Kamis, 19 Juni 2025

Halaqah – 74 Percakapan Penghuni Surga Dan Penghuni Neraka

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 74 Percakapan Penghuni Surga Dan Penghuni Neraka

Halaqah – 74 Percakapan Penghuni Surga Dan Penghuni Neraka

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-74 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang “Percakapan Penghuni Surga Dan Penghuni Neraka”

Akan terjadi percakapan antara penghuni surga, penghuni neraka dan Ashabul A’rāf, mereka adalah orang-orang yang berada di sebuah tempat yang tinggi antara surga dan neraka.

Yang Dinamakan dengan Al A’rāf dan mereka adalah orang-orang yang timbangan kebaikan dan kejelekannya sama.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman yang artinya,

Dan para penghuni surga memanggil para penghuni neraka dengan mengatakan Sesungguhnya kami telah memperoleh apa yang Rabb kami janjikan kepada kami dengan hak, apakah kalian telah memperoleh apa yang Rabb kalian janjikan kepada kalian dengan hak? “Maka para penghuni neraka menjawab” betul.

Kemudian seorang penyeru, menyeru diantara kedua golongan itu seraya mengatakan laknat Allāh atas orang-orang yang zhalim (orang-orang yang menghalang-halangi manusia dari jalan Allāh dan menginginkan agar jalan tersebut menjadi bengkok dan mereka mengingkari kehidupan akhirat)

Dan diantara keduanya (antara penghuni surga dan penghuni neraka) ada batas dan diatas Al A’rāf, ada orang-orang yang mereka mengenal masing-masing dari dua golongan tersebut dengan tanda-tanda mereka (maksudnya) mengenal penghuni surga dan penghuni neraka dengan tanda -tanda mereka.

Dan para Ashabul A’rāf menyeru penghuni surga seraya mengatakan salamun ‘alaikum (keselamatan atas kalian) mereka belum memasuki surga sedang mereka ingin segera memasukinya.

Dan apa bila pandangan mereka dipalingkan kearah penghuni neraka mereka berkata, “Yaa Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami bersama-sama dengan orang-orang yang zhalim”.

Kemudian Ashabul A’rāf memanggil beberapa pemuka orang kafir yang mereka kenal dengan tanda-tanda mereka, seraya mengatakan harta yang kalian kumpulkan dan apa yang kalian sombongkan tidaklah bermanfaat bagi kalian.

Apakah mereka ini (para penghuni surga) adalah orang-orang yang kalian telah bersumpah bahwasanya mereka tidak akan mendapat rahmat Allāh? Maka dikatakan kepada ashabul A’rāf masuklah kalian kedalam surga tidak ada ketakutan atas kalian dan kalian tidak akan bersedih.

Kemudian penghuni neraka menyeru penghuni surga, “Limpahkanlah kepada kami air atau makanan yang telah Allāh berikan kepada kalian ” Para penghuni surga menjawab,” Sesungguhnya Allāh telah mengharamkan keduanya atas orang-orang kafir (orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan sebagai senda gurau dan kehidupan dunia telah menipu mereka).

Maka pada hari ini kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu telah melupakan pertemuan mereka dengan hari ini.

Mereka selalu mengingkari ayat-ayat kami.”

(QS Al A’rāf: 44 – 51)

Dan akan didatangkan al maut (kematian).

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

Akan didatangkan kematian (al maut) dalam bentuk domba jantan yang amlah (maksudnya) yang berwarna putih dan hitam, dan warna putihnya lebih banyak.

Maka menyerulah penyeru, “Wahai para penghuni surga, para penghuni surgapun menjulurkan leher-leher mereka dan melihat, kemudian penyeru tersebut berkata, “apakah kalian mengenal ini?” Mereka berkata iyaa, ini adalah kematian dan mereka semua nya sebelumnya sudah pernah melihat kematian.

Kemudian penyeru berkata, ” Wahai penghuni neraka, maka para penghuni neraka menjulurkan leher-leher mereka dan melihat kemudian penyeru berkata, apakah kalian mengenal ini?” Mereka menjawab iyaa , ini adalah kematian dan mereka semua sebelumnya sudah pernah melihat kematian tersebut.

Maka disembelihlah kematian, berkatalah penyeru tersebut, “Wahai penghuni surga kekekalan dan tidak ada kematian dan wahai penghuni neraka kekekalan dan tidak ada kematian”.

(Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim)

Para penghuni surga akan bergembira karena merekaakan kekal didalam kenikmatan dan tidak akan meninggal dunia .

Adapun para penghuni neraka maka mereka akan bersedih karena mereka akan kekal didalam adzab dan tidak akan meninggal dunia.

Ketika penghuni surga telah masuk kedalam surga dan penghuni neraka telah masuk kedalam neraka, maka syaithān yang telah menyesatkan para penghuni neraka akan berlepas diri dari mereka.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman yang artinya:

Dan berkatalah syaithān tatkala perkara telah diselesaikan, sesungguhnya Allāh telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar dan aku telah menjanjikan kepada kalian akan tetapi aku menyalahinya.

Sekali-kali aku tidak memiliki kekuasaan atas kalian,melainkan sekedar aku mengajak kalian lalu kalian mematuhi seruan ku.

Oleh sebab itu, janganlah kalian mencelaku akan tetapi cela lah diri kalian sendiri.

Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku.

Sesungguhnya aku mengingkari perbuatan kalian,ketika sebelumnya kalian mempersekutukan aku dengan Allāh.

Sesungguhnya orang-orang yang zhalim akan mendapatkan siksaan yang pedih.

(QS Ibrāhīm : 22)

Demikianlah akhir yang buruk bagi syaithān dan para pengikut mereka mereka akan kekal didalam neraka selama-lamanya.

Dan demikian lah akhir yang baik bagi orang-orang yang bertaqwa, mereka akan kekal selama-lamanya didalam surga.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print

Halaqah – 73 An-Naar (Neraka) dan Adzabnya Bagian 3

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 73 An-Naar (Neraka) dan Adzabnya Bagian 3

Halaqah – 73 An-Naar (Neraka) dan Adzabnya Bagian 3

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-73 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang ” An Nār (Neraka) Dan Adzabnya Bagian ketiga”

Di antara makanan penduduk neraka adalah dzarī’.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٍ۬ (٦) لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِى مِن جُوعٍ۬ (٧)

“Tidak ada makanan bagi mereka kecuali dzarī’ yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar”.

(QS Al-Ghāsiyah : 6-7)

Ada yang mengatakan dzarī’ adalah nama tumbuhan berduri.

Dan di antara makanan mereka adalah buah dari pohon zaqqūm.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّ شَجَرَتَ ٱلزَّقُّومِ (٤٣) طَعَامُ ٱلۡأَثِيمِ (٤٤) كَٱلۡمُهۡلِ يَغۡلِى فِى ٱلۡبُطُونِ (٤٥) كَغَلۡىِ ٱلۡحَمِيمِ (٤٦)

“Sesungguhnya pohon zaqqūm adalah makanan orang yang sangat berdosa. Dia seperti cairan logam yang mendidih di dalam perut. Seperti mendidihnya air yang sangat panas”

(QS Ad-Dukhān : 43-46)

Dalam ayat yang lain Allāh mengabarkan bahwasanya zaqqūm adalah pohon yang keluar dari dasar neraka.

Mayangnya seperti kepala-kepala syaithān dan para penghuni neraka akan memakannya dan memenuhi perutnya dengan buah tersebut (Lihat As-Sāffāt: 62-66)

Allāh juga menyebutkan bahwasanya setelah penuh perut mereka dengan buah zaqqūm,
maka mereka akan meminum dari air yang mendidih seperti unta yang sangat kehausan (Lihat Al-Wāqi’ah : 51- 55)

Di dalam surat Al-Kahfi : 29, disebutkan bahwasanya setiap kali mereka meminta air minum, maka mereka akan diberi air minum seperti cairan logam yang mendidih yang akan menghanguskan wajah-wajah mereka, (Maksudnya) ketika air tersebut mendekat ke mulut mereka.

Dan ketika meminumnya, maka air panas tersebut akan memotong-motong usus mereka.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَسُقُواْ مَآءً حَمِيمً۬ا فَقَطَّعَ أَمۡعَآءَهُمۡ

“Dan mereka akan diberi air minum yang sangat panas, maka air panas tersebut akan memotong-motong usus-usus mereka”

(QS Muhammad : 15)

Dan di antara makanan penghuni neraka adalah ghislīn, yaitu nanah penduduk neraka yang sangat busuk baunya dan sangat tidak enak rasanya.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

فَلَيۡسَ لَهُ ٱلۡيَوۡمَ هَـٰهُنَا حَمِيمٌ۬ (٣٥) وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنۡ غِسۡلِينٍ۬ (٣٦) لَّا يَأۡكُلُهُ ۥۤ إِلَّا ٱلۡخَـٰطِـُٔونَ (٣٧)

“Maka tidak ada baginya pada hari ini teman dekat di sini. Dan tidak ada makanan bagi mereka kecuali dari ghislin. Tidak memakannya kecuali orang-orang yang berdosa”

(QS Al-Hāqqah : 35-37)

⇒Pakaian mereka dari api dan tembaga panas.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

فَٱلَّذِينَ ڪَفَرُواْ قُطِّعَتۡ لَهُمۡ ثِيَابٌ۬ مِّن نَّارٍ۬

“Maka orang-orang kāfir akan dipotongkan bagi mereka pakaian-pakaian dari api”

(QS Al-Hajj :19)

Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

سَرَابِيلُهُم مِّن قَطِرَانٍ۬ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ

“Pakaian mereka dari tembaga panas dan api akan menutupi wajah-wajah mereka”

(QS Ibrāhīm: 50)

⇒Kulit penghuni neraka yang begitu tebal akan matang.

Namun setiap matang Allāh akan mengembalikan seperti semula, supaya dia merasakan adzab kembali (Lihat Surat An-Nisā :56)

Isi perut mereka akan meleleh dan kulit mereka akan hancur setelah disiram dengan air panas.

Dan mereka akan dipukul dengan palu-palu dari besi setiap kali mereka berusaha untuk keluar dari siksa (Lihat Surat Al-Hajj :19-22)

Di dalam neraka mereka akan diseret di atas wajah-wajah mereka.

Allāh berfirman,

يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِى ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ

“Pada hari di mana mereka akan diseret di dalam neraka di atas wajah-wajah mereka”

(QS Al-Qamar :48)

Wajah mereka akan menjadi hitam (Lihat Surat Āli-Imrān : 106)

Leher mereka akan dibelenggu dan kaki mereka akan dirantai kemudian diseret di dalam air yang mendidih dan dibakar dengan api (Lihat Surat Ghāfir : 71-72)

Demikianlah pedihnya adzab bagi penghuni neraka.

Mereka berteriak meminta kepada Allāh supaya dikeluarkan dari neraka dan beramal shalih.

Allāh berfirman:

وَهُمۡ يَصۡطَرِخُونَ فِيہَا رَبَّنَآ أَخۡرِجۡنَا نَعۡمَلۡ صَـٰلِحًا غَيۡرَ ٱلَّذِى ڪُنَّا نَعۡمَلُۚ

“Dan mereka berteriak dari dalam neraka, Wahai Rabb kami, keluarkanlah kami maka kami akan beramal shalih, amalan yang lain dari apa yang sudah kami amalkan”

(QS Fāthir : 37)

Namun permintaan mereka tidak berarti. Mereka juga meminta kepada para penjaga neraka supaya mereka berdo’a kepada Allāh agar meringankan adzab bagi mereka, meskipun hanya satu hari, supaya mereka bisa istirahat (Lihat Surat Ghāfir : 49)

Namun permintaan mereka tidak membawa hasil. Mereka juga berkata kepada malāikat Mālik, malāikat penjaga neraka, supaya Allāh mematikan mereka saja.

Allāh berfirman:

وَنَادَوۡاْ يَـٰمَـٰلِكُ لِيَقۡضِ عَلَيۡنَا رَبُّكَ‌ۖ قَالَ إِنَّكُم مَّـٰكِثُونَ

Dan mereka memanggil, Wahai Mālik hendaklah Rabb-mu mematikan kami. Malik berkata, “Sesungguhnya kalian akan terus tinggal di neraka”

(QS Az-Zukhruf : 77)

Mereka tidak akan keluar dari neraka, tidak akan diringankan adzabnya dan tidak akan dimatikan.

Balasan bagi orang-orang yang kāfir kepada Allāh Rabbul’alāmin.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print

Halaqah – 72 An-Naar (Neraka) dan Adzabnya Bagian 2

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 72 An-Naar (Neraka) dan Adzabnya Bagian 2

Halaqah – 72 An-Naar (Neraka) dan Adzabnya Bagian 2

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-72 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang ” An Nār (Neraka) Dan Adzabnya Bagian kedua”

Neraka akan dinyalakan dihari kiamat dan apabila sudah dinyalakan dia tidak akan padam.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَإِذَا ٱلۡجَحِيمُ سُعِّرَتۡ

“Dan apabila neraka dinyalakan”

(QS At-Takwīrr : 12)

Dan Allāh berfirman,

ڪُلَّمَا خَبَتۡ زِدۡنَـٰهُمۡ سَعِيرً۬ا

“Setiap kali neraka akan padam, maka Kami akan menambah nyala apinya”.

(QS Al-Isrā’ :97)

⇒Neraka bisa melihat, mendengar dan berbicara.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

Akan keluar potongan dari neraka yang berbentuk leher pada hari kiamat, Dia memiliki dua mata yang melihat, dua telinga yang mendengar dan lisan yang berbicara.

Dia berkata: “Aku diberi tugas untuk mengadzab tiga golongan”

⇒Setiap orang yang sombong dan keras kepala (maksudnya dalam menentang kebenaran)
⇒Orang yang berdo’a kepada selain Allāh bersama Allāh
⇒Dan orang-orang yang menggambar (Yaitu menggambar mahluk hidup yang bernyawa)

(Hadīts Shahīh riwayat Tirmidzi).

⇒Pintu-pintu neraka ada tujuh

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

لَهَا سَبۡعَةُ أَبۡوَٲبٍ۬ لِّكُلِّ بَابٍ۬ مِّنۡہُمۡ جُزۡءٌ۬ مَّقۡسُومٌ

“Neraka memiliki tujuh pintu. Setiap pintu ada bagiannya”

(QS Al-Hijr : 44)

⇒Maksudnya, akan dimasuki penghuni neraka sesuai dengan amalannya.

Pintu-pintu tersebut akan dibuka langsung ketika penduduk neraka sampai di depan pintu neraka tanpa adanya syafa’at (Lihat Az-Zummar : 71).

Di bulan Ramadhān, tujuh pintu ini akan ditutup (Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim)

Setelah masuk orang-orang kāfir ke dalam neraka, maka pintu-pintu tersebut tidak akan dibuka untuk mereka.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

عَلَيۡہِمۡ نَارٌ۬ مُّؤۡصَدَةُۢ

“Bagi mereka neraka yang tertutup”.

(QS Al-Balad : 20)

Neraka memiliki tingkatan-tingkatan sesuai dengan kedahsyatan adzabnya.

⇒Orang-orang munāfiq berada di tingkat paling bawah.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّ ٱلۡمُنَـٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرۡكِ ٱلۡأَسۡفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ

“Sesungguhnya orang-orang munāfiq berada di tingkat paling bawah dari neraka”

(QS An-Nisā :145)

Dan orang yang paling ringan adzabnya adalah yang disebutkan oleh Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

“Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan adzabnya adalah orang yang memakai dua sandal dan dua tali sandal dari api, Akan mendidih otaknya oleh sebab keduanya. Seperti mendidihnya periuk, Dia tidak melihat ada orang yang lebih keras adzabnya dari pada dia, Padahal sesungguhnya dialah orang yang paling ringan adzabnya”

(Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim)

Bahan bakar neraka adalah orang-orang kāfir, batu dan segala sesuatu yang disembah selain Allāh dan dia ridhā.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

فَإِن لَّمۡ تَفۡعَلُواْ وَلَن تَفۡعَلُواْ فَٱتَّقُواْ ٱلنَّارَ ٱلَّتِى وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ‌ۖ أُعِدَّتۡ لِلۡكَـٰفِرِينَ

“Maka hendaklah kalian takut dengan neraka, yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan untuk orang-orang kāfir ”

(QS Al-Baqarah : 24)

Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّڪُمۡ وَمَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنتُمۡ لَهَا وَٲرِدُونَ

“Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allāh adalah bahan bakar jahannam. Kalian akan memasukinya”

(QS Al-Anbiyā : 98)

⇒Api neraka adalah api yang sangat panas.

Dan telah berlalu bahwasanya api di dunia adalah satu dari tujuh puluh bagian api neraka.

Tidak ada kesejukan sama sekali di dalam neraka. Benda-benda sekitar yang diharapkan memiliki kesejukan, ternyata merupakan adzab tersendiri bagi penghuninya.

Angin yang sangat panas, air yang mendidih dan teduhan atau naungan dari asap yang hitam.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَأَصۡحَـٰبُ ٱلشِّمَالِ مَآ أَصۡحَـٰبُ ٱلشِّمَالِ (٤١) فِى سَمُومٍ۬ وَحَمِيمٍ۬ (٤٢) وَظِلٍّ۬ مِّن يَحۡمُومٍ۬ (٤٣) لَّا بَارِدٍ۬ وَلَا كَرِيمٍ (٤٤) إِ

“Dan golongan kiri, betapa sengsaranya golongan kiri, Di dalam siksaan angin yang sangat panas, air yang mendidih dan teduhan asap yang hitam, Teduhan yang tidak dingin dan tidak menyenangkan untuk dipandang”

(QS Al-Wāqi’ah :41-44)

Dan Allāh berfirman yang artinya,

“Pergilah kalian kepada teduhan yang memiliki tiga cabang, Yang tidak menaungi dan tidak melindungi dari api neraka, Sungguh neraka akan melemparkan percikan api sebesar istana (Maksudnya tinggi dan besar) Percikan api tersebut seperti unta-unta hitam yang condong ke warna kuning”.

(QS Al-Mursalāt :30-33)

Penghuni neraka adalah orang-orang kafir yang terdiri dari orang-orang musyrik, ahlul kitāb (Yahūdi dan Nashrāni) dan orang-orang munāfiq.

Allāh berfirman:

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَـٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَـٰلِدِينَ فِيہَآ‌ۚ

“Sesungguhnya orang-orang kāfir dari ahlul kitāb dan orang-orang musyrik berada di dalam neraka jahannam, kekal di dalamnya”.

(QS Al-Bayyinah : 6)

Dan Allāh berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ جَامِعُ ٱلۡمُنَـٰفِقِينَ وَٱلۡكَـٰفِرِينَ فِى جَهَنَّمَ جَمِيعًا

“Sesungguhnya Allāh akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kāfir di dalam jahannam semuanya”.

(QS An-Nisā :140)

Di antara penghuni neraka adalah Fir’aun yang ada di zaman Nabi Musa (Lihat Surat Hūd : 98)

Istri Nabi Nuh dan Nabi Luth (At-Tahrim : 10)

Serta Abū Lahab dan istrinya (Lihat Surat Al-Massad :1-5)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print

Halaqah – 71 An-Naar (Neraka) dan Adzabnya Bagian 1

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 71 An-Naar (Neraka) dan Adzabnya Bagian 1

Halaqah – 71 An-Naar (Neraka) dan Adzabnya Bagian 1

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-71 dari Silsilah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang ” An Naar (Neraka) Dan Adzabnya Bagian pertama”

An-Nār secara bahasa adalah api, Secara syariat, An-nār adalah negeri di akhirat yang penuh dengan adzab, yang Allāh sediakan bagi orang-orang kāfir.

Adzab yang sangat pedih dan menghinakan.

Bagaimanapun pedihnya manusia menyiksa manusia yang lain di dunia, maka adzab Allāh di neraka lebih pedih.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

فَيَوۡمَٮِٕذٍ۬ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ ۥۤ أَحَدٌ۬

“Maka pada hari itu, tidak ada yang mengadzab seperti adzab Allāh”

(QS Al-Fajr : 25)

Orang yang masuk ke dalam neraka akan lupa dengan segala kenikmatan dunia.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Akan didatangkan seorang penghuni neraka yang paling banyak mendapat kenikmatan di dunia pada hari kiamat.

Kemudian dicelupkan sekali celupan di dalam neraka, Kemudian ditanya, “Wahai anak Ādam, pernahkah engkau melihat kebaikan? Apakah engkau pernah mendapatkan kenikmatan?

Dia menjawab, “Tidak demi Allāh wahai Rabb-ku”.”

(Hadīts riwayat Muslim)

Karena sangat pedihnya, mereka akan menebus adzab di neraka dengan orang-orang yang sangat mereka cintai di dunia dan seluruh manusia.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

ۚ يَوَدُّ ٱلۡمُجۡرِمُ لَوۡ يَفۡتَدِى مِنۡ عَذَابِ يَوۡمِٮِٕذِۭ بِبَنِيهِ (١١)وَصَـٰحِبَتِهِۦ وَأَخِيهِ (١٢) وَفَصِيلَتِهِ ٱلَّتِى تُـٔۡوِيهِ (١٣) وَمَن فِى ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعً۬ا ثُمَّ يُنجِيهِ

“Orang kāfir berangan-angan seandainya bisa menebus adzab saat itu dengan anak-anak laki-lakinya, istrinya dan saudara laki-lakinya dan keluarganya yang menaunginya. Dan semua yang ada di permukaan bumi, kemudian tebusan itu bisa menyelamatkan dia”

(QS Al-Ma’ārij : 11-14)

Di dunia seseorang rela berkorban demi keselamatan orang-orang yang dia cintai.

Namun di neraka justru dia akan mengorbankan orang-orang yang dia cintai demi keselamatan dirinya.

Di antara nama-nama neraka adalah Hāwiyyah yang artinya jurang yang dalam (Al-Qāri’ah : 9)

Di antara namanya adalah Al-Khutamah yang artinya yang menghancurkan apa yang ada di dalamnya (Al-Humazah : 4)

Dan di antara namanya adalah Jahīm yaitu api yang menyala-nyala (Al-Infithār :14)

Dan di antara namanya adalah Saqar yang artinya yang menghanguskan (Al-Mudatsir: 26)

Penjaga neraka adalah 19 malāikat yang keras dan kejam, yang mereka menyiksa sesuai dengan perintah Allāh (At-Tahrim: 6 dan Al-Mudatsir:30).

Penduduk neraka sangat banyak jumlahnya.

Setiap 1000 orang, satu orang akan masuk surga, 999 orang akan masuk kedalam neraka.

Di dalam hadīts yang diriwayatkan oleh Al-Imām Al-Bukhāri , Allāh Subhānahu wa Ta’āla berkata kepada Nabi Ādam:

“Keluarkanlah dari setiap seribu, 999 orang”

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda di dalam hadīts ini, “Bergembiralah kalian, sesungguhnya dari kalian 1 orang dan dari Ya’juj dan Ma’juj 1000 orang”

Orang-orang kāfir yang jumlahnya sangat banyak tersebut badannya akan dibuat besar.

Satu gigi geraham akan sebesar gunung Uhud. Dan jarak antara dua ujung pundak salah seorang di antara mereka sejauh tiga hari perjalanan bagi pengendara cepat.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Antara dua ujung pundak orang kāfir di dalam neraka perjalanan orang yang naik kendaraan dengan cepat selama tiga hari”

(Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim).

Dan (beliau) Shallallāhu ‘alayhi wa sallam juga bersabda:

“Sesungguhnya tebal kulit orang kafir 42 hasta dan satu gigi geraham dia seperti gunung Uhud, Dan sesungguhnya tempat duduk dia di jahannam seperti antara Mekkah dan Madināh”

(Hadīts Shahīh Riwayat Tirmidzi)

⇒Empat puluh dua hasta kurang lebih 19 meter.

⇒Tinggi gunung uhud kurang lebih 128 meter.

⇒Dan jarak Mekkah dan Madināh kurang lebih 450 km.

Jumlah penghuni neraka yang
sangat banyak dengan ukuran tubuh masing-masing yang sangat besar, menunjukkan tentang sangat besarnya neraka.

Meskipun demikian masih ada tempat yang tersisa di dalam neraka.

Dan neraka masih akan terus bertanya,

Apakah masih ada tambahan?

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

يَوۡمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ ٱمۡتَلَأۡتِ وَتَقُولُ هَلۡ مِن مَّزِيدٍ۬

“Pada hari di mana Kami berkata kepada jahannam, ‘Apakah kamu sudah penuh?’ Dan jahannam berkata, Apakah masih ada tambahan?”

(QS Qāf :30)

Di dalam sebuah hadīts Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

Senantiasa jahannam berkata,

“Apakah masih ada tambahan?”

Sampai Rabbul ‘izzah (Allāh) meletakkan telapak kakinya di neraka, kemudian barulah neraka berkata, “Cukup, cukup, demi keperkasaan-Mu”

Maka neraka-pun saling melipat sebagian ke sebagian yang lain.

(Hadīts riwayat Bukhāri )

Di antara yang menunjukkan besarnya neraka suatu hari para sahabat Radhiyallāhu ‘anhum sedang bersama Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam, tiba-tiba mereka mendengar suara sesuatu yang jatuh.

Maka Nabi bertanya:

“Tahukah kalian apa ini?”

Mereka menjawab:

“Allāh dan Rasul-Nya lebih tahu.

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Ini adalah batu yang telah dilempar ke dalam neraka semenjak 70 tahun yang lalu. Maka dia jatuh melesat ke dalam neraka sehingga sekarang sampai di dasarnya”

(Hadīts riwayat Muslim)

Dan di antara yang menunjukkan besarnya neraka, bahwa 4,9 miliar malāikat akan menyeret neraka jahannam pada hari kiamat, sebagaimana telah berlalu hadītsnya.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print

Halaqah – 70 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 5

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 70 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 5

Halaqah – 70 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 5

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-70 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang “Al Jannah Dan Kenikmatannya Bagian Kelima”

Sebagian besar penduduk surga adalah orang-orang lemah.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

فَكَانَ عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِينَ

“Maka sebagian besar orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin”

(Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim).

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah mengabarkan beberapa nama penduduk surga, di antaranya; Abū Bakr, Umar, Utsman, ‘Āli Radhiyallāhu ‘anhum

Sebagaimana di dalam hadīts yang shahīh yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Kenikmatan paling besar bagi penduduk surga di atas segala kenikmatan surga yang mereka rasakan adalah memandang wajah Allāh yang mulia.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Apabila penduduk surga masuk ke dalam surga maka Allāh Tābaraka wa Ta’āla akan berkata:

“Apakah kalian menginginkan aku tambah kenikmatan kepada kalian?”

Mereka berkata:

“Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga? Dan menyelamatkan kami dari neraka?”

Allāh pun menyingkap hijab, maka mereka tidak diberi sesuatu yang lebih mereka cintai dari pada melihat kepada Rabb mereka ‘Azza wa jalla”

(Hadīts riwayat Muslim)

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

لِّلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ ٱلۡحُسۡنَىٰ وَزِيَادَةٌ۬‌ۖ

“Bagi orang-orang yang berbuat baik adalah surga dan tambahan”

(QS Yūnus : 26)

⇒Tambahan didalam ayat di atas adalah memandang wajah Allāh.

Sebagaimana datang tafsirnya dari para shahābat seperti Abū Bakr, Abū Mūsā Al-Asy’ari dan Hudzaifah Radhiyallāhu ‘anhum.

Para penduduk surga akan sangat berbahagia dan wajah mereka berseri-seri ketika melihat Allāh ‘Azza wa jalla, Dzat yang selama di dunia mereka imani dan mereka sembah, padahal mereka tidak pernah melihat-Nya.

Mereka taati perintah-Nya, mereka jauhi larangan-Nya, mereka benarkan kabar-kabar-Nya, bersabar atas ujian-Nya, mereka baca dan dengarkan firman-Nya, mereka ikuti Nabi-Nya, menyeru kepada jalan-Nya, dan merindukan pertemuan dengan-Nya, Meskipun dengan segala kekurangan yang mereka miliki.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وُجُوهٌ۬ يَوۡمَٮِٕذٍ۬ نَّاضِرَةٌ (٢٢) إِلَىٰ رَبِّہَا نَاظِرَةٌ۬ (٢٣)

“Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri, melihat kepada Rabb mereka”

(QS Al-Qiyāma :22-23)

Saudaraku, jalan ke surga adalah jalan yang penuh dengan rintangan. Tidak sampai ke sana kecuali orang yang bersabar.

Ada perintah yang harus dikerjakan, ada larangan yang harus dijauhi, dan ada ujian yang harus kita sabar menghadapinya.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Surga dikelilingi perkara-perkara yang dibenci dan neraka dikelilingi perkara-perkara yang menyenangkan”

(Hadīts riwayat Muslim).

Kesenangan dunia adalah kesenangan yang sedikit, Sebentar dan banyak kekurangan.

Sedangkan kesenangan akhirat adalah kesenangan yang sangat banyak, kekal selamanya dan tanpa ada kekurangan sedikitpun.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا (١٦) وَٱلۡأَخِرَةُ خَيۡرٌ۬ وَأَبۡقَىٰٓ (١٧)

“Akan tetapi kalian mendahulukan kehidupan dunia padahal akhirat lebih baik dan lebih kekal.”

(QS Al-A’lā : 16-17)

Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman yang artinya:

“Ketahuilah, bahwasanya kehidupan dunia hanyalah permainan, sesuatu yang melalaikan, perhiasan, saling berbangga di antara kalian, saling memperbanyak harta dan juga anak-anak. Seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kalian melihat warnanya menjadi kuning kemudian hancur. Dan di akhirat ada adzab yang keras dan ampunan dari Allāh serta keridhaan-Nya dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

(QS Al-Hadīd : 20)

Untuk mendapatkan surga bukan berarti seseorang harus meninggalkan seluruh kesenangan dunia.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla menciptakan dunia dan kenikmatannya supaya kita manfaatkan dengan baik untuk mencari ridha Allāh dan surga-Nya.

Orang yang tercela adalah orang yang menjadikan kebahagiaan di dunia sebagai tujuan dan melupakan kebahagiaan akhirat.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print