Kamis, 19 Juni 2025

Halaqah – 67 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 2

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 67 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 2

Halaqah – 67 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 2

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-67 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang “Al Jannah Dan Kenikmatan nya Bagian Kedua”

Luas surga adalah seluas langit dan bumi.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٍ۬ مِّن رَّبِّڪُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَـٰوَٲتُ وَٱلۡأَرۡضُ

“Dan hendaklah kalian berlomba-lomba untuk mendapatkan ampunan dari Rabb kalian. Dan berlomba untuk mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.”

(QS Āli-‘Imrān : 133)

⇒Para penduduk surga akan mendapatkan rumah-rumah yang mewah.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

لَـٰكِنِ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّہُمۡ لَهُمۡ غُرَفٌ۬ مِّن فَوۡقِهَا غُرَفٌ۬ مَّبۡنِيَّةٌ۬ تَجۡرِى مِن تَحۡتِہَا ٱلۡأَنۡہَـٰرُ‌ۖ

“Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Allāh, bagi mereka kamar-kamar di dalam surga, yang di atasnya ada kamar-kamar yang dibangun”.

(QS Az-Zumar : 20)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah mengabarkan tentang bangunan dan tanah di surga.

Ketika beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam ditanya oleh para shahābat tentang bangunan surga, beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam) berkata:

“Batu bata dari perak dan batu bata dari emas, lumpurnya berbau wangi kasturi yang sangat harum. Kerikilnya mutiara dan batu mulia. Tanahnya elok seperti warna za’faran”.

(Hadīts Shahīh riwayat Tirmidzi)

Di dalam sebuah hadīts Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan, “bahwasanya orang yang shalāt 12 raka’at setiap hari, maka akan dibangunkan rumah di surga”. (Hadīts Riwayat Muslim)

⇒Maksud dari 12 raka’at adalah shalāt rawatib yang terdiri dari:

√ 4 raka’at sebelum Dhuhur,
√ 2 raka’at setelah Dhuhur,
√ 2 raka’at setelah Maghrib,
√ 2 raka’at setelah Isya’ dan
√ 2 raka’at sebelum Shubuh.

⇒Di dalam surga juga ada kemah.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Kemah didalam surga terbuat dari mutiara-mutiara yang berongga di dalamnya, tinggi kemah tersebut 30 mil ke atas”

(Hadīts riwayat Bukhāri)

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengabarkan dalam Surat Al-Baqarah : 25 dan juga ayat-ayat yang lain bahwasanya surga di bawahnya mengalir sungai-sungai.

Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengabarkan dalam ayat yang lain bahwa di dalam surga,

√ Ada sungai dari air yang tidak akan payau,
√ Ada sungai-sungai dari susu yang tidak akan berubah rasanya,
√ Ada sungai-sungai dari khamr yang lezat bagi orang-orang yang meminumnya.
√ Ada sungai-sungai dari madu yang tersaring lagi bersih (Lihat Surat Muhammad:15)

Dan di antara sungai-sungai yang ada adalah Al-Kautsar, sungai yang Allāh berikan untuk Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّآ أَعۡطَيۡنَـٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ

“Sungguh Aku telah memberimu wahai Muhammad, Al-Kautsar”

(QS Al-Kautsar : 1)

⇒Di dalam surga juga ada mata air-mata air yang mengalir.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِى جَنَّـٰتٍ۬ وَعُيُونٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam kebun-kebun dan mata air-mata air yang mengalir.”

(QS Adz-Dzariyat : 15)

⇒Dan di antara nama mata air surga adalah salsabil (Lihat Al-Insan : 18).

⇒Di dalam surga juga ada pohon-pohon.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menyebutkan di dalam sebuah hadīts:

“Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pohon yang apabila seorang pengendara berjalan menuruti bayangannya, yaitu bayangan pohon tersebut, niscaya 100 tahun dia tidak akan selesai”.

(Hadīts riwayat Bukhāri)

Dan di antara pohon surga adalah Sidratul Muntaha yang Allāh sebutkan dalam Surat An-Najm : 14.

Adapun bau wanginya maka Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah mengabarkan di dalam sebuah hadits yang shahīh yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Mājah.

وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ

“Sungguh bau wangi surga tercium dari jarak perjalanan 70 tahun.”

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print

Halaqah – 66 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 1

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 66 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 1

Halaqah – 66 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 1

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-66 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān kepada hari akhir adalah tentang “Al Jannah dan Kenikmatannya bagian pertama”

◆ Secara bahasa

Al Jannah adalah kebun.

◆ Secara syari’at

Al Jannah adalah negeri di akhirat yang penuh dengan kenikmatan yang Allāh sediakan bagi orang-orang yang bertakwa.

Kenikmatan yang tidak pernah terbetik didalam hati manusia, Bagaimanapun besar kenikmatan didunia, maka tidak akan menyamai kenikmatan didalam surga.

Dan bagaimanapun kita berusaha mengkhayal sebuah kenikmatan, maka tidak akan setara dengan kenikmatan didalam surga.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٌ۬ مَّآ أُخۡفِىَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٍ۬ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ

“Maka sebuah jiwa tidak mengetahui apa yang tersimpan untuknya, berupa kenikmatan yang menyejukkan mata. Sebagai balasan atas apa yang sudah mereka amalkan.”

(QS As-Sajdah : 17)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

قَالَ اللَّه: أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيْ الصَّالِحِيْنَ مَا لاَ عَيْنَ رَأَتْ ، وَلاَ أُذُنَ سَمِعَتْ ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

“Allāh Ta’āla berkata, Aku siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang shālih, kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik di dalam hati manusia.”

(Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim)

Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah mengabarkan kepada kita sebagian dari kenikmatan surga.

Nama-nama kenikmatan di dalam surga yang Allāh kabarkan kepada kita sama dengan nama-nama kenikmatan yang ada di dunia.

Namun memiliki sifat yang berbeda. Rumah di surga lain dengan rumah di dunia, meskipun namanya sama-sama rumah.

Demikian pula buah-buahan di surga jauh lebih nikmat dari pada buah-buahan di dunia, meski sama namanya.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

ڪُلَّمَا رُزِقُواْ مِنۡہَا مِن ثَمَرَةٍ۬ رِّزۡقً۬ا‌ۙ قَالُواْ هَـٰذَا ٱلَّذِى رُزِقۡنَا مِن قَبۡلُ‌ۖ وَأُتُواْ بِهِۦ مُتَشَـٰبِهً۬ا‌ۖ

“Setiap kali mereka diberi buah-buahan dari surga mereka berkata,
Inilah rezeki yang telah diberikan kepada kami dahulu di dunia.
Mereka diberi buah-buahan yang serupa”.

(QS. Al-Baqarah : 25)

Ada yang mengatakan serupa warna, bentuk dan namanya. Namun berbeda rasa dan kelezatannya.

Orang yang masuk surga dan merasakan sedikit dari kenikmatan surga akan merasa bahwa dia tidak pernah susah di dunia.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

Dan akan didatangkan seorang penduduk surga yang paling susah di dunia. Kemudian dicelupkan sekali celupan di dalam surga. Kemudian ditanya, “Wahai anak Adam, pernahkah engkau merasakan kesengsaraan? Apakah pernah engkau tertimpa kesusahan?”

Dia menjawab, “Tidak pernah, demi Allāh Wahai Rabb-ku tidak pernah aku sengsara dan tidak pernah aku melihat kesusahan.”

(Hadīts riwayat Muslim)

Dan di antara kesempurnaan kenikmatan surga, bahwa apa yang kita inginkan akan diberi oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

لَّهُمۡ فِيهَا مَا يَشَآءُونَ خَـٰلِدِينَ‌ۚ

“Bagi merekalah apa yang mereka inginkan, di dalam surga mereka kekal di dalamnya.”

(QS Al-Furqan : 16)

Oleh karena itu, di antara nama-nama surga adalah Jannatun Na’im (Jannah yang penuh dengan kenikmatan) ⇒ Lihat Surat Luqmān:8

Dan di antara nama-nama surga adalah Darussalam (Negeri yang selamat) Maksudnya selamat dari semua kekurangan dan kejelekan (Lihat Surat Al-An’am:127)

Dan di antara nama surga adalah Maqam Amiin (Tempat tinggal yang aman) Yaitu aman dari segala musibah dan kejelekan (Lihat Surat Ad-Dukhan:51)

Dan di antara nama-nama surga adalah Daarul Muqamah (Negeri yang terus menerus ditempati) (Lihat Surat Faathir :35)

Demikianlah kesempurnaan kenikmatan di dalam surga, negeri yang penuh dengan kenikmatan, selamat dari semua kekurangan, aman dari segala musibah dan kekal selama-lamanya.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print

Halaqah – 65 Derajat-derajat Al-jannah atau Surga

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 65 Derajat-derajat Al-jannah atau Surga

Halaqah – 65 Derajat-derajat Al-jannah atau Surga

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-65 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān kepada hari akhir adalah tentang “Derajat-derajat Al Jannah atau Surga”

Al-Jannah memiliki derajat yang banyak dan para penduduknya memiliki derajat yang berbeda, sesuai dengan kadar imān dan taqwa mereka.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَمَن يَأۡتِهِۦ مُؤۡمِنً۬ا قَدۡ عَمِلَ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ لَهُمُ ٱلدَّرَجَـٰتُ ٱلۡعُلَىٰ

“Dan barang siapa yang datang kepada Allāh dalam keadaan berimān dan telah mengamalkan amal-amal yang shālih, maka merekalah yang akan mendapatkan derajat-derajat yang paling tinggi.”

(QS Thāhā : 75)

Dan yang paling tinggi derajatnya adalah Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Apabila kalian mendengar muādzin, maka katakan seperti yang ia katakan, kemudian bershalawatlah untukku, karena barang siapa bershalawat untukku sekali, maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan bershalawat untuknya sepuluh kali.

Kemudian mintalah kepada Allāh untukku Al-wasilah, Karena sesungguhnya Al-wasilah adalah sebuah kedudukan di surga yang tidak pantas kecuali untuk seorang hamba di antara hamba-hamba Allāh.

Dan aku berharap akulah hamba tersebut.

Maka barang siapa yang memintakan untukku Al-Wasilah, dia berhak untuk mendapatkan syafa’at.”

(Hadīts riwayat Muslim)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah mengabarkan bagaimana ketinggian derajat sebagian orang-orang yang beriman, dibandingkan penduduk surga yang lain.

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

▪ Sesungguhnya penduduk surga akan melihat Ahlul Ghurf (penduduk surga yang memiliki kedudukan paling tinggi) yang ada di atas mereka seperti kalian melihat bintang yang masih tersisa di ufuk timur maupun barat.

Yang demikian karena jauhnya perbedaan kedudukan di antara mereka.

Mereka berkata, “Yā Rasūlullāh, bukankah itu adalah kedudukan para Nabi yang tidak dicapai oleh yang lain?”

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

Iya….. demi dzat Yang Jiwaku ada di tangan-Nya mereka adalah orang-orang yang berimān dan membenarkan para Rasūl.

(Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim)

Di antara orang-orang yang berimān yang akan mendapatkan kedudukan yang paling tinggi adalah Abū Bakar dan ‘Umar Radhiyallāhu ‘anhumā

Sesungguhnya orang-orang yang memiliki derajat (kedudukan) yang paling tinggi akan dilihat oleh orang-orang yang ada di bawah mereka seperti kalian melihat bintang yang baru terbit di ufuk langit.

Dan sesungguhnya Abū Bakar dan ‘Umar termasuk mereka, dan mereka berdua akan mendapatkan nikmat.”

(Hadīts riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah dan dishāhihkan oleh Syaikh Al-Albāniy rahimahullāh).

Para mujahidin fī sabilillāh, mereka termasuk orang-orang yang akan memiliki kedudukan yang tinggi di dalam surga.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

▪Sesungguhnya di dalam surga ada seratus derajat yang Allāh sediakan bagi orang-orang yang berjihād di jalan Allāh, Setiap dua derajat seperti antara langit dan bumi, Maka apabila kalian meminta kepada Allāh mintalah Al-Firdaus. Karena sesungguhnya Al-Firdaus adalah surga yang paling afdhāl dan surga yang paling tinggi.

Di atasnya ada arsyurrahman, Dan dari sanalah terpancar sungai-sungai surga (Hadits riwayat Bukhāri )

Orang yang memberikan nafkah kepada janda dan orang miskin, maka dia akan mendapatkan pahala orang yang berjihad di jalan Allāh atau seperti orang yang berpuasa di siang hari dan shalāt di malam hari, Sebagaimana di dalam hadīts yang riwayat Bukhāri dan Muslim.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Barang siapa yang memberi nafkah dua orang anak wanita sampai dia bāligh, maka dia akan datang pada hari kiamat, aku dan dia (kemudian) beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam menggenggam jari-jari beliau”

(Hadīts riwayat Muslim)

Menunjukkan ketinggian derajat orang tersebut.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Orang yang menanggung anak yatim miliknya atau milik orang lain, aku dan dia di surga seperti dua jari ini” (Hadīts riwayat Muslim).

Dan ini menunjukkan ketinggian derajat orang tersebut, Karena yang dimaksud dengan dua jari di sini adalah jari telunjuk dan jari tengah.

Dan dalam hadīts yang shahīh yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya termasuk orang yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekatku majelisnya denganku dihari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian”

⇒Orang tua bisa ditinggikan derajatnya di dalam surga karena sebab istighfār anaknya.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Sungguh seseorang akan diangkat derajatnya di surga, maka dia berkata,

Dari mana ini?

Dikatakan kepadanya,

Ini semua karena istighfār anakmu untukmu”

(Hadīts shahīh riwayat Ibnu Mājah)

Ini adalah dorongan bagi orang tua untuk mendidik anaknya dengan baik.

Dan penghuni surga yang paling rendah derajatnya telah kita sebutkan didalam halaqah sebelumnya.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print

Halaqah – 64 Masuknya Orang-orang Yang Beriman Ke Dalam Surga Bagian 2

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 64 Masuknya Orang-orang Yang Beriman Ke Dalam Surga Bagian 2

Halaqah – 64 Masuknya Orang-orang Yang Beriman Ke Dalam Surga Bagian 2

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-64 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang ” Masuknya orang-orang Yang Berimān Kedalam Surga Bagian Kedua”

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah menyebutkan di dalam hadīts Abdullah bin Mas’ud Radhiyallāhu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Bukhāri dan Muslim tentang orang yang terakhir masuk surga.

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya aku mengetahui orang yang paling terakhir keluar dari neraka dan paling terakhir masuk ke dalam surga. Seorang laki-laki keluar dari neraka dalam keadaan merayap.

Maka berkata kepadanya:

“Pergilah dan masuklah ke dalam surga”

Diapun mendatangi surga kemudian dibuat terbayang baginya bahwa surga telah penuh.

Diapun kembali dan berkata:

“Wahai Rabb-ku aku mendapatkan surga sudah penuh”

Allāh berkata, “Pergilah dan masuklah”

Maka dia mendatangi surga kemudian dibuat terbayang baginya bahwa surga telah penuh.

Diapun kembali dan berkata:

“Wahai Rabb-ku, aku mendapatkan surga sudah penuh”

Allāh berkata, “Pergilah dan masuklah”

Maka sungguh untukmu semisal dengan dunia dan sepuluh kali lipat dari dunia, Atau bagimu sepuluh kali lipat dari dunia.

Maka hamba tersebut berkata,

Apakah Engkau mengejekku? Atau menertawakanku, sedangkan Engkau adalah Raja?

Berkata Abdullah Ibnu Mas’ud Radhiyallāhu ‘anhu:

“Sungguh aku melihat Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam tertawa sampai terlihat gigi geraham beliau.”

Dikatakan bahwa orang ini adalah penduduk surga yang paling rendah tingkatannya.

⇒Pintu-pintu surga ada delapan

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

فِي الجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ، لاَ يَدْخُلُهُ إِلَّا الصَّائِمُونَ

“Di dalam surga ada delapan pintu, di antaranya sebuah pintu yang bernama arrayyan, tidak memasukinya kecuali orang-orang yang puasa.”

(Hadīts Riwayat Bukhāri dari Sahl Ibnu Sa’ad Radhiyallāhu ‘anhu )

⇒Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah mengabarkan beberapa nama dari pintu-pintu surga.

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Barang siapa yang menginfāqkan dua unta di jalan Allāh , maka akan dipanggil dari Pintu-pintu surga, Wahai ‘Abdullāh ini adalah baik, Maka barang siapa yang termasuk ahli shalāt, dia akan dipanggil dari pintu shalāt. Dan barang siapa yang termasuk ahli jihād , maka akan dipanggil dari pintu jihād. Dan barang siapa yang termasuk ahli puasa, maka akan dipanggil dari pintu arrayyan, Dan barang siapa yang termasuk ahli shadaqah, maka akan dipanggil dari pintu shadaqah”

Berkata Abū Bakar Radhiyallāhu ‘anhu:

Tebusanku bapak dan ibuku ya Rasūlullāh, Tidak ada yang rugi dipanggil dari pintu manapun. Apakah ada yang dipanggil dari semua pintu?

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata, Iya….. dan aku berharap engkau termasuk mereka.

(Hadīts Riwayat Bukhāri dan Muslim )

⇒Orang yang memperbaiki wudhunya kemudian membaca dua kalimat syahadat, maka akan dibuka untuknya 8 pintu surga.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu kemudian memperbaiki wudhunya kemudian berkata:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Kecuali akan dibuka untuknya 8 pintu surga, silakan dia memasuki dari mana saja yang ia kehendaki”

(Hadīts Riwayat Musim)

⇒Delapan pintu surga ini dibuka setiap tahun di bulan Ramadhān.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Apabila masuk bulan Ramadhān, maka akan dibuka Pintu-pintu surga dan akan ditutup pintu-pintu Jahanam dan akan dibelenggu syaithān-syaithān.”

(Hadīts Riwayat Bukhāri dan Muslim)

Ada di antara pintu-pintu surga yang jarak antara kedua tepi seperti jarak antara kota Mekkah dan kota Busra atau kota Mekkah dan kota Hajar.

(Hadīts Riwayat Bukhāri dan Muslim )

⇒Hajar adalah kota masyhur di Bahrain.
⇒Busra adalah kota masyhur di Suria.

Apabila diukur maka jarak antara kota Mekkah dengan kedua kota tersebut kurang lebih 1200 km.

Di dalam hadits yang lain, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan bahwasanya ada di antara pintu-pintu surga yang jarak antara kedua tepinya 40 tahun perjalanan.

(Hadīts Riwayat Muslim )

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla memudahkan jalan kita menuju surga.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print

Halaqah – 63 Masuknya Orang-orang Yang Beriman ke Dalam Surga Bagian 1

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 63 Masuknya Orang-orang Yang Beriman ke Dalam Surga Bagian 1

Halaqah – 63 Masuknya Orang-orang Yang Beriman ke Dalam Surga Bagian 1

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-63 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimā Kepada Hari Akhir adalah tentang “Masuknya Orang-orang Yang Berimān Ke Dalam Surga Bagian Pertama”

Setelah dibersihkan hatinya, maka orang-orang yang berimān akan digiring menuju surga dengan terhormat dan dimuliakan.

Allāh akan kembali memuliakan Nabi-Nya di hadapan orang-orang yang berimān.

Beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam) akan diizinkan untuk memberikan syafa’at bagi calon penduduk surga, supaya dibukakan pintu surga.

Syafa’at ini juga termasuk syafa’at khusus bagi beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam).

Beliaulah (shallallāhu ‘alayhi wa sallam) yang pertama kali akan mengetuk pintu surga.

Beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam) bersabda:

وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ يَقْرَعُ بَابَ الْجَنَّةِ

“Dan akulah yang pertama kali akan mengetuk pintu surga.”

(Hadīts Riwayat Muslim)

Beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam) juga bersabda:

آتِي بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتفْتِحُ، فَيَقُولُ الْخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ: مُحَمَّدٌ، فَيَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ لَا أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ

“Aku akan mendatangi pintu surga pada hari kiamat, Kemudian aku minta untuk dibuka.

Berkatalah penjaga surga, siapa kamu?

Aku menjawab, “Muhammad”

Penjaga pintu surga berkata:

“Denganmulah aku diperintah, aku tidak membukanya untuk seorangpun sebelummu.”

(Hadīts Riwayat Muslim)

Dibukalah pintu surga dan masuklah penduduk surga dengan disambut oleh para malāikat.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman yang artinya:

“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka akan digiring ke surga secara berombongan, Sehingga apabila mereka sampai ke surga, dan pintu-pintunya telah dibuka, dan berkatalah penjaga-penjaga pintu surga kepada mereka,”Salam atas kalian”.

Kalian telah baik, maka masuklah kalian ke dalam surga, sedang kalian kekal di dalamnya.

Dan mereka mengucapkan:

“Segala puji bagi Allāh yang telah memenuhi janjinya untuk kami dan telah memberi kami tempat ini, Kami diperkenankan menempati tempat di dalam surga dimana saja kami kehendaki, Maka surga itulah sebaik-baiknya balasan bagi orang-orang yang beramal.”

(QS Az-Zumar: 73-74)

Umat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam, merekalah yang pertama kali masuk surga sebelum umat yang lain.

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

نَحْنُ الْآخِرُونَ الْأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَنَحْنُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ

“Kita adalah umat terakhir tapi akan menjadi yang pertama di hari kiamat. Dan kita yang pertama kali akan masuk surga.”

(Hadīts riwayat Bukhāri Muslim)

Rombongan pertama dari umat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam yang akan masuk surga, wajah-wajah mereka terang seperti bulan di malam bulan purnama

(Hadīts Riwayat Bukhāri dan Muslim dari Abū Hurairah Radhiyallāhu ‘anhu )

Di dalam hadīts Sahl Ibnu Sa’ad Radhiyallāhu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Bukhāri dan Muslim, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Akan masuk surga dari umatku 70.000 atau 700.000 (keraguan dari perawi hadīts), Mereka saling bergandengan tangan di antara mereka sehingga masuklah awal mereka dan akhir mereka ke dalam surga, Wajah-wajah mereka seperti cahaya bulan di malam bulan purnama. Ada yang mengatakan merekalah orang-orang yang masuk surga tanpa hisāb dan tanpa azab.

Dan sabda beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

⇒Sehingga masuklah awal mereka dan akhir mereka ke dalam surga maksudnya mereka akan masuk ke dalam surga dalam keadaan satu shaf secara serentak, Dan ini menunjukkan sangat besarnya pintu surga.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan bahwasanya orang-orang faqīr muhajirin akan lebih dahulu masuk ke dalam surga 40 tahun sebelum orang-orang kaya muhajirin.

(Hadīts Riwayat Muslim )

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print