Sabtu, 17 Mei 2025
Halaqah 05 – Taubat Dari Kesyirikan
Halaqah 05 – Taubat Dari Kesyirikan
Silsilah: Belajar Tauhid
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
Transkrip: ilmiyyah.com
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke-5 dari silsilah ilmiyyah belajar Tauhid adalah tentang Taubat Dari Kesyirikan
Orang yang berbuat syirik dan dia meninggal dunia tanpa bertaubat kepada Allah ﷻ, maka dosa syiriknya tidak akan diampuni. Namun, apabila dia bertaubat sebelum meninggal, maka Allah ﷻ akan mengampuni dosanya bagaimanapun besar dosa tersebut. Taubat Nasuha adalah taubat yang terpenuhi di dalamnya tiga syarat:
- Menyesal,
- Meninggalkan perbuatan tersebut,
- Bertekad kuat untuk tidak mengulangi lagi.
Allah ﷻ berfirman:
قُلْ يَاعِبَادِي الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Katakanlah Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri sendiri (dengan berbuat dosa), janganlah berputus asa dari rahmat Allāh. Sesungguhnya Allāh mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Az-Zumar: 53)
Rasulullāh ﷺ bersabda:
إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ
“Sesungguhnya Allāh menerima taubat seorang hamba selama ruh belum sampai ke tenggorokan.”
(HR. Tirmidzi dan Ibnu Mājah, dari Abdullah ibn Umar raḍiyallāhu ʿanhumā dan dihasankan oleh Syaikh al-Albānī raḥimahullāh)
Para sahabat Nabi ﷺ tidak semua lahir dalam keadaan Islam, bahkan banyak di antara mereka yang masuk Islam ketika sudah besar dan sebelumnya bergelimang dengan kesyirikan. Supaya tidak terjerumus kembali ke dalam kesyirikan maka seseorang harus mempelajari Tauhid dan memahaminya dengan baik, serta mengetahui jenis-jenis kesyirikan sehingga bisa menjauhinya.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
Halaqah 04 – Syirik Membatalkan Amal
Amal
Halaqah 04 – Syirik Membatalkan Amal
Silsilah: Belajar Tauhid
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
Transkrip: ilmiyyah.com
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke-4 dari silsilah ilmiyyah belajar Tauhid adalah tentang Syirik Membatalkan Amal
Pernahkah Anda kehilangan file data berharga, hasil kerja keras Anda selama berhari-hari, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun? Bagaimanakah perasaan Anda saat itu? Sedih bukan! Terkadang seseorang berani membayar jutaan rupiah asal file tersebut kembali.
Saudaraku, syirik adalah dosa besar yang bisa membatalkan amalan seseorang. Allāh ﷻ berfirman:
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ
“Dan sungguh-sungguh telah diwahyukan kepadamu Wahai Muhammad dan orang-orang sebelummu bahwa ‘Apabila kamu berbuat syirik maka sungguh akan batal amalanmu dan jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi.’ Maka sembahlah Allāh saja dan jadilah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.”
(QS. Az-Zumar: 65-66)
Di dalam ayat ini disebutkan, seorang Nabi pun akan batal amalannya apabila dia berbuat syirik. Oleh karena itu, jagalah amalan yang sudah Anda tabung bertahun-tahun. Jangan biarkan amalan tersebut hilang begitu saja hanya karena kejahilan Anda terhadap Tauhid dan juga syirik. Terkadang sebuah perbuatan yang kita anggap biasa bisa menghancurkan amalan sebesar gunung, dan belum tentu ada waktu lagi untuk menabung kembali.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
Halaqah 03 – Bahaya Kesyirikan
Halaqah 03 – Bahaya Kesyirikan
Silsilah: Belajar Tauhid
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A
Transkrip: ilmiyyah.com
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke-3 dari silsilah ilmiyyah belajar Tauhid adalah tentang Bahaya Kesyirikan
Akhil karīm, Tauhid adalah amalan yang paling Allāh ﷻ cintai, sebaliknya syirik (menyekutukan Allāh ﷻ dalam beribadah) adalah amalan yang sangat Allāh ﷻ murkai. Allāh ﷻ memang Maha Pengampun, akan tetapi apabila seseorang meninggal dunia dalam keadaan berbuat syirik besar kepada Allāh ﷻ, maka Allāh ﷻ tidak akan mengampuni dosa syirik tersebut.
Akibatnya dia kekal di dalam Neraka selama-lamanya dan tidak ada harapan baginya untuk masuk ke dalam Surga Allāh ﷻ. Sungguh, ini adalah kerugian yang tidak ada kerugian yang lebih besar daripada kerugian ini.
Allāh ﷻ berfirman:
إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ
“Sesungguhnya Allāh tidak mengampuni dosa syirik, dan masih mengampuni dosa yang lain bagi siapa yang dikehendaki.”
(Surah An-Nisā’: 48)
Allāh ﷻ juga berfirman:
إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
“Sesungguhnya, barang siapa yang menyekutukan Allāh, maka Allāh mengharamkan baginya Surga, dan tempat kembalinya adalah Neraka, dan tidak ada penolong bagi orang-orang yang zhalim.”
(Surah Al-Mā’idah: 72)
Oleh karena itu, hati-hatilah saudaraku terhadap dosa yang satu ini. Terkadang seseorang terjerumus ke dalamnya sedangkan dia tidak menyadarinya. Bentengilah dirimu dengan perisai ilmu agama. Belajarlah dan berdo’alah kepada Allāh ﷻ dengan sejujur-jujurnya. Semoga Allāh ﷻ melindungi kita dan keluarga kita dari perbuatan syirik.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
Halaqah 02 – Syarat Mutlak Masuk Surga
Halaqah 02 – Syarat Mutlak Masuk Surga
Silsilah: Belajar Tauhid
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A
Transkrip: ilmiyyah.com
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke-2 dari silsilah ilmiyyah belajar Tauhid adalah tentang Tauhid Syarat Mutlak Masuk Surga
Saudaraku, orang yang menginginkan kebahagiaan di Surga maka dia harus memiliki modal yang satu ini, yaitu Tauhid. Tidak akan masuk ke dalam Surga kecuali orang-orang yang bertauhid, orang yang bertauhid pasti akan masuk Surga meskipun mungkin sebelumnya dia diadzab terlebih dahulu di dalam Neraka karena dosa-dosa yang pernah dia lakukan di dunia. Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ الله وَرَسُولُهُ، وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَالْجَنَّة حَقٌّ وَالنَّار حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللهُ الجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ
“Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhaq disembah kecuali Allāh, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya, dan bahwasanya ʿĪsā adalah hamba Allāh dan Rasul-Nya, dan kalimat-Nya yang Dia tiupkan kepada Maryam dan ruh dari-Nya, dan dia bersaksi bahwa Surga benar adanya dan Neraka benar adanya, maka Allāh ﷻ akan memasukkan dia ke dalam Surga sesuai dengan apa yang telah diamalkan.”
(HR. Bukhāri dan Muslim)
Dalam hadits yang lain, Nabi ﷺ bersabda:
فَإِنَّ الله قَدْ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا الله يُبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهَ الله
“Maka sesungguhnya Allāh ﷻ telah mengharamkan Neraka bagi orang-orang yang mengatakan ‘Lā ilāha illā Allāh’ (tidak ada sesembahan yang berhaq disembah kecuali Allāh), yang dia mengharap dengan kalimat tersebut Wajah Allāh ﷻ.”
(HR. Bukhāri dan Muslim)
Oleh karena itu tidak heran jika prioritas dakwah para Rasul dan orang-orang yang mengikuti mereka adalah Tauhid. Ini menunjukkan kepada kita bahwasanya modal utama untuk mendapatkan Surga Allāh ﷻ adalah dengan bertauhid.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته


