Rabu, 02 Juli 2025

Halaqah – 04 Beriman Dengan Nama Nama Khusus Malaikat

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Malaikat > Halaqah – 04 Beriman Dengan Nama Nama Khusus Malaikat

Halaqah – 04 Beriman Dengan Nama Nama Khusus Malaikat

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Malaikat

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-4 dari Silsilah Beriman Dengan Malaikat adalah “ Beriman Dengan Nama Khusus Malaikat ”
Diantara cara beriman dengan malaikat yaitu beriman dengan nama-nama khusus sebagian yang ada di dalam dalil yang shahīh.
Adapun yang tidak kita ketahui namanya dan mereka ini jauh lebih banyak, maka kita beriman secara global, artinya beriman dengan adanya mereka meskipun kita tidak mengetahui namanya.
Dan diantara malaikat yang kita ketahui namanya:
⑴ JIBRĪL
Allāh berfirman:

قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ

“Katakanlah: ‘Barangsiapa yang menjadi musuh Jibrīl maka sesungguhnya dia telah menurunkan wahyu ke dalam hatimu dengan izin Allāh’.” (Al-Baqarah 97)
⑵ MĪKĀIL
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

مَن كَانَ عَدُوًّا لِّلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِه ِوَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِّلْكَافِرِينَ

“Barangsiapa yang menjadi musuh bagi Allāh, malaikat-malaikatNya, Rasul-rasulNya, Jibrīl dan juga Mīkāil maka sesungguhnya Allāh adalah musuh bagi orang-orang yang kāfir.” (Al-Baqarah 98)
⑶ ISRĀFĪL
Di dalam sebuah hadits, diantara do’a iftitah yang dibaca oleh Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam ketika shalat malam adalah:

اللَّهُمَّ رَبَّ جبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ. اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Ya Allāh Rabbnya Jibrīl, Mīkāil dan Isrāfīl yang telah menciptakan langit dan juga mengetahui yang ghāib maupun yang kelihatan. Engkau menghukumi diantara hamba-hambaMu di dalam apa yang mereka perselisihkan. Maka tunjukilah aku yang benar di dalam apa yang diperselisihkan dengan izinMu, sesungguhnya Engkau memberikan petunjuk orang-orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus.” (HR. Muslim) I/534 Kitab Shalaatul Musaafiriin

⑷ MĀLIK
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ

“Mereka (penduduk neraka) memanggil: ‘Wahai Mālik, hendaklah Rabbmu mematikan kami.’ Maka Mālik berkata: ‘Sesungguhnya kalian akan tetap tinggal’.” (Az-Zukhruf 77)

⑸ MUNKAR & ⑹ NAKĪR
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِذَا قُبِرَ الْمَيِّتُ أَوْ قَالَ أَحَدُكُمْ أَتَاهُ مَلَكَانِ أَسْوَدَانِ أَزْرَقَانِ يُقَالُ لأَحَدِهِمَا الْمُنْكَرُ وَالآخَر النَّكِيرُ

“Apabila seorang mayyit atau salah seorang diantara kalian dikuburkan maka akan didatangi 2 orang malaikat yang hitam, yang biru. Dinamakan yang pertama adalah Munkar dan yang lain An-Nakīr.” (HR. Tirmidzi, hadits hasan no. 991)

⑺ HĀRŪT & ⑻ MĀRŪT

وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ ۚ

“Dan tidaklah Sulaiman kafir, akan tetapi syaithan-syaithanlah yang kafir. Mereka mengajarkan manusia sihir dan apa yang telah diturunkan kepada 2 orang malaikat di Bābil yang bernama Hārūt dan juga Mārūt.” (Al-Baqarah 102)
Dan yang selanjutnya, diantara nama khusus malaikat adalah:
⑼ AR-RA’D
Di dalam sebuah hadits datang orang-orang Yahudi kepada Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Kemudian mereka berkata:

يَا أَبَا الْقَاسِمَ أَخْبِرْنَا عَنِ الرَّعْدُ مَا هُوَ ؟

“Wahai Abul Qāsim (yaitu Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam), kabarkanlah kepada kami tentang Ra’d, apakah itu?”
Maka Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:

مَلَكٌ مِنَ المَلَائِكَةِ مُوَكَلٌ بِالسَّحَابَ مَعَهُ مَخَارِيقُ مِنْ نَّارٍ يَسُوقُ بِهَا السَحَابَ حَيْثُ شَاءَ الله

“Seorang malaikat di antara malaikat-malaikat yang diberi tugas untuk menggiring awan, bersamanya alat yang terbuat dari api untuk menggiring awan tersebut sesuai dengan kehendak Allāh.” (Hadīts shahīh, diriwayatkan oleh Tirmidzi no. 5121)
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah – 03 Beriman Dengan Nama Nama Umum Malaikat

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Malaikat > Halaqah – 03 Beriman Dengan Nama Nama Umum Malaikat

Halaqah – 03 Beriman Dengan Nama Nama Umum Malaikat

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Malaikat

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-3 dari Silsilah Beriman Dengan Malaikat adalah “Beriman dengan nama-nama umum malaikat”.
Malaikat adalah nama umum bagi makhluq yang mulia ini.
Diantara beriman dengan malaikat Allāh adalah beriman bahwasanya selain nama umum ini (yaitu malaikat), di dalam Al-Qurān Allāh juga memberi nama makhluq yang mulia ini dengan nama-nama umum yang lain.
Allāh menamai mereka sebagai:

⑴ Safarah (سَفَرَةٌ) artinya utusan-utusan.
Allāh berfirman:

بِأَيْدِي سَفَرَةٍ (15) كِرَامٍ بَرَرَةٍ ( 16)

“Di tangan para utusan yang mulia.” (‘Abasa 15-16)
Allāh menamai mereka dengan:

⑵ Junūd (جُنُوْدٌ), atau pasukan-pasukan.
Allāh berfirman, Allāh mengabarkan pertolongan kepada orang-orang yang beriman di perang Hunain.

ثُمَّ أَنزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَنزَلَ جُنُودًا لَّمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ(26

“Kemudian Allāh menurunkan ketenangannya kepada RasulNya dan orang-orang yang beriman dan menurunkan pasukan-pasukan yang tidak kalian lihat dan mengadzab orang-orang yang kafir. Dan yang demikian adalah balasan bagi orang-orang yang kafir.” (At-Taubah 26)

Dan Allāh menamai mereka dengan:
⑶ Al-Malaul A’la (الْمَلَأُ الأَعْلَى), atau sekumpulan makhluq yang paling atas.
Karena mereka adalah penghuni langit.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

مَا كَانَ لِيَ مِنْ عِلْمٍ بِالْمَلأِ الأَعْلَى إِذْ يَخْتَصِمُونَ

“Aku tidak memiliki ilmu sedikitpun tentang para malaikat ketika mereka saling berbantahan.” (Shād 69)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Selasa, 24 Juni 2025

Halaqah – 02 Beriman Dengan Keberadaan Malaikat Allah

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Malaikat > Halaqah – 02 Beriman Dengan Keberadaan Malaikat Allah

Halaqah – 02 Beriman Dengan Keberadaan Malaikat Allah

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Malaikat

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-2 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat adalah tentang “Beriman dengan keberadaan malaikat Allāh”.
Di antara beriman dengan malaikat-malaikat Allāh adalah beriman dengan keberadaan mereka.
Dan ilmu tentang keberadaan malaikat adalah termasuk ilmu yang darurat diketahui seorang Muslim.
Allāh telah mengabarkan tentang mereka di dalam Al-Qurān dan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam di dalam hadits-hadits yang shahīh. Disebutkan tentang:
• Sebagian nama-nama mereka
• Sifat-sifat mereka
• Amalan-amalan mereka
• Pertemuan mereka dengan sebagian Nabi dan orang-orang shālih.
Ini semua menunjukkan kepada kita tentang kebenaran keberadaan mereka.
Dan kaum Muslimin telah bersepakat tentang keberadaan malaikat Allāh, bahkan umat-umat yang mendustakan para Rasul, mereka mengakui keberadaan malaikat.
Sebagaimana Allāh sebutkan dalam beberapa ayat, di antaranya adalah:
Firman Allāh ‘Azza wa Jalla:

فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا هَذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُرِيدُ أَنْ يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَأَنْزَلَ مَلَائِكَةً مَا سَمِعْنَا بِهَذَا فِي آَبَائِنَا الْأَوَّلِينَ

“Maka berkatalah sekelompok orang-orang kāfir dari kaum Nūh: ‘Tidaklah orang ini kecuali manusia seperti kalian, ingin melebihi kalian. Dan seandainya Allāh menghendaki niscaya Allāh akan menurunkan malaikat. Kita tidak pernah mendengar hal ini dari nenek moyang terdahulu’.” (Al-Mu’minūn 24)
Dan di antara sifat seorang yang bertaqwa adalah beriman dengan perkara-perkara yang ghāib.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ

“Mereka beriman dengan yang ghāib.” (Al-Baqarah 3)
Tidak boleh seorang Muslim mengingkari keberadaan para malaikat atau ragu-ragu karena tidak pernah melihatnya atau tidak pernah mendengar suaranya. Dan tidak boleh menta’wilnya dengan ta’wil yang tidak berdasar.
Seperti perkataan bahwa malaikat hanyalah nama kekuatan yang baik dan bukan makhluq yang haqiqi.
Barangsiapa yang mengingkari keberadaan malaikat setelah datangnya ilmu yang jelas dan hujjah yang nyata maka sungguh dia telah kufur.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah – 01 Muqadimah Beriman Kepada Malaikat

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Malaikat > Halaqah – 01 Muqadimah Beriman Kepada Malaikat

Halaqah – 01 Muqadimah Beriman Kepada Malaikat

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Malaikat

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Pertama dari Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah ke-6 “Beriman Kepada Malaikat” adalah tentang “Muqaddimah Iman Dengan Malaikat”.
Diantara pokok-pokok keimanan yang harus diimani oleh seorang hamba adalah “Beriman dengan malaikat-malaikat Allāh”.
Al-Qurān, As-Sunnah dan Ijmā’ kaum Muslimin menunjukkan tentang wajibnya beriman dengan mereka. Dan kekufuran dengan malaikat adalah kekufuran dengan Allāh ‘Azza Wa Jalla.
Semakin seseorang mengetahui tentang malaikat Allāh secara terperinci maka akan semakin bertambah keimanannya dan akan semakin banyak manfaatnya.
Al-Malāikah (الملآئكة) adalah jamak dari malak (ملك) yang artinya adalah utusan.
Mereka adalah makhluq mulia dan dimuliakan. Allāh telah memilih mereka menjadi utusan Allāh kepada makhluqNya.
Allāh berfirman:

قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَ

“(Ibrāhīm) Berkata kepada malaikat ‘Kemudian apa yang menjadi maksud kalian, wahai para utusan?’.”
(Adz-Dzāriyāt 31)
Malaikat adalah makhluq Allāh yang diciptakan dari cahaya, tidak mengetahui jumlahnya kecuali Allāh. Allāh telah memilih mereka untuk beribadah kepada Allāh.
Beriman dengan malaikat adalah termasuk rukun Iman yang tidak sah keimanan seseorang sampai beriman dengan malaikat-malaikat Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ ۚ

“Rasūl telah beriman dengan apa yang diturunkan dari RabbNya dan juga orang-orang yang beriman. Masing-masing dari mereka beriman kepada Allāh dan malaikat-malaikatNya dan kitab-kitabNya dan Rasul-rasulNya. Kami tidak membeda-bedakan antara Rasul-rasulNya.” (Al-Baqarah 285)
Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَمَن يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Dan barangsiapa yang kufur kepada Allāh dan malaikat-malaikatNya dan kitab-kitabNya dan rasul-rasulNya dan juga hari akhir maka sungguh dia telah sesat dengan sesat yang jauh.” (An-Nisā 136)
Di dalam hadits Jibrīl yang masyhūr, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam ketika bertanya tentang “Apa itu iman?”:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

“Engkau beriman dengan Allāh dan malaikat-malaikatNya dan kitab-kitabNya dan rasul-rasulNya dan hari akhir dan engkau beriman dengan taqdir yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim I/8 dari Umar bin Khattab)
Dan cara beriman dengan malaikat-malaikat Allāh adalah:
⑴ Beriman dengan keberadaannya
⑵ Beriman dengan nama-namanya
⑶ Beriman dengan sifat-sifatnya
⑷ Beriman dengan amalan-amalan mereka
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah yang pertama ini. Dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Kamis, 19 Juni 2025

Halaqah – 75 Manfaat Mempelajari Iman Kepada Hari Akhir

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 75 Manfaat Mempelajari Iman Kepada Hari Akhir

Halaqah – 75 Manfaat Mempelajari Iman Kepada Hari Akhir

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-75 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah Manfaat Mempelajari Imān Kepada Hari Akhir.

Berimān kepada hari akhir memiliki manfaat yang banyak dan pengaruh yang baik bagi seorang muslim.

Diantaranya,

⑴ Mengingatkan seorang Muslim bahwa dunia hanyalah sebentar,dan bahwasanya hari kiamat dan hisāb mereka sudah dekat.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ

“Telah dekat bagi manusia hisāb mereka sedang mereka dalam kelalaian berpaling”

(QS Al Anbiyā : 1)

⑵ Mengingatkan seorang muslim supaya tidak tertipu dengan kenikmatan dunia.

Dan kenikmatan yang telah Allāh berikan kepada orang-orang kāfir didunia.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ * مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ

“Janganlah sekali-kali kamu tertipu dengan kegiatan orang-orang kāfir dinegeri-negeri.Kesenangan yang sedikit kemudian tempat kembali mereka adalah jahannam, dan jahannam adalah sejelek-jelek alas”

(QS Āl Imrān:196-197)

⑶ Mengingatkan seorang muslim bahwa kesuksesan yang sebenarnya adalah kesuksesan di akhirat.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Berfirman:

فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukan kedalam surga maka sungguh dia telah beruntung dan tidaklah kehidupan dunia kecuali kesenangan yang menipu”

(QS Āl Imrān:185)

⑷ Mengingatkan seorang muslim bahwa kehinaan dan kerugian yang sebenarnya adalah apabila seseorang masuk kedalam neraka.

Allāh berfirman menceritakan ucapan orang-orang yang berimān:

رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Wahai Rabb kami Sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukan kedalam neraka,maka sungguh Engkau telah menghinakannya dan tidak ada penolong bagi orang-orang yang zhālim”

(QS Āl Imrān:192)

⑸ Menguatkan kesabaran seorang muslim didalam menghadapi musibah-musibah dunia yang menimpanya.

Dia menyadari bahwasanya dirinya dan apa yang dia miliki adalah milik Allāh,dan akan kembali kepada Allāh.

⑹ Berimān kepada hari akhir mendidik seorang muslim supaya senantiasa ikhlās dalam beramal karena dia menyadari bahwasanya amalan yang ikhlās lah yang dapat bermanfaat dihari kiamat.

⑺ Mengingatkan seorang muslim tentang pentingnya bersegera dalam bertaubat dan beristighfār dari dosa.

Karena dosa adalah sebab bencana di akhirat.

⑻ Mengingatkan seorang muslim untuk senantiasa bersabar diatas ketaatan kepada Allāh dan bersabar dalam menjauhi kemaksiatan.

Dan semua itu jauh lebih ringan daripada adzab di akhirat.

⑼ Mengingatkan seorang muslim akan besarnya nikmat islām dan imān yang Allāh berikan kepadanya

Karena dengan sebab itulah Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan memberikan kebahagiaan kepadanya didunia dan di akhirat.

⑽ Mengingatkan seorang muslim akan bahaya nya kekāfiran, kesyirikan, dan kemunāfiqkan.

Dimana ketiganya adalah penyebab kekekalan didalam neraka.

⑾ Mendorong seorang muslim untuk semanggat berdakwah dijalan Allāh, mengajak saudara seislām untuk berpegang teguh dengan agamanya dan mengajak orang kāfir untuk masuk islām, supaya terhindar dari adzab yang kekal.

⑿ Menginggatkan kita tentang pentingnya berdo’a kepada Allāh, meminta kebahagiaan akhirat.

Diantara do’a didalam Al Qurān adalah:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Wahai Rabb kami,berikanlah kepada kami kebaikan didunia dan kebaikan di akhirat dan jagalah kami dari adzab neraka”

(QS Al Baqarah : 201)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah berdo’a:

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَل

“Yā Allāh aku meminta kepadamu surga dan apa mendekatkan kepada surga, baik ucapan ataupun perbuatan,dan aku berlindung kepadamu dari neraka dan apa yang mendekatkan kepada neraka, baik ucapan ataupun perbuatan”

(Hadīts Shahīh riwayat Ibnu Mājah)

Akhirnya kita berdo’a kepada Allāh, Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla menetapkan hati kita diatas agamanya, mengumpulkan kita semua didalam surga dan menjaga kita semua dari api neraka, Āmīn

Dan sampai bertemu kembali pada silsilah yang lain

وَآخِرُ دَعْوَانا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print