Rabu, 28 Mei 2025

Halaqah – 04 Membawa Berita Dari Allāh ﷻ

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Mengenal Rasūlullāh ﷺ > Halaqah – 04 Membawa Berita Dari Allāh ﷻ

Halaqah – 04 Membawa Berita Dari Allāh ﷻ

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Mengenal Rasulullah ﷺ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-4 dari Silsilah Mengenal Rasūlullāh ﷺ yaitu “Mengenal Beliau ﷺ Sebagai Seorang Rasūl Yang Diantara Tugasnya Adalah Membawa Berita Dari Allāh ﷻ”.

Rasūlullāh ﷺ sebagai seorang utusan, diantara tugasnya adalah membawa berita-berita dari Allāh ﷻ.

✓ Baik berita di masa lalu, seperti: kisah-kisah para Nabi dan umat-umat terdahulu.
✓ Maupun berita di masa yang akan datang, seperti: kejadian setelah mati dan kejadian-kejadian di hari akhir.

Kewajiban kita sebagai seorang yang beriman adalah membenarkan berita-berita tersebut, bila memang dalilnya shahīh. Allāh ﷻ berfirman:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى (٣) إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى (٤

“Dan tidaklah Beliau berbicara dari hawa nafsunya. Tidaklah ucapan Beliau kecuali wahyu yang diwahyukan kepada Beliau.” (QS An-Najm: 3-4)

⇒ Kalau kita benarkan Beliau ﷺ, maka sebenarnya kita telah membenarkan Allāh ﷻ.

⇒ Dan kalau kita dustakan Beliau ﷺ, maka sebenarnya kita telah mendustakan Allāh ﷻ
◆ Akal yang sehat tidak akan bertentangan dengan dalil yang shahīh.

⇒ Apabila dalil yang shahīh sepertinya tidak masuk akal, maka ketahuilah bahwasanya kekurangan ada di dalam akal kita yang memang sangat terbatas, bukan pada dalil.

◆ Rasūlullāh ﷺ dikenal oleh kaumnya sebagai orang yang jujur semenjak sebelum Beliau diutus menjadi nabi.

Tidak pernah Beliau ﷺ sekalipun berdusta;

⇒ baik kepada anak kecil, sebaya maupun kepada orang tua.
⇒ baik ketika bercanda maupun dalam keadaan sungguh-sungguh.

Apabila Beliau ﷺ tidak berani untuk berdusta atas nama Beliau ﷺ dan juga atas nama manusia, maka bagaimana Beliau ﷺ berani berdusta atas nama Allāh ﷻ Rabbul ‘ālamīn?

Itulah yang bisa kita sampaikan dan sampai bertemu kembali pada halaqah yang selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah – 03 Membawa Larangan-larangan Dari Allāh ﷻ

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Mengenal Rasūlullāh ﷺ > Halaqah – 03 Membawa Larangan-larangan Dari Allāh ﷻ

Halaqah – 03 Membawa Larangan-larangan Dari Allāh ﷻ

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Mengenal Rasulullah ﷺ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-3 dari Silsilah Mengenal Rasūlullāh ﷺ adalah “Mengenal Beliau ﷺ Sebagai Seorang Rasūl Yang Diantara Tugasnya Adalah Membawa Larangan-larangan Dari Allāh ﷻ”

Rasūlullāh ﷺ sebagai seorang utusan membawa larangan-larangan dari Allāh ﷻ. Beliau ﷺ sampaikan larangan-larangan tersebut kepada kita semua supaya kita menjauhi. Beliau ﷺ bersabda:

مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ

“Apa yang aku larang maka hendaklah kalian jauhi.” (HR Muslim)

Dan larangan Allāh ﷻ ada 2 macam :

⑴ Haram
⑵ Makruh, yaitu dibenci

■ HARAM

Larangan yang haram apabila dikerjakan maka berdosa, seperti :

• Berzina
• Membunuh tanpa haq
• Riba
• Berdusta
• Ghībah (membicarakan orang lain)
• Sihir
• Perdukunan
• Minum minuman keras
• Dan lain-lain.

■ MAKRUH

Adapun larangan yang makruh, maka apabila dikerjakan perbuatan tersebut dibenci akan tetapi tidak sampai kepada dosa, seperti misalnya :

• Memakan bawang merah & bawang putih dalam keadaan masih mentah
• Makan minum dengan bersandar
• Tidur sebelum shalat ‘Isya
• Dan lain-lain.

Kita sebagai seorang Muslim dan juga Muslimah hendaklah meninggalkan larangan-larangan tersebut. Dan yakin bahwasanya Allāh ﷻ tidaklah melarang sesuatu kecuali di sana ada hikmahnya dan ada kebaikan bagi diri kita. Terkadang kita mengetahui hikmah tersebut dan terkadang kita tidak mengetahuinya.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah yang ke-3 ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Senin, 26 Mei 2025

Halaqah-02 Membawa Perintah Dari Allah ﷻ

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Mengenal Rasūlullāh ﷺ > Halaqah-02 Membawa Perintah Dari Allah ﷻ

Halaqah-02 Membawa Perintah Dari Allah ﷻ

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Mengenal Rasulullah ﷺ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-2 dari Silsilah Mengenal Rasūlullāh ﷺ adalah “Mengenal Beliau Sebagai Seorang Rasul Yang Diantara Tugasnya Adalah Membawa Perintah Dari Allāh ﷻ”.

Rasūlullāh ﷺ sebagai seorang utusan, membawa perintah-perintah dari Allāh ﷻ Beliau ﷺ sampaikan perintah-perintah tersebut kepada kita supaya kita jalankan sesuai kemampuan kita. Beliau ﷺ bersabda:

وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Dan apa saja yang aku perintahkan kepada kalian maka kerjakan sesuai kemampuan kalian”. (HR Muslim)

Dan perintah Allāh ﷻ ada 2 macam:

⑴ Wajib
⑵ Sunnah (dianjurkan)

■ WAJIB : Amalan yang wajib apabila kita tinggalkan maka berdosa, seperti:

• Shalat 5 waktu
• Berpuasa Ramadhān
• Haji bagi yang wajib
• Memakai hijab bagi wanita
• Dan lain-lain.
Maka ini adalah amalan-amalan yang wajib.

■ SUNAH : Adapun amalan yang sunnah apabila tidak dikerjakan seseorang tidak berdosa, seperti:

• Shalat rawatib
• Shalat dhuha
• Puasa Senin dan Kamis
• Puasa Nabi Dāwūd
• Dan juga amalan-amalan sunnah yang lain.
Kita kerjakan perintah-perintah tersebut sesuai dengan kemampuan kita

• Bila kita tidak mampu shalat wajib dengan berdiri, maka kita duduk.
• Apabila seseorang tidak mampu melaksanakan sholat berjama’ah di masjid karena sakit, maka silahkan dia melaksanakan shalat tersebut dirumahnya.
• Apabila seseorang tidak mampu berpuasa Ramadhān karena sakit atau bepergian, maka bisa dia ganti pada hari-hari yang lain.
• Orang yang tidak mampu shalat malam 11 raka’at, maka dia bisa shalat malam lebih sedikit dari itu.
• Demikian pula orang yang tidak mampu berpuasa Dāwūd ‘alayhissalām, maka bisa berpuasa dengan puasa yang lebih ringan dari itu.

Dan Allāh ﷻ tidaklah memerintah kita dengan sebuah perintah kecuali di dalam perintah tersebut ada hikmah dan juga kebaikan bagi kita semua. Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah ke-2 ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah – 01 Mengenal Rasūlullāh ﷺ

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Mengenal Rasūlullāh ﷺ > Halaqah – 01 Mengenal Rasūlullāh ﷺ

Halaqah – 01 Mengenal Rasūlullāh ﷺ

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Mengenal Rasulullah ﷺ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Pertama dari Silsilah Mengenal Rasūlullāh ﷺ adalah tentang “Pentingnya Mengenal Beliau ﷺ”.

Pertanyaan yang ke-2 yang setiap kita akan ditanya di alam kubur adalah tentang “Siapa Nabimu?”. Wajib atas setiap Muslim dan Muslimah untuk mengenal Nabi Muhammad ﷺ. Beliau adalah

– Muhammad Ibnu ‘Abdillāh Ibnu ‘Abdil Muththalib.
– Termasuk keturunan Nabi Ismā’īl bin Ibrāhīm ‘alayhimāssalām.
– Lahir di Mekkah Diutus menjadi Nabi yang terakhir ketika berumur 40 tahun,
– Kemudian menyampaikan risalah Allāh ﷻ selama 23 tahun.
– Meninggal di kota Madīnah setelah Allāh ﷻ menyempurnakan agama ini bagi beliau ﷺ dan juga umatnya.

Mengenal Nabi Muhammad ﷺ tidaklah cukup hanya mengenal nama dan nasab Beliau ﷺ, atau menghapal keluarga dan shahābat Beliau ﷺ

Mengenal Nabi Muhammad ﷺ adalah;

⑴ Mengenal tugas Beliau sebagai seorang utusan Allāh ﷻ kepada kita.
⑵ Dan mengetahui apa kewajiban kita terhadap Beliau ﷺ

Allāh ﷻ telah mengutus Beliau ﷺ kepada kita dengan membawa 4 perkara:

PERKARA 1, Membawa perintah dari Allāh ﷻ supaya kita jalankan.

PERKARA 2, Membawa larangan dari ﷻ supaya kita jauhi.

PERKARA 3, Membawa berita dari Allāh ﷻ supaya kita benarkan.

PERKARA 4, Membawa tatacara ibadah dari Allāh ﷻ supaya kita beribadah kepada Allāh ﷻ dengan cara tersebut.

Kalau kita mena’ati Beliau ﷺ di dalam 4 perkara ini, berarti kita pada hakekatnya telah menaati Allāh ﷻ. Karena perintah, larangan, berita dan cara ibadah adalah dari Allāh ﷻ. Sedangkan tugas Beliau ﷺ hanyalah sekedar menyampaikan kepada kita.

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ الله

“Barangsiapa yang menta’ati Rasul, maka sungguh dia telah mentaati Allāh.” (QS An Nisā: 80)

Dan pada halaqah-halaqah selanjutnya, in syā Allāh akan kita bahas satu per satu dari perkara di atas.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print

MENGENAL ALLAH ‘AZZA WA JALLA

MENGENAL ALLAH ‘AZZA WA JALLA


Oleh
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab

Apabila anda ditanya : Siapakah Tuhanmu ? Maka katakanlah : Tuhanku adalah Allah, yang telah memelihara diriku dan memelihara semesta alam ini dengan segala ni’mat yang dikaruniakan-Nya. Dan dialah sembahanku, tiada sesembahan yang haq selain Dia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Segala puji hanya milik Allah Tuhan Pemelihara semesta alam“. [al-Faatihah/1: 1]

Semua yang ada selain Allah disebut alam, dan aku adalah salah satu dari semesta alam ini.

Selanjutnya jika anda ditanya : Melalui apa anda mengenal Tuhan ? Maka hendaklah anda jawab : Melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan melalui ciptaan-Nya. Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah : malam, siang, matahari dan bulan. Sedang di antara ciptaan-Nya ialah : tujuh langit dan tujuh bumi beserta segala mahluk yang ada di langit dan di bumi serta yang ada di antara keduanya.

Firman Allah Ta’ala.

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah kamu bersujud kepada matahari dan janganlah (pula kamu bersujud) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu benar-benar hanya kepada-Nya beribadah” [Fushshilat/41: 37]

Dan firman-Nya :

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya Tuhanmu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang, senantiasa mengikutinya dengan cepat. Dan Dia (ciptakan pula) matahari dan bulan serta bintang-bintang (semuanya) tunduk kepada perintah-Nya. Ketahuilah hanya hak Allah mencipta dan memerintah itu. Maha Suci Allah Tuhan semesta alam“. [al-A’raaf/7: 54]

Tuhan inilah yang haq disembah. Dalilnya, firman Allah Ta’ala :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ﴿٢١﴾الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Wahai manusia ! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa, (Tuhan) yang telah menjadikan untukmu bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap, serta menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu Dia menghasilkan segala buah-buahan sebagai rizki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengangkat sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui“. [al-Baqarah/2: 21-22]

Ibnu Katsir[1]  rahimahullah Ta’ala, mengatakan :”Hanya Pencipta segala sesuatu yang ada inilah yang berhak disembah dengan segala macam ibadah”.[2]

Dan macam-macam ibadah yang diperintah Allah itu, antara lain : Islam[3], Iman, Ihsan, Do’a, Khauf (takut), Raja’ (pengharapan), Tawakkal, Raghbah (penuh minat), Rahbah (cemas), Khusyu’ (tunduk), Khasyyah (takut), Inabah (kembali kepada Allah), Isti’anah (memohon pertolongan), Isti’adzah (meminta perlindungan), Istighatsah (meminta pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan), Dzabh (penyembelihan) Nadzar dan macam-macam ibadah lainnya yang diperintahkan olehAllah.

Baca Juga  Mengenal Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
Referensi : https://almanhaj.or.id/3984-mengenal-allah-azza-wa-jalla.html

orang yang pertama kali berserah diri (kepada-Nya)“. [al-An’am /6: 162-163]

Dalil dari Sunnah.

لَعَنَ اللَّهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِاللَّهِ

“Allah melaknat orang yang menyembelih (binatang) bukan karena Allah“.[6]

Dalil Nadzar.
Firman Allah Ta’ala.
يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا

“Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang siksanya merata di mana-mana“. [al-Insaan /76: 7]

[Disalin dari buku Tiga Landasan Utama, Oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, Dicetak dan Disebarkan oleh Kementrian Urusan Islam, Waqaf, Da’wah dan Penyuluhan Urusan Penerbitan dan Penyebaran Kerajaan Arab Saudi]
_______
Footnote
[1] Abu Al-Fidaa : Ismail bin Umar bin Katsir Al-Qurasy Ad-Dimasyqi (701-774H – 1302-1373M). Seorang ahli ilmu hadits, tafsir, fiqh dan sejarah. Diantara karyanya : Tafsir Al-Qur’aan Al-Azhim, Thabaqat Al-Fuqahaa Asy Syafiiyyun, Al-Bidayah wa An-Nihayah (sejarah), Ikhtishaar ‘Uluum Al-Hadits, Syarh Shahih Al-Bukhari (belum sempat dirampungkannya).
[2] Lihat Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, (Cairo, Maktabah Dar At-Turats, 1400H) jilid. 1 hal. 57
[3] Islam yang dimaksud disini, adalah Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat dan Haji.
[4] Hadits Riwayat At-Tirmidzi dalam Al-Jaami’ Ash-Shahiih, kitab Ad-Da’waat, bab 1. “Maksud hadits ini adalah bahwa segala macam ibadah, baik yang umum maupun yang khusus, yang dilakukan seorang mu’min, seperti mencari nafkah yang halal untuk keluarga, menyantuni anak yatim dll, semestinya diiringi dengan permohonan ridha Allah dan pengharapan balasan ukhrawi. Oleh karena itu Do’a (permohonan dan pengharapan tersebut) disebut oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai sari atau otak ibadah, karena senantiasa harus mengiringi gerak ibadah”
[5] Hadits Riwayat At-Tirmidzi dalam Al-Jaami’ ‘Ash-Shahiih, kitab Shifaat Al-Qiyaamah wa Ar-Raqa’iq wa Al-Wara : bab 59 dan riwayat Imam Ahmad dalam Al-Musnad. Beirut Al-maktab Al-Islami 1403H jilid 1 hal. 293, 303, 307
[6] Hadits Riwayat Muslim dalam Shahihnya, kitab Al-Adhaahi, bab 8 dan riwayat Imam Ahmad dalam Al-Musnad, jilid 1, hal. 108, 118 dan 152

Home/A1. Tiga Landasan Utama/Mengenal Allah ‘Azza Wa...
🔍 Hadits Tentang Perjalanan, Hadist Tentang Alam, Kitab Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah, Jamak Maghrib Isyak

🔗 SSD VPS
Referensi : https://almanhaj.or.id/3984-mengenal-allah-azza-wa-jalla.html