Rabu, 28 Mei 2025

Halaqah – 05 Membawa Tata Cara Beribadah Dari Allāh ﷻ

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Mengenal Rasūlullāh ﷺ > Halaqah – 05 Membawa Tata Cara Beribadah Dari Allāh ﷻ

Halaqah – 05 Membawa Tata Cara Beribadah Dari Allāh ﷻ

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Mengenal Rasulullah ﷺ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-5 dari Silsilah Mengenal Rasūlullāh ﷺ adalah “Mengenal Beliau ﷺ Sebagai Utusan Yang Membawa Tata Cara Beribadah Dari Allāh ﷻ”

Allāh ﷻ ketika mengutus seorang Rasūl untuk menyampaikan perintah beribadah, juga mengutus Rasūl tersebut untuk menyampaikan tata cara ibadah tersebut. Rasūlullāh ﷺ,

✓ Membawa perintah shalat dari Allāh ﷻ dan juga membawa tata caranya.
✓ Membawa perintah puasa dari Allāh ﷻ dan juga membawa tata caranya.

Cara ibadah tidak diserahkan kepada akal kita masing-masing atau kepada budaya atau kepada guru kita. Akan tetapi tata cara ibadah adalah dari Allāh ﷻ melalui lisan Rasul-Nya ﷺ

Dan Allāh ﷻ tidak menerima amal ibadah kecuali yang dilakukan sesuai dengan cara yang telah diajarkan oleh Rasūlullāh ﷺ. Beliau ﷺ bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barang siapa yang mengamalkan sebuah amalan yang tidak ada dalilnya dari kami maka amalan tersebut tertolak.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Imām Muslim rahimahullāh)

Barang siapa yang mengaku sebagai pengikut Nabi Muhammad ﷺ, maka hendaklah dia mencukupkan diri dengan ibadah yang sudah Beliau ﷺ ajarkan. Tidak boleh dia membuat ibadah yang baru yang tidak diajarkan oleh Rasūlullāh ﷺ. Dan tidak boleh dia beribadah, kecuali setelah yakin bahwa dalilnya shahīh.

Alhamdulillāh, semua ibadah yang mendekatkan diri kita kepada surga telah Rasūlullāh ﷺ ajarkan. Beliau pernah mengatakan:

مَا بَقِيَ شَيْءٌ يُقَرِّبُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُبَاعِدُ مِنَ النَّارِ إِلاَّ وَ قَدْ بُيِّنَ لَكُمْ

“Tidaklah tersisa sesuatupun yang mendekatkan diri kepada surga dan menjauhkan dari neraka kecuali sudah diterangkan kepada kalian.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Thabrāni di dalam Al Mu’jāmil Kabīr)

Lebih baik seseorang beribadah sedikit tetapi berdasarkan dalil yang shahih, dari pada dia beribadah yang banyak akan tetapi tidak berdasarkan dalil yang shahih. Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah yang ke-5 ini. Dengan demikian, kita sudah menyelesaikan Silsilah Mengenal Rasūlullāh ﷺ.

Dan in syā Allāh kita bertemu kembali pada Silsilah Ilmiyyah berikutnya yang berjudul “Mengenal Agama Islam”.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah – 04 Membawa Berita Dari Allāh ﷻ

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Mengenal Rasūlullāh ﷺ > Halaqah – 04 Membawa Berita Dari Allāh ﷻ

Halaqah – 04 Membawa Berita Dari Allāh ﷻ

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Mengenal Rasulullah ﷺ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-4 dari Silsilah Mengenal Rasūlullāh ﷺ yaitu “Mengenal Beliau ﷺ Sebagai Seorang Rasūl Yang Diantara Tugasnya Adalah Membawa Berita Dari Allāh ﷻ”.

Rasūlullāh ﷺ sebagai seorang utusan, diantara tugasnya adalah membawa berita-berita dari Allāh ﷻ.

✓ Baik berita di masa lalu, seperti: kisah-kisah para Nabi dan umat-umat terdahulu.
✓ Maupun berita di masa yang akan datang, seperti: kejadian setelah mati dan kejadian-kejadian di hari akhir.

Kewajiban kita sebagai seorang yang beriman adalah membenarkan berita-berita tersebut, bila memang dalilnya shahīh. Allāh ﷻ berfirman:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى (٣) إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى (٤

“Dan tidaklah Beliau berbicara dari hawa nafsunya. Tidaklah ucapan Beliau kecuali wahyu yang diwahyukan kepada Beliau.” (QS An-Najm: 3-4)

⇒ Kalau kita benarkan Beliau ﷺ, maka sebenarnya kita telah membenarkan Allāh ﷻ.

⇒ Dan kalau kita dustakan Beliau ﷺ, maka sebenarnya kita telah mendustakan Allāh ﷻ
◆ Akal yang sehat tidak akan bertentangan dengan dalil yang shahīh.

⇒ Apabila dalil yang shahīh sepertinya tidak masuk akal, maka ketahuilah bahwasanya kekurangan ada di dalam akal kita yang memang sangat terbatas, bukan pada dalil.

◆ Rasūlullāh ﷺ dikenal oleh kaumnya sebagai orang yang jujur semenjak sebelum Beliau diutus menjadi nabi.

Tidak pernah Beliau ﷺ sekalipun berdusta;

⇒ baik kepada anak kecil, sebaya maupun kepada orang tua.
⇒ baik ketika bercanda maupun dalam keadaan sungguh-sungguh.

Apabila Beliau ﷺ tidak berani untuk berdusta atas nama Beliau ﷺ dan juga atas nama manusia, maka bagaimana Beliau ﷺ berani berdusta atas nama Allāh ﷻ Rabbul ‘ālamīn?

Itulah yang bisa kita sampaikan dan sampai bertemu kembali pada halaqah yang selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah – 03 Membawa Larangan-larangan Dari Allāh ﷻ

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Mengenal Rasūlullāh ﷺ > Halaqah – 03 Membawa Larangan-larangan Dari Allāh ﷻ

Halaqah – 03 Membawa Larangan-larangan Dari Allāh ﷻ

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Mengenal Rasulullah ﷺ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-3 dari Silsilah Mengenal Rasūlullāh ﷺ adalah “Mengenal Beliau ﷺ Sebagai Seorang Rasūl Yang Diantara Tugasnya Adalah Membawa Larangan-larangan Dari Allāh ﷻ”

Rasūlullāh ﷺ sebagai seorang utusan membawa larangan-larangan dari Allāh ﷻ. Beliau ﷺ sampaikan larangan-larangan tersebut kepada kita semua supaya kita menjauhi. Beliau ﷺ bersabda:

مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ

“Apa yang aku larang maka hendaklah kalian jauhi.” (HR Muslim)

Dan larangan Allāh ﷻ ada 2 macam :

⑴ Haram
⑵ Makruh, yaitu dibenci

■ HARAM

Larangan yang haram apabila dikerjakan maka berdosa, seperti :

• Berzina
• Membunuh tanpa haq
• Riba
• Berdusta
• Ghībah (membicarakan orang lain)
• Sihir
• Perdukunan
• Minum minuman keras
• Dan lain-lain.

■ MAKRUH

Adapun larangan yang makruh, maka apabila dikerjakan perbuatan tersebut dibenci akan tetapi tidak sampai kepada dosa, seperti misalnya :

• Memakan bawang merah & bawang putih dalam keadaan masih mentah
• Makan minum dengan bersandar
• Tidur sebelum shalat ‘Isya
• Dan lain-lain.

Kita sebagai seorang Muslim dan juga Muslimah hendaklah meninggalkan larangan-larangan tersebut. Dan yakin bahwasanya Allāh ﷻ tidaklah melarang sesuatu kecuali di sana ada hikmahnya dan ada kebaikan bagi diri kita. Terkadang kita mengetahui hikmah tersebut dan terkadang kita tidak mengetahuinya.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah yang ke-3 ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Senin, 26 Mei 2025

Halaqah-02 Membawa Perintah Dari Allah ﷻ

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Mengenal Rasūlullāh ﷺ > Halaqah-02 Membawa Perintah Dari Allah ﷻ

Halaqah-02 Membawa Perintah Dari Allah ﷻ

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Mengenal Rasulullah ﷺ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-2 dari Silsilah Mengenal Rasūlullāh ﷺ adalah “Mengenal Beliau Sebagai Seorang Rasul Yang Diantara Tugasnya Adalah Membawa Perintah Dari Allāh ﷻ”.

Rasūlullāh ﷺ sebagai seorang utusan, membawa perintah-perintah dari Allāh ﷻ Beliau ﷺ sampaikan perintah-perintah tersebut kepada kita supaya kita jalankan sesuai kemampuan kita. Beliau ﷺ bersabda:

وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Dan apa saja yang aku perintahkan kepada kalian maka kerjakan sesuai kemampuan kalian”. (HR Muslim)

Dan perintah Allāh ﷻ ada 2 macam:

⑴ Wajib
⑵ Sunnah (dianjurkan)

■ WAJIB : Amalan yang wajib apabila kita tinggalkan maka berdosa, seperti:

• Shalat 5 waktu
• Berpuasa Ramadhān
• Haji bagi yang wajib
• Memakai hijab bagi wanita
• Dan lain-lain.
Maka ini adalah amalan-amalan yang wajib.

■ SUNAH : Adapun amalan yang sunnah apabila tidak dikerjakan seseorang tidak berdosa, seperti:

• Shalat rawatib
• Shalat dhuha
• Puasa Senin dan Kamis
• Puasa Nabi Dāwūd
• Dan juga amalan-amalan sunnah yang lain.
Kita kerjakan perintah-perintah tersebut sesuai dengan kemampuan kita

• Bila kita tidak mampu shalat wajib dengan berdiri, maka kita duduk.
• Apabila seseorang tidak mampu melaksanakan sholat berjama’ah di masjid karena sakit, maka silahkan dia melaksanakan shalat tersebut dirumahnya.
• Apabila seseorang tidak mampu berpuasa Ramadhān karena sakit atau bepergian, maka bisa dia ganti pada hari-hari yang lain.
• Orang yang tidak mampu shalat malam 11 raka’at, maka dia bisa shalat malam lebih sedikit dari itu.
• Demikian pula orang yang tidak mampu berpuasa Dāwūd ‘alayhissalām, maka bisa berpuasa dengan puasa yang lebih ringan dari itu.

Dan Allāh ﷻ tidaklah memerintah kita dengan sebuah perintah kecuali di dalam perintah tersebut ada hikmah dan juga kebaikan bagi kita semua. Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah ke-2 ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah – 01 Mengenal Rasūlullāh ﷺ

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Mengenal Rasūlullāh ﷺ > Halaqah – 01 Mengenal Rasūlullāh ﷺ

Halaqah – 01 Mengenal Rasūlullāh ﷺ

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Mengenal Rasulullah ﷺ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Pertama dari Silsilah Mengenal Rasūlullāh ﷺ adalah tentang “Pentingnya Mengenal Beliau ﷺ”.

Pertanyaan yang ke-2 yang setiap kita akan ditanya di alam kubur adalah tentang “Siapa Nabimu?”. Wajib atas setiap Muslim dan Muslimah untuk mengenal Nabi Muhammad ﷺ. Beliau adalah

– Muhammad Ibnu ‘Abdillāh Ibnu ‘Abdil Muththalib.
– Termasuk keturunan Nabi Ismā’īl bin Ibrāhīm ‘alayhimāssalām.
– Lahir di Mekkah Diutus menjadi Nabi yang terakhir ketika berumur 40 tahun,
– Kemudian menyampaikan risalah Allāh ﷻ selama 23 tahun.
– Meninggal di kota Madīnah setelah Allāh ﷻ menyempurnakan agama ini bagi beliau ﷺ dan juga umatnya.

Mengenal Nabi Muhammad ﷺ tidaklah cukup hanya mengenal nama dan nasab Beliau ﷺ, atau menghapal keluarga dan shahābat Beliau ﷺ

Mengenal Nabi Muhammad ﷺ adalah;

⑴ Mengenal tugas Beliau sebagai seorang utusan Allāh ﷻ kepada kita.
⑵ Dan mengetahui apa kewajiban kita terhadap Beliau ﷺ

Allāh ﷻ telah mengutus Beliau ﷺ kepada kita dengan membawa 4 perkara:

PERKARA 1, Membawa perintah dari Allāh ﷻ supaya kita jalankan.

PERKARA 2, Membawa larangan dari ﷻ supaya kita jauhi.

PERKARA 3, Membawa berita dari Allāh ﷻ supaya kita benarkan.

PERKARA 4, Membawa tatacara ibadah dari Allāh ﷻ supaya kita beribadah kepada Allāh ﷻ dengan cara tersebut.

Kalau kita mena’ati Beliau ﷺ di dalam 4 perkara ini, berarti kita pada hakekatnya telah menaati Allāh ﷻ. Karena perintah, larangan, berita dan cara ibadah adalah dari Allāh ﷻ. Sedangkan tugas Beliau ﷺ hanyalah sekedar menyampaikan kepada kita.

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ الله

“Barangsiapa yang menta’ati Rasul, maka sungguh dia telah mentaati Allāh.” (QS An Nisā: 80)

Dan pada halaqah-halaqah selanjutnya, in syā Allāh akan kita bahas satu per satu dari perkara di atas.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print