Senin, 19 Mei 2025

Halaqah 07 – Termasuk Syirik Memakai Jimat

  Memakai Jimat

Halaqah 07 – Termasuk Syirik Memakai Jimat

Silsilah: Belajar Tauhid
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
Transkrip: ilmiyyah.com

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-7 dari silsilah ilmiyyah belajar Tauhid adalah tentang Termasuk Syirik Memakai Jimat

Saudaraku, Allāh ﷻ adalah Dzat yang memberikan manfaat dan mudharat. Kalau Allāh ﷻ menghendaki untuk memberikan manfaat kepada seseorang, maka tidak akan ada yang bisa mencegahnya.

Demikian pula sebaliknya, ketika Allāh ﷻ menghendaki untuk menimpakan musibah kepada seseorang, maka tidak akan ada yang bisa menolaknya.

Keyakinan tersebut melazimkan kita sebagai seorang Muslim untuk hanya bergantung kepada Allāh ﷻ semata dan merasa cukup dengan Allāh ﷻ di dalam usaha mendapatkan manfaat dan menghindari mudharat. Seperti dalam mencari rezeki, mencari keselamatan, kesembuhan dari penyakit, dan lain-lain.

Serta tidak bergantung sekali-kali kepada benda-benda yang dikeramatkan, seperti: jimat, wafaq, susuk, dan yang sejenisnya. Rasulullāh ﷺ bersabda:

مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ

“Barang siapa yang menggantungkan tamimah (jimat dan semisalnya) maka sungguh dia telah berbuat syirik.” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani raḥimahullāh)

Apabila seseorang meyakini bahwa barang tersebut adalah sebab saja, maka hal itu termasuk syirik kecil. Karena dia telah menjadikan sesuatu yang bukan sebab sebagai sebab, padahal yang berhak menentukan sesuatu sebagai sebab atau tidak adalah Dzat yang menciptakannya, yaitu Allāh ﷻ.

Perlu diketahui bahwa dosa syirik kecil tidak bisa disepelekan karena dosa syirik kecil tetap lebih besar daripada dosa-dosa besar seperti dosa zina, dosa membunuh, dan lain-lain.

Kemudian apabila seseorang meyakini bahwa barang tersebut dengan sendirinya memberikan manfaat dan memberikan mudharat, maka hal itu termasuk syirik besar yang bisa mengeluarkan seseorang dari Islam.

Semoga Allāh ﷻ memudahkan kita dan juga saudara-saudara kita untuk meninggalkan perbuatan syirik yang sudah tersebar ini dan menjadikan ketergantungan hati kita dan mereka hanya kepada Allāh ﷻ.

حسبنا لله ونعم الوكيل

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print


Sabtu, 17 Mei 2025

Halaqah 06 – Apa Itu Tauhid


Halaqah 06 – Apa Itu Tauhid

Silsilah: Belajar Tauhid
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
Transkrip: ilmiyyah.com

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-6 dari silsilah ilmiyyah belajar Tauhid adalah tentang Apa Itu Tauhid

Saudara sekalian, semoga Allah ﷻ memberikan pemahaman kepada kita semua. Sebelum jauh melangkah dalam silsilah ini, tentunya kita harus benar-benar memahami apa makna Tauhid yang wajib kita pelajari dan kita amalkan.

Tauhid secara bahasa adalah mengesakan. Secara istilah, Tauhid adalah mengesakan Allah ﷻ dalam beribadah. Seseorang tidak dinamakan bertauhid sehingga dia meninggalkan peribadatan kepada selain Allah ﷻ, seperti:

  • Berdoa kepada selain Allah ﷻ
  • Bernadzar untuk selain Allah ﷻ
  • Menyembelih untuk selain Allah ﷻ, dan lain-lain.

Apabila seseorang beribadah kepada Allah ﷻ dan menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allah ﷻ, siapapun dia, baik kepada seorang Nabi, Malaikat, atau selainnya, maka inilah yang dinamakan dengan syirik (menyekutukan Allah ﷻ dalam beribadah). Allah ﷻ berfirman:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِى بَرَآءٌ مِّمَّأ تَعْبُدُونَ إِلاَّ الَّذِي فَطَرَنِي

“Dan ingatlah ketika Ibrāhīm berkata kepada bapaknya dan kaumnya, ‘Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah kecuali Dzat yang telah menciptakanku.’” (QS. Az-Zukhruf: 26-27)

Rasulullāh ﷺ bersabda:

ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﻛَﻔَﺮَ ﺑِﻤَﺎ ﻳُﻌْﺒَﺪُ ﻣِﻦْ ﺩُﻭْﻥِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺣَﺮُﻡَ ﻣَﺎﻟُﻪُ ﻭَﺩَﻣُﻪُ ﻭَﺣِﺴَﺎﺑُﻪُ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﻠﻪِ

“Barang siapa yang mengatakan ‘لا اله الا الله’ dan mengingkari segala sesuatu yang disembah selain Allah ﷻ, maka haram harta dan darahnya (tidak boleh diganggu) dan perhitungannya (hisabnya) atas Allah ﷻ.” (HR. Muslim)

Oleh karena itu, rukun kalimat Tauhid ‘لا اله الا الله’ ada dua:

  1. Nafi (pengingkaran) pada kalimat ‘لا اله’ artinya: tidak ada tuhan yang berhak disembah. Ini adalah kalimat pengingkaran yakni mengingkari tuhan-tuhan selain Allah ﷻ.
  2. Itsbat (penetapan) pada kalimat ‘الا لله’ artinya (kecuali Allah ﷻ). Ini adalah kalimat penetapan yakni menetapkan Allah ﷻ sebagai satu-satunya sesembahan.

Wallahul muwaffiq

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print

Tafsir Shalat


Tafsir Shalat ANB chanel





Halaqah 05 – Taubat Dari Kesyirikan

 

Halaqah 05 – Taubat Dari Kesyirikan

Silsilah: Belajar Tauhid
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
Transkrip: ilmiyyah.com

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-5 dari silsilah ilmiyyah belajar Tauhid adalah tentang Taubat Dari Kesyirikan

Orang yang berbuat syirik dan dia meninggal dunia tanpa bertaubat kepada Allah ﷻ, maka dosa syiriknya tidak akan diampuni. Namun, apabila dia bertaubat sebelum meninggal, maka Allah ﷻ akan mengampuni dosanya bagaimanapun besar dosa tersebut. Taubat Nasuha adalah taubat yang terpenuhi di dalamnya tiga syarat:

  1. Menyesal,
  2. Meninggalkan perbuatan tersebut,
  3. Bertekad kuat untuk tidak mengulangi lagi.

Allah ﷻ berfirman:

قُلْ يَاعِبَادِي الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri sendiri (dengan berbuat dosa), janganlah berputus asa dari rahmat Allāh. Sesungguhnya Allāh mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Az-Zumar: 53)

Rasulullāh ﷺ bersabda:

إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ

“Sesungguhnya Allāh menerima taubat seorang hamba selama ruh belum sampai ke tenggorokan.”
(HR. Tirmidzi dan Ibnu Mājah, dari Abdullah ibn Umar raḍiyallāhu ʿanhumā dan dihasankan oleh Syaikh al-Albānī raḥimahullāh)

Para sahabat Nabi ﷺ tidak semua lahir dalam keadaan Islam, bahkan banyak di antara mereka yang masuk Islam ketika sudah besar dan sebelumnya bergelimang dengan kesyirikan. Supaya tidak terjerumus kembali ke dalam kesyirikan maka seseorang harus mempelajari Tauhid dan memahaminya dengan baik, serta mengetahui jenis-jenis kesyirikan sehingga bisa menjauhinya.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print

Halaqah 04 – Syirik Membatalkan Amal

  Amal

Halaqah 04 – Syirik Membatalkan Amal

Silsilah: Belajar Tauhid
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
Transkrip: ilmiyyah.com

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-4 dari silsilah ilmiyyah belajar Tauhid adalah tentang Syirik Membatalkan Amal

Pernahkah Anda kehilangan file data berharga, hasil kerja keras Anda selama berhari-hari, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun? Bagaimanakah perasaan Anda saat itu? Sedih bukan! Terkadang seseorang berani membayar jutaan rupiah asal file tersebut kembali.

Saudaraku, syirik adalah dosa besar yang bisa membatalkan amalan seseorang. Allāh ﷻ berfirman:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ

“Dan sungguh-sungguh telah diwahyukan kepadamu Wahai Muhammad dan orang-orang sebelummu bahwa ‘Apabila kamu berbuat syirik maka sungguh akan batal amalanmu dan jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi.’ Maka sembahlah Allāh saja dan jadilah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.”
(QS. Az-Zumar: 65-66)

Di dalam ayat ini disebutkan, seorang Nabi pun akan batal amalannya apabila dia berbuat syirik. Oleh karena itu, jagalah amalan yang sudah Anda tabung bertahun-tahun. Jangan biarkan amalan tersebut hilang begitu saja hanya karena kejahilan Anda terhadap Tauhid dan juga syirik. Terkadang sebuah perbuatan yang kita anggap biasa bisa menghancurkan amalan sebesar gunung, dan belum tentu ada waktu lagi untuk menabung kembali.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print