Kamis, 22 Mei 2025

Halaqah – 04 Mengenal Allah ﷻ Sebagai Pengatur Alam Semesta

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Mengenal Allah ﷻ > Halaqah – 04 Mengenal Allah ﷻ Sebagai Pengatur Alam Semesta

Halaqah – 04 Mengenal Allah ﷻ Sebagai Pengatur Alam Semesta

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Mengenal Allah ﷻ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-4; Mengenal Allāh ﷻ Sebagai Pengatur Alam Semesta.

Dialah Allāh ﷻ yang:

• Mengatur alam semesta ini.
• Mematikan makhluk dan menghidupkan.
• Memuliakan makhluk dan menghinakan.
• Mengganti siang menjadi malam, malam menjadi siang.
• Menerbitkan matahari dan menenggelamkan.

Allāh ﷻ berfirman:

ﻳُﺪَﺑِّﺮُ ﭐﻟۡﺄَﻣۡﺮَۖ

“Dialah Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang mengatur seluruh perkara.” (QS As-Sajdah: 5)

Tidak ada yang mengatur selain Allāh ﷻ, Dialah Allāh ﷻ yang menerbitkan matahari dari timur. Dan siapa selain Allāh ﷻ yang bisa menerbitkan matahari dari barat?

Nabi Ibrāhīm ‘alayhissalām berkata kepada salah seorang, yang dia mengaku menjadi Tuhan selain Allāh ﷻ, beliau berkata:

“Sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah menerbitkan matahari dari timur, maka silahkan engkau kalau engkau memang Tuhan, terbitkan matahari dari barat. Maka orang kafir tersebut tidak bisa berbuat apa-apa.”

Allāh ﷻ yang menjadikan siang. Dan siapa yang mengganti siang menjadi malam selain Allāh?

Tidak ada yang mengatur alam semesta kecuali Allāh ﷻ dan tidak ada sesembahan selain Allāh ﷻ yang membantu Allāh ﷻ untuk mengatur alam semesta ini.

Oleh karena itu, seorang Muslim tidak boleh meyakini bahwasanya ada selain Allāh ﷻ yang mencipta, memberikan rizki dan juga mengatur alam semesta, siapapun dia dan bagaimanapun kedudukannya di sisi Allāh ﷻ.

Barangsiapa yang berkeyakinan bahwasanya ada selain Allāh ﷻ yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta maka dia telah menyekutukan Allāh ﷻ

Itulah yang bisa kita sampaikan dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print

Halaqah 03 – Mengenal Allah ﷻ Sebagai Pemberi Rezeki

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Mengenal Allah ﷻ > Halaqah 03 – Mengenal Allah ﷻ Sebagai Pemberi Rezeki

Halaqah 03 – Mengenal Allah ﷻ Sebagai Pemberi Rezeki

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Mengenal Allah ﷻ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-3 dari Silsilah Mengenal Allāh ﷻ berjudul “Mengenal Allāh ﷻ Sebagai Pemberi Rezeki”.

Di antara nama Allāh ﷻ adalah Ar Razzāq yang artinya Yang Maha Memberi Rezeki.

Allāh ﷻ menciptakan makhluk dan memberikan rezeki kepada mereka. Bahkan Allāh ﷻ telah menulis rezeki makhluk-Nya sebelum Allāh ﷻ menciptakan mereka. Rasūlullāh ﷺ bersabda :

كتب الله مقادير الخلائق قبل أن يخلق السموات والأرض بخمسين ألف سنة

“Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah menentukan (telah menulis) takdir bagi makhluk-makhlukNya 50.000 tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.” (HR Muslim, Tirmidzi dan Ahmad)

Allāh ﷻ menciptakan rezeki tersebut dan menyampaikannya kepada makhluk sesuai dengan waktu yang sudah Allāh ﷻ tentukan sebelumnya.

Dan tidak akan meninggal seseorang sampai dia mendapatkan rezeki yang terakhir, meskipun rezeki tersebut ada di puncak gunung atau bahkan ada di bawah lautan. Allāh ﷻ berfirman :

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

“Tidak ada suatu binatang yang melata yang ada di permukaan bumi ini melainkan Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang akan memberikan rezekinya.” (QS Hūd: 6)

Siapa sesembahan selain Allāh ﷻ yang bisa melakukan yang demikian?

Adakah selain Allāh ﷻ sesembahan yang bisa memberi makan sekali saja untuk seluruh makhluk yang ada di bumi ini mulai dari manusia, jin, hewan dan juga tumbuhan?

Allāh ﷻ berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ

“Wahai manusia, hendaklah kalian mengingat nikmat Allāh atas kalian. Adakah yang mencipta selain Allāh, yang memberikan rizki kepada kalian dari langit maupun dari bumi? Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia. Oleh karena itu kenapa kalian dipalingkan? (QS Fāthir: 3)

Itulah halaqah yang ke-3 dan sampai bertemu kembali pada halaqah yang selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print

Halaqah – 02 Mengenal Allāh ﷻ Sebagai Pencipta

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Mengenal Allah ﷻ > Halaqah – 02 Mengenal Allāh ﷻ Sebagai Pencipta

Halaqah – 02 Mengenal Allāh ﷻ Sebagai Pencipta

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Mengenal Allah ﷻ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-2 dari Silsilah ‘ilmiyah Mengenal Allāh ﷻ adalah “Mengenal Allāh ﷻ Sebagai Pencipta”.

Allāh ﷻ adalah Dzat Yang Maha Pencipta, menciptakan dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada.

Dia-lah Allāh ﷻ yang telah menciptakan langit, bumi, manusia dan seluruh alam semesta. Allāh ﷻ berfirman :

ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ

“Itu adalah Allāh Rabb kalian yang telah menciptakan segala sesuatu.” (QS Ghāfir: 62)

Dialah Allāh Al-Khāliq Yang Maha Pencipta, sedangkan selain Allah adalah makhluq yang diciptakan. Mereka tidak bisa mencipta meskipun diagung-agungkan dan disembah oleh manusia. Allāh ﷻ berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ ۚ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ الله لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ ۖ.

“Wahai manusia, telah dibuat perumpamaan bagi kalian maka hendaklah kalian mendengarnya. Sesungguhnya segala sesembahan yang kalian sembah selain Allāh, tidak akan bisa menciptakan seekor lalat, meskipun mereka bersatu padu untuk membuat seekor lalat tersebut.” (QS Al-Hajj: 73)

⇒ Berkumpul dan bekerja sama saja mereka tidak mampu untuk mencipta, (lalu) bagaimana mencipta sendirian?
⇒ Menciptakan seekor lalat yang sedemikian sederhana susunan tubuhnya, mereka tidak mampu maka bagaimana mereka menciptakan makhluq yang lebih rumit.

Seorang Muslim wajib meyakini bahwasanya Allāh ﷻ adalah satu-satunya Pencipta dan tidak ada yang mencipta selain Allāh ﷻ. Barangsiapa yang meyakini ada yang mencipta selain Allāh ﷻ maka sungguh telah melakukan syirik besar.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah 01 – Pentingnya Mengenal Allah ﷻ, Rasulullah ﷺ dan Agama Islam

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Mengenal Allah ﷻ > Halaqah 01 – Pentingnya Mengenal Allah ﷻ, Rasulullah ﷺ dan Agama Islam

Halaqah 01 – Pentingnya Mengenal Allah ﷻ, Rasulullah ﷺ dan Agama Islam

Silsilah: Mengenal Allah ﷻ
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang pertama dari Silsilah yang berjudul “Mengenal Allāh ﷻ”.

Al-Imām Ahmad rahimahullāh telah mengeluarkan di dalam Musnad-nya sebuah hadits yang asalnya ada di dalam Shahīh Muslim, yang isinya bahwa:

◆ Setiap manusia apabila dikuburkan maka akan ditanya oleh 2 orang malaikat tentang 3 perkara :

⑴ Siapa Tuhanmu?
⑵ Siapa Nabimu? dan
⑶ Apa Agamamu?

Oleh karena itu kewajiban seorang Muslim dan juga Muslimah untuk mempersiapkan diri. Dan perlu diketahui bahwasanya untuk menjawab pertanyaan tersebut tidak cukup dengan menghafal. Sebab seandainya menghafal itu cukup niscaya orang munafik bisa menjawab pertanyaan.

Tapi perkaranya di sini, kaum muslimin perlu pemahaman dan juga pengamalan. Barangsiapa yang di dunia, dia :

1. Mengenal Allāh ﷻ dan memenuhi hakNya,
2. Mengenal Nabi Muhammad ﷺ dan memenuhi haknya,
3. Mengenal agama Islam dan mengamalkan isinya,

Maka diharapkan dia bisa menjawab pertanyaan dengan baik dan mendapatkan kenikmatan di dalam kuburnya. Namun apabila dia :

1. Tidak mengenal siapa Allāh ﷻ dan tidak memenuhi hakNya,
2. Tidak mengenal Nabi Muhammad ﷺ dan juga tidak memenuhi haknya,
3. Tidak atau kurang mengenal ajaran Islam dan tidak mengamalkannya,

Maka ditakutkan dia tidak bisa menjawab pertanyaan (dan) akibatnya siksa kubur yang akan dia dapatkan. Semoga Allāh ﷻ memudahkan kita, keluarga kita dan orang-orang yang kita cintai untuk bisa mengenal Allāh ﷻ, mengenal Nabi Muhammad ﷺ dan juga mengenal agamanya.

Itulah halaqah yang pertama dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print

TIGA LANDASAN UTAMA

TIGA LANDASAN UTAMA



Oleh

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab


Akhi (Saudaraku).

Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anda.


Ketahuilah, bahwa wajib bagi kita untuk mendalami empat masalah, yaitu :


Ilmu, ialah  :

Mengenal Allah.

Mengenal Nabi-Nya dan

Mengenal agama Islam berdasarkan dalil-dalil.

Amal, ialah menerapkan ilmu ini.

Da’wah, ialah mengajak orang lain kepada ilmu ini.

Sabar, ialah tabah dan tangguh menghadapi segala rintangan dalam menuntut ilmu, mengamalkannya dan berda’wah kepadanya.

Dalilnya, firman Allah Ta’ala.


وَالْعَصْرِ﴿١﴾إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ﴿٢﴾إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ


“Demi masa. Sesungguhnya setiap manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, melakukan segala amal shalih dan saling nasihat-menasihati untuk (menegakkan) yang haq, serta nasehat-menasehati untuk (berlaku) sabar“. [al-‘Ashr/103: 1-3].


Imam Asy-Syafi’i[1] rahimahullah Ta’ala, mengatakan :”Seandainya Allah hanya menurunkan surah ini saja sebagai hujjah buat makhluk-Nya, tanpa hujjah lain, sungguh telah cukup surah ini sebagai hujjah bagi mereka”.


Dan Imam Al-Bukhari[2] rahimahullah Ta’ala, mengatakan :”Bab Ilmu didahulukan sebelum ucapan dan perbuatan”.


Dalilnya firman Allah Ta’ala.


فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ


“Maka ketahuilah, sesungguhnya tiada sesembahan (yang haq) selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu“. [Muhammad/47: 19]


Dalam ayat ini, Allah memerintahkan terlebih dahulu untuk berilmu (berpengetahuan) …. ..” [3] sebelum ucapan dan perbuatan.


Akhi (Saudaraku).

Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anda.


Dan ketahuilah, bahwa wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk mempelajari dan mengamalkan ketiga perkara ini :


Bahwa Allah-lah yang menciptakan kita dan yang memberi rizki kepada kita. Allah tidak membiarkan kita begitu saja dalam kebingungan, tetapi mengutus kepada kita seorang rasul, maka barangsiapa mentaati rasul tersebut pasti akan masuk surga dan barangsiapa menyalahinya pasti akan masuk neraka.

Allah Ta’ala berfirman :


إِنَّا أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُولًا شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ رَسُولًا﴿١٥﴾فَعَصَىٰ فِرْعَوْنُ الرَّسُولَ فَأَخَذْنَاهُ أَخْذًا وَبِيلًا


Baca Juga  Mengenal Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

“Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu seorang rasul yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus kepada Fir’aun seorang rasul, tetapi Fir’aun mendurhakai rasul itu, maka Kami siksa ia dengan siksaan yang berat“. [al-Muzammil /73: 15-16]


Bahwa Allah tidak rela, jika dalam ibadah yang ditujukan kepada-Nya, Dia dipersekutukan dengan sesuatu apapun, baik dengan seorang malaikat yang terdekat atau dengan seorang nabi yang diutus manjadi rasul.

Allah Ta’ala berfirman :


وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا


“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah, karena itu janganlah kamu menyembah seorang-pun di dalamnya disamping (menyembah) Allah“. [al-Jinn/72: 18]


Bahwa barangsiapa yang mentaati Rasulullah serta mentauhidkan Allah, tidak boleh bersahabat dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, sekalipun mereka itu keluarga dekat.

Allah Ta’ala berfirman :


لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ


“Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara, ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah mantapkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya dan mereka akan dimasukkan-Nya ke dalam surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung“. [al-Mujaadalah/58: 22]

Referensi : https://almanhaj.or.id/3985-tiga-landasan-utama.html

Akhi (Saudaraku).
Semoga Allah mebimbing anda untuk taat kepada-Nya.

Ketahuilah, bahwa Islam yang merupakan tuntunan Nabi Ibrahim adalah ibadah kepada Allah semata dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Itulah yang diperintahkan Allah kepada seluruh umat manusia dan hanya itu sebenarnya mereka diciptakan-Nya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca Juga  Mengenal Islam
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah kepada-Ku“. [adz-Dzaariyaat/51 : 56]

Ibadah dalam ayat ini, artinya : Tauhid. Dan perintah Allah yang paling agung adalah Tauhid, yaitu : Memurnikan ibadah untuk Allah semata-mata. Sedang larangan Allah yang paling besar adalah syirik, yaitu : Menyembah selain Allah di samping menyembah-Nya.

Allah Ta’ala berfirman :

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya“. [an-Nisaa/4: 36]

Kemudian, apabila anda ditanya : Apakah tiga landasan utama yang wajib diketahui oleh manusia ? Maka hendaklah anda jawab, yaitu :

Mengenal Tuhan Allah ‘Azza wa Jalla
Mengenal agama Islam
Mengenal Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
[Disalin dari buku Tiga Landasan Utama, Oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, Dicetak dan Disebarkan oleh Kementrian Urusan Islam, Waqaf, Da’wah dan Penyuluhan Urusan Penerbitan dan Penyebaran Kerajaan Arab Saudi]
_______
Footnote
[1] Abu Abdillah Muhammad bin Idris bin Al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi’i Al-Hasyim Al-Quraisy Al-Muthallibi (150-204H – 767-820M) Salah seorang imam empat. Dilahirkan di Gaza (Palestina) dan meninggal di Cairo. Diantara karya ilmiyahnya Al-Umm, Ar-Risalah dan Al-Musnad
[2] Abu ‘Abdillah Miuhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah Al- Bukhari (194-256H – 810-870M) Seorang Ulama ahli Hadits. Untuk mengumpulkan hadits ia telah menempuh perjalanan yang panjang, mengunjungi Khurasan, Irak, Mesir dan Syam. Kitab-kitab yang disusunnya antara lain Al-Jaami Ash-Shahih (yang lebih dikenal dengan Shahih Bukhari), At-Taarikh, Adh-Dhu’afaa, Khalq Af’aal al-Ibaad.
[3] Al-Bukhari dalam Shahih-nya, kitab Al-‘ilm, bab.10

Home/A1. Tiga Landasan Utama/Tiga Landasan Utama
🔍 Cara Mengqadha Zakat Fitrah, Saat Adzan Berkumandang, Istri Lebih Mengutamakan Orang Tuanya, Hadits Sholat

🔗 SSD VPS
Referensi : https://almanhaj.or.id/3985-tiga-landasan-utama.html