Rabu, 02 Juli 2025

Halaqah – 07 Beriman Dengan Sifat-Sifat Fisik Malaikat Bagian 2

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Malaikat > Halaqah – 07 Beriman Dengan Sifat-Sifat Fisik Malaikat Bagian 2

Halaqah – 07 Beriman Dengan Sifat-Sifat Fisik Malaikat Bagian 2

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Malaikat

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-7 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat Bagian yang ke-2”.
Sifat yang ke-5 bahwasanya:
⑸ Malaikat berbicara
Dalil di dalam Al-Qurān dan Hadīts banyak menunjukkan bahwasanya malaikat berbicara.
Mereka berbicara dengan Allāh, sebagaimana firman Allāh:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Dan ketika Rabbmu berkata kepada malaikat-malaikat: ‘Sesungguhnya Aku akan menjadikan di bumi seorang khalīfah.’ Mereka berkata: ‘Apakah Engkau menjadikan di bumi orang yang akan membuat kerusakan di dalamnya dan menumpahkan darah? Sedangkan kami bertasbih dan memujiMu dan mensucikanMu.’ Allāh berkata: ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui’.”(Al-Baqarah 30)
Mereka berbicara dengan para Nabi, sebagaimana ayat yang menceritakan pembicaraan mereka dengan Nabi Ibrāhīm (lihat Adz-Dzāriyāt 24-34).
Dan pembicaraan mereka dengan Nabi Lūth (lihat Surat Hūd ayat 81).
Dan di dalam hadīts Jibrīl, malaikat Jibrīl ‘alayhissalām berbicara dengan Nabi kita, Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam, bertanya tentang Islām, Īmān dan juga Ihsān (HR. Muslim)
Dan mereka berbicara dengan orang-orang shālih, sebagaimana firman Allāh menceritakan tentang pembicaraan malaikat kepada Maryam :

وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ

“Dan ketika para malaikat berkata: ‘Wahai Maryam, sesungguhnya Allāh telah memilihmu dan mensucikanmu dan memilihmu di antara wanita-wanita seluruh alam’.” (Āli ‘Imrān 42)
Mereka berbicara dengan penduduk surga (lihat Surat Ar-Ra’d 23-24).
Dan mereka berbicara dengan penduduk neraka (lihat Surat Ghāfir 49-50).
Dan diantara sifat malaikat, bahwasanya:
⑹ Malaikat memiliki kemampuan menjelma sebagai manusia dengan izin Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Allāh berfirman di dalam kisah Maryam:

فَاتَّخَذَتْ مِن دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَاإِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا

“Maka Maryam memasang hijāb (tabir) yang melindungi diri beliau dari keluarganya. Maka Kami pun mengutus kepadanya roh Kami (Jibrīl) maka Jibrīl menjelma di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna.” (Maryam 17)
Kisah Ibrāhīm dan Lūth bersama malaikat dan juga hadīts Jibrīl termasuk di antara dalil-dalil tentang sifat malaikat ini.
Dan hendaknya kita mewaspadai keyakinan sebagian orang yang mengingkari sifat ini, seperti kelompok Mu’tazilah, yang menganggap ini adalah khayalan orang yang melihat.
Itulah yang bisa kita sampaikan dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah – 06 Beriman Dengan Sifat-Sifat Fisik Malaikat Bagian 1

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Malaikat > Halaqah – 06 Beriman Dengan Sifat-Sifat Fisik Malaikat Bagian 1

Halaqah – 06 Beriman Dengan Sifat-Sifat Fisik Malaikat Bagian 1

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Malaikat

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-6 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat Bagian 1”.
Di antara beriman dengan malaikat-malaikat Allāh adalah beriman dengan sifat-sifat mereka yang telah dikabarkan oleh Allāh dan RasulNya.
Sifat-sifat malaikat ada 2;
⑴ Sifat-sifat fisik (penciptaan)
⑵ Sifat-sifat akhlaq (perangai)
Di antara sifat-sifat fisik malaikat:
⑴ Malaikat diciptakan dari cahaya.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

خُلِقَتِ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُوْرِ

“Diciptakan malaikat dari cahaya.” (HR. Muslim IV/2294) Kitab Az-Zuhd Wa Ar Raqaaiq
⑵ Malaikat memiliki sayap.
Ada di antara mereka yang memiliki 2 sayap, ada yang 3 sayap, 4 sayap bahkan ada yang lebih dari itu.
Allāh berfirman:

الحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلائِكَةِ رُسُلا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَّثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاء إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر

“Segala puji bagi Allāh yang menciptakan langit dan bumi, menjadikan malaikat-malaikat sebagai utusan yang memiliki sayap-sayap, ada yang 2, 3, 4. Allāh menambah di dalam penciptaanNya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allāh Maha Mampu untuk melakukan segala sesuatu.” (Fāthir 1)
‘Abdullāh bin Mas’ūd radhiyallāhu ‘anhu menceritakan bahwasanya Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat Jibrīl dan beliau memiliki 600 sayap.(HR. Bukhāri dan Muslim)
Sifat yang ke-3 bahwasanya,
⑶ Malaikat bukan laki-laki dan juga bukan juga perempuan.
Allāh berfirman:

أَمْ خَلَقْنَا الْمَلَائِكَةَ إِنَاثًا وَهُمْ شَاهِدُونَ

“Apakah Kami menciptakan malaikat sebagai wanita-wanita dan mereka menyaksikan?.” (Ash-Shāffāt 150)
Di dalam ayat di atas Allāh menafi’kan bahwasanya malaikat adalah perempuan.
Dan di sana tidak ada dalil yang shahīh bahwasanya mereka adalah laki-laki.
⑷ Malaikat tidak makan dan tidak minum.
Sebagaimana ketika Allāh menceritakan kisah Nabi Ibrāhīm bersama malaikat.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ (٢٤) إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلامًا قَالَ سَلامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ (٢٥) فَرَاغَ إِلَى أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ (٢٦) فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ (٢٧) فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۖقَالُوا لَا تَخَفْ ۖوَبَشَّرُوهُ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ (٢٨)

(24) Apakah telah datang kepadamu kabar tentang tentang tamu-tamu Ibrāhīm?
(25) Ketika mereka masuk rumah dan mengatakan “Keselamatan atasmu”. Ibrāhīm berkata: “Keselamatan atas kalian wahai kaum yang tidak dikenal”.
(26) Maka segeralah Ibrāhīm pergi ke keluarganya dan datang dengan membawa daging anak sapi yang gemuk.
(27) Kemudian menghidangkannya kepada mereka seraya berkata: “Kenapa kalian tidak memakannya?”.
(28) Maka timbullah rasa takut di dalam hati beliau maka mereka pun berkata: “Janganlah engkau takut”. Kemudian mereka pun memberi kabar gembira kepada Ibrāhīm dengan kedatangan seorang anak yang ‘ālim.”
(Adz-Dzāriyāt 24-28)
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdf

Halaqah – 05 Nama-nama Yang Tidak Benar Penisbahannya Kepada Sebagian Malaikat

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Malaikat > Halaqah – 05 Nama-nama Yang Tidak Benar Penisbahannya Kepada Sebagian Malaikat

Halaqah – 05 Nama-nama Yang Tidak Benar Penisbahannya Kepada Sebagian Malaikat

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Malaikat

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-5 dari Silsilah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah tentang “Nama-nama Yang Tidak Benar Penisbahannya Kepada Sebagian Malaikat.”
Di sana ada nama-nama malaikat yang masyhūr di kalangan kaum Muslimin akan tetapi tidak berdasarkan dalil yang shahīh.

⑴ IZRĀIL, sebagai nama dari malaikat pencabut nyawa.
Tidak ada dalil yang shahīh bahwa Izrāīl adalah nama dari malaikat pencabut nyawa.
Allāh di dalam Al-Qurān dan Nabi di dalam hadīts yang shahīh hanya menggunakan istilah “Malakul Maut” (malaikat kematian).
Allāh berfirman:

قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

“Katakanlah Malakul Maut (malaikat kematian) yang ditugaskan kepada kalian akan mewafatkan kalian kemudian kalian akan dikembalikan kepada Rabb kalian.” (As-Sajdah 11)
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

أُرْسِلَ مَلَكُ الْمَوْتِ إِلَى مُوسَى فَلَمَّا جَاءَهُ صَكَّهُ فَرَجَعَ إِلَى رَبِّهِ

“Diutus Malakul Maut kepada Mūsā, maka ketika malaikat tersebut mendatangi Mūsa, Nabi Mūsā menamparnya. Maka kembalilah malaikat tersebut kepada Rabbnya.” (Hadīts shahīh, riwayat Bukhāri VI/440 dan Muslim IV/1843, no.2372)

⑵ RIDHWĀN, sebagai nama dari seorang malaikat penjaga surga.
Tidak ada dalil yang shahīh bahwa Ridhwān adalah malaikat penjaga surga.
Allāh di dalam Al-Qurān dan Nabi di dalam hadīts yang shahīh hanya menggunakan istilah “Penjaga”, tanpa menyebut nama.
Allāh berfirman:

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا حَتَّى إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

“Dan digiring orang-orang yang bertaqwa kepada Rabb mereka ke surga dalam keadaan berkelompok-kelompok sehingga ketika mereka mendatanginya dan dibuka pintu-pintu surga dan berkatalah para penjaga surga kepada mereka: ‘Keselamatan atas kalian, kalian telah baik maka masuklah kalian ke dalam surga kekal selamanya’.” (Az-Zumār 73)
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

آتِي بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتفْتِحُ ، فَيَقُولُ الْخَازِنُ : مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ : مُحَمَّدٌ ، فَيَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ لَا أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ

“Aku akan mendatangi pintu surga pada hari kiamat. Maka aku meminta dibukakan, maka berkatalah Penjaga: ‘Siapakah engkau?’. Maka aku berkata: ‘Muhammad’. Maka dia berkata: ‘Denganmulah aku diperintah, aku tidak membukanya untuk seorangpun sebelummu’.” (HR. Muslim I/188 no. 197)
Demikian pula disana ada nama Ismā’īl, Syarāhīl, Harāhīl dan nama-nama malaikat yang lain yang tidak ada dalilnya.
Tidak boleh seorang Muslim memberi nama malaikat tanpa berdasarkan dalil yang shahīh.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah – 04 Beriman Dengan Nama Nama Khusus Malaikat

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Malaikat > Halaqah – 04 Beriman Dengan Nama Nama Khusus Malaikat

Halaqah – 04 Beriman Dengan Nama Nama Khusus Malaikat

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Malaikat

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-4 dari Silsilah Beriman Dengan Malaikat adalah “ Beriman Dengan Nama Khusus Malaikat ”
Diantara cara beriman dengan malaikat yaitu beriman dengan nama-nama khusus sebagian yang ada di dalam dalil yang shahīh.
Adapun yang tidak kita ketahui namanya dan mereka ini jauh lebih banyak, maka kita beriman secara global, artinya beriman dengan adanya mereka meskipun kita tidak mengetahui namanya.
Dan diantara malaikat yang kita ketahui namanya:
⑴ JIBRĪL
Allāh berfirman:

قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ

“Katakanlah: ‘Barangsiapa yang menjadi musuh Jibrīl maka sesungguhnya dia telah menurunkan wahyu ke dalam hatimu dengan izin Allāh’.” (Al-Baqarah 97)
⑵ MĪKĀIL
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

مَن كَانَ عَدُوًّا لِّلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِه ِوَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِّلْكَافِرِينَ

“Barangsiapa yang menjadi musuh bagi Allāh, malaikat-malaikatNya, Rasul-rasulNya, Jibrīl dan juga Mīkāil maka sesungguhnya Allāh adalah musuh bagi orang-orang yang kāfir.” (Al-Baqarah 98)
⑶ ISRĀFĪL
Di dalam sebuah hadits, diantara do’a iftitah yang dibaca oleh Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam ketika shalat malam adalah:

اللَّهُمَّ رَبَّ جبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ. اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Ya Allāh Rabbnya Jibrīl, Mīkāil dan Isrāfīl yang telah menciptakan langit dan juga mengetahui yang ghāib maupun yang kelihatan. Engkau menghukumi diantara hamba-hambaMu di dalam apa yang mereka perselisihkan. Maka tunjukilah aku yang benar di dalam apa yang diperselisihkan dengan izinMu, sesungguhnya Engkau memberikan petunjuk orang-orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus.” (HR. Muslim) I/534 Kitab Shalaatul Musaafiriin

⑷ MĀLIK
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ

“Mereka (penduduk neraka) memanggil: ‘Wahai Mālik, hendaklah Rabbmu mematikan kami.’ Maka Mālik berkata: ‘Sesungguhnya kalian akan tetap tinggal’.” (Az-Zukhruf 77)

⑸ MUNKAR & ⑹ NAKĪR
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِذَا قُبِرَ الْمَيِّتُ أَوْ قَالَ أَحَدُكُمْ أَتَاهُ مَلَكَانِ أَسْوَدَانِ أَزْرَقَانِ يُقَالُ لأَحَدِهِمَا الْمُنْكَرُ وَالآخَر النَّكِيرُ

“Apabila seorang mayyit atau salah seorang diantara kalian dikuburkan maka akan didatangi 2 orang malaikat yang hitam, yang biru. Dinamakan yang pertama adalah Munkar dan yang lain An-Nakīr.” (HR. Tirmidzi, hadits hasan no. 991)

⑺ HĀRŪT & ⑻ MĀRŪT

وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ ۚ

“Dan tidaklah Sulaiman kafir, akan tetapi syaithan-syaithanlah yang kafir. Mereka mengajarkan manusia sihir dan apa yang telah diturunkan kepada 2 orang malaikat di Bābil yang bernama Hārūt dan juga Mārūt.” (Al-Baqarah 102)
Dan yang selanjutnya, diantara nama khusus malaikat adalah:
⑼ AR-RA’D
Di dalam sebuah hadits datang orang-orang Yahudi kepada Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Kemudian mereka berkata:

يَا أَبَا الْقَاسِمَ أَخْبِرْنَا عَنِ الرَّعْدُ مَا هُوَ ؟

“Wahai Abul Qāsim (yaitu Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam), kabarkanlah kepada kami tentang Ra’d, apakah itu?”
Maka Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:

مَلَكٌ مِنَ المَلَائِكَةِ مُوَكَلٌ بِالسَّحَابَ مَعَهُ مَخَارِيقُ مِنْ نَّارٍ يَسُوقُ بِهَا السَحَابَ حَيْثُ شَاءَ الله

“Seorang malaikat di antara malaikat-malaikat yang diberi tugas untuk menggiring awan, bersamanya alat yang terbuat dari api untuk menggiring awan tersebut sesuai dengan kehendak Allāh.” (Hadīts shahīh, diriwayatkan oleh Tirmidzi no. 5121)
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah – 03 Beriman Dengan Nama Nama Umum Malaikat

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Malaikat > Halaqah – 03 Beriman Dengan Nama Nama Umum Malaikat

Halaqah – 03 Beriman Dengan Nama Nama Umum Malaikat

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Malaikat

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-3 dari Silsilah Beriman Dengan Malaikat adalah “Beriman dengan nama-nama umum malaikat”.
Malaikat adalah nama umum bagi makhluq yang mulia ini.
Diantara beriman dengan malaikat Allāh adalah beriman bahwasanya selain nama umum ini (yaitu malaikat), di dalam Al-Qurān Allāh juga memberi nama makhluq yang mulia ini dengan nama-nama umum yang lain.
Allāh menamai mereka sebagai:

⑴ Safarah (سَفَرَةٌ) artinya utusan-utusan.
Allāh berfirman:

بِأَيْدِي سَفَرَةٍ (15) كِرَامٍ بَرَرَةٍ ( 16)

“Di tangan para utusan yang mulia.” (‘Abasa 15-16)
Allāh menamai mereka dengan:

⑵ Junūd (جُنُوْدٌ), atau pasukan-pasukan.
Allāh berfirman, Allāh mengabarkan pertolongan kepada orang-orang yang beriman di perang Hunain.

ثُمَّ أَنزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَنزَلَ جُنُودًا لَّمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ(26

“Kemudian Allāh menurunkan ketenangannya kepada RasulNya dan orang-orang yang beriman dan menurunkan pasukan-pasukan yang tidak kalian lihat dan mengadzab orang-orang yang kafir. Dan yang demikian adalah balasan bagi orang-orang yang kafir.” (At-Taubah 26)

Dan Allāh menamai mereka dengan:
⑶ Al-Malaul A’la (الْمَلَأُ الأَعْلَى), atau sekumpulan makhluq yang paling atas.
Karena mereka adalah penghuni langit.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

مَا كَانَ لِيَ مِنْ عِلْمٍ بِالْمَلأِ الأَعْلَى إِذْ يَخْتَصِمُونَ

“Aku tidak memiliki ilmu sedikitpun tentang para malaikat ketika mereka saling berbantahan.” (Shād 69)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print