan Azab Kubur Bagian 1

Halaqah – 09 Nikmat dan Azab Kubur Bagian 1

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-9 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Ni’mat dan Azab Kubur Bagian Yang Pertama”

Diantara beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan adanya azab dan nikmat kubur. Kewajiban seorang mukmin adalah beriman meskipun belum atau tidak mengetahui hakekat caranya. Kata kubur di sini adalah kebanyakan atau keumuman dan bukan merupakan pembatasan. Artinya seseorang akan tetap mendapatkan azab atau nikmat kubur kalau memang dia berhak meskipun dia mati dalam keadaan tenggelam atau terbakar sehingga menjadi abu atau dimakan binatang buas atau yang lain. Tentunya dengan cara yang Allah ﷻ ketahui.

Dalil adanya azab kubur di dalam Al-Qur’an di antaranya adalah firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى tentang orang-orang munafiqin

ۚ سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَىٰ عَذَابٍ عَظِيم

“Kami akan mengazab mereka dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.” (At-Taubah : 101)

Al-Imam Ath-Thabari rahimahullah berkata di dalam tafsirnya, azab yang pertama adalah di dunia dan azab yang kedua adalah di kubur. Di dalam hadits Albarra’ ibnu ‘Azib radhiallahu ‘anhu yang panjang yang menceritakan tentang fitnah, nikmat dan azab kubur, Rasulullah ﷺ bersabda :

إسْتَعِيذو بِاللهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

Hendaklah kalian berlindung kepada Allah dari azab kubur (Hadits shahih riwayat Abu Dawud dan juga yg lain)

Hadits-hadits tentang azab kubur termasuk mutawatir menurut para ‘ulama.

itulah halaqah yang kita sampaikan hari ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah – 08 Fitnah Kubur

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 08 Fitnah Kubur

Halaqah – 08 Fitnah Kubur

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-8 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Fitnah Kubur”

Di antara beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan adanya fitnah kubur. Fitnah secara bahasa artinya adalah ujian. Fitnah kubur adalah tiga pertanyaan yang akan diajukan oleh malaikat Munkar dan Nakir kepada mayit baik seorang mukmin, kafir maupun munafiq. Ditanya tentang siapa Rabb-nya? Siapa Nabi-nya? Dan apa agamanya?

Suatu hari Rasulullah ﷺ pernah menguburkan mayat bersama para sahabat. Kemudian beliau ﷺ berkata kepada mereka :

اسْتَغْفِرُوا ؛ لِأَخِيكُمْ وَاسْأَلُوا لَهُ التَّثْبِيتَ ، فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ

Hendaklah kalian memohon ampun untuk saudara kalian dan mintalah untuknya ketetapan hati karena sesungguhnya dia sekarang sedang ditanya (Hadits Shahih Riwayat Abu Daud)

Yang akan menjawab pertanyaan dengan baik adalah orang yang Allah tetapkan hatinya. Yang dia dahulu di dunia mengenal Allah ﷻ, mengenal Rasul-Nya dan juga mengenal agama islam. Kewajiban seorang muslim adalah bersungguh-sungguh mempersiapkan jawaban yang benar untuk menghadapi ujian yang soal-soalnya sudah dibocorkan ini. Dan penjelasan tentang mengenal Allah ﷻ, Rasulullah ﷺ dan agama islam telah kita sebutkan di dalam silsilah ilmiyyah nomor 2, 3, 4

Ada beberapa orang yang mereka kelak tidak akan menghadapi fitnah kubur. Di antaranya adalah para syuhada yaitu orang-orang yang meninggal di dalam peperangan di jalan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ : “Yaa Rasulullah, mengapa orang-orang yang beriman diuji di dalam kubur mereka kecuali orang yang syahid?” Maka Rasulullah ﷺ menjawab :

كَفَى بِبَارِقَةِ السُّيُوْفِ عَلَى رَأْسِهِ فِتْنُةً

Cukuplah kilatan pedang di atas kepalanya sebagai ujian (Hadits Shahih Riwayat An-Nasa’i).
Di antara mereka adalah orang yang meninggal di hari jumat atau malam jumat. Rasulullah ﷺ bersabda :

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari jumat atau malam jumat kecuali Allah ﷻ akan menjaganya dari fitnah kubur (Hadits Hasan Riwayat Tirmidzi)
Kita memohon kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menetapkan hati kita dan orang-orang yang kita cintai di dalam menghadapi fitnah kubur.

itulah yang bisa disampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah – 07 Kematian

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 07 Kematian

Halaqah – 07 Kematian

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-7 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Kematian”
Kematian adalah keluarnya nyawa seseorang dari jasadnya. Kematian adalah ciptaan Allah ﷻ untuk menguji siapa diantara kita yang paling baik amalannya. dia adalah sunnatullah bagi setiap jiwa, bagaimanapun dia berusaha untuk lari dari kematian tersebut. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman :

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ

“Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian,” (Ali Imran : 185)

Seseorang tidak mengetahui kapan dan dimana dia akan meninggal. Dan apabila datang, maka kematian tersebut tidak bisa diundurkan. Sering mengingat mati adalah perkara yang diperintahkan oleh Nabi ﷺ Diharapkan dengan mengingat mati seseorang lebih khusuk di dalam beribadah, bersegera bertaubat dan tidak lalai atas kenikmatan dunia yang fana ini. Rasulullah ﷺ bersabda :

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ

Hendaklah kalian memperbanyak mengingat sesuatu yang memutus semua kelezatan (HR. Tirmidzi, An Nasai, Ibnu Majah, berkata Syaikh Albani: Hasan Shahih)

Harapan setiap muslim adalah meninggal dalam keadaan husnul khatimah, yaitu meninggal dalam keadaan taat kepada Allah ﷻ. Caranya adalah dengan berdo’a dan menjaga ketaatan kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى selama hidupnya.

Di dalam sebuah hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى apabila menghendaki kebaikan bagi seorang hamba maka akan diberikan taufik untuk beramal shalih sebelum ia meninggal dunia.

Dan diantara amal shalih tersebut adalah mengucapkan Laa ilaaha illallah. Rasulullah ﷺ bersabda :

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Barangsiapa ucapan terakhirnya adalah kalimat Laa ilaaha illallah maka dia akan masuk ke dalam surga. (Hadits Shahih Riwayat Abu Daud)

Kecanduan melakukan dosa, baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi tanpa diiringi dengan taubat dikhawatirkan akan menjadi sebab su-ul khatimah. Semoga Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى membersihkan hati kita dari ketergantungan dengan dosa.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah – 06 Penghapus Dosa

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 06 Penghapus Dosa

Halaqah – 06 Penghapus Dosa

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang keenam dari silsilah beriman kepada hari akhir, adalah tentang penghapus dosa.

Setiap anak Ādam pasti memiliki dosa, oleh karena itu seorang muslim hendaknya mengetahui perkara-perkara yang bisa menghapus dosa tersebut supaya dia keluar dari dunia ini dalam keadaan sebersih mungkin dari dosa.

Empat perkara yang apabila diamalkan bisa menghapus dosa seseorang:

⑴ Taubat nashuhā

Allāh berfirman :

يَا أَيُهَا الَذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُكُمْ أَنْ يُكَفِرَ عَنْكُمْ سَيِئَاتِكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kalian kepada Allāh dengan taubat nashuhā. Semoga Rabb kalian menghapus dosa-dosa kalian. ” (QS At-Tahrim:8)

Taubat yang nashuhā adalah taubat yang terpenuhi 3 syarat:

① Penyesalan yang mendalam
② Meninggalkan kemaksiatan tersebut
③ Bertekad kuat untuk tidak melakukannya di masa yang akan datang

⇒ Apabila dosa tersebut berkaitan dengan hak orang lain maka hendaklah segera menunaikan hak tersebut dan segera minta dihalalkan.

⇒ Apabila berupa harta, maka segera dikembalikan hartanya.

⇒ Apabila berupa kehormatan maka hendaklah segera meminta maaf.

⑵ Memperbanyak memohon maghfirah dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Dan makna memohon maghfirah, adalah:

√ Memohon supaya ditutupi dosanya dari manusia
√ Memohon supaya dosa-dosa tersebut supaya dihapus oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla sehingga tidak diadzab dengan dosa yang sudah dilakukan.

Rasūlullāh Shalallāhu ‘alayihi wa sallam bersabda:

وَاللَهِ إِنِى لأَسْتَغْفِرُ اللَهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَةً

“Demi Allāh, aku beristighfar kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan bertaubat kepadaNya di dalam sehari lebih dari 70 kali”. (Hadīts riwayat Bukhāri )

⑶ Beramal shālih

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَيِئَاتِۚ

“Sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu akan menghilangkan kejelekan-
kejelekan.” (QS Hud:114)

⑷ Bersabar ketika tertimpa musibah

Rasūlullāh Shalallāhu ‘alayihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ مُصِيبَةٍ تصيب الْمُسْلِمُ إِلَا كُفِرَ بِهَا عَنْهُ حَتَى الشَوْكَةِ يُشَاكُهَا

“Tidaklah ada sebuah musibah yang menimpa seseorang muslim kecuali Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan menghapus dengan musibah tersebut dosanya sampai
apabila dia terkena duri”. (Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim)

Oleh karena itu, janganlah seorang muslim berputus asa bagaimanapun besar dosa
yang dia lakukan.

Perbaikilah amal di sisa umur yang ada.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla, Al-ghafūrur Rahīm mengampuni dan menutupi dosa-dosa kita yang telah lalu.

Itulah yang bisa kita sampaikan.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print