Selasa, 08 Juli 2025

Halaqah – 13 Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 2

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Malaikat > Halaqah – 13 Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 2

Halaqah – 13 Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 2

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Malaikat

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-13 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 2”.
Diantara orang-orang yang malaikat do’akan secara khusus adalah :
⑴ Orang yang shalat di shaf-shaf yang pertama ketika shalat berjama’ah.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصِلُّونَ عَلَى الصُّفُوفِ الأُولَ

“Sesungguhnya Allāh dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk orang-orang yang berada di shaf-shaf yang pertama”.
(Hadits shahih, riwayat Abū Dāwūd I/178 no. 664, An-Nasā’i II/90, dan Ibnu Mājah I/318 no. 997)
Dan mereka mendoakan untuk,
⑵ Orang-orang yang menyambung shaf dan menutupi celah-celah yang ada diantara shaf.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الَّذِينَ يَصِلُونَ الصُّفُوفَ وَمَن سَدَّ فُرْجَةً رَفَعَهُ اللهُ بِهَا دَرَجَة

“Sesungguhnya Allāh dan para malaikatNya bershalawat untuk orang-orang yang menyambung shaf. Dan barang siapa yang menutupi satu celah dalam shaf, maka Allāh akan mengangkatnya dengan satu derajat.”
(Hadits shahīh riwayat Ibnu Mājah I/318 no. 995)
Mereka juga mendoakan untuk,
⑶ Orang yang bershalawat atas Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصَلِّي عَلَيَّ إِلا صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلائِكَةُ مَا صَلَّى عَلَيَّ ، فَلْيُقِلَّ الْعَبْدُ مِنْ ذَلِكَ أَوْ لِيُكْثِرْ

“Tidak ada seorang Muslim yang bershalawat kepadaku, kecuali malaikat akan bershalawat untuknya selama dia masih bershalawat kepadaku. Maka hendaklah seorang hamba mempersedikit shalawat kepadaku atau memperbanyak.”
(Hadits hasan riwayat Ibnu Mājah I/294 no. 907)
Para malaikat juga mendoakan bagi,
⑷ Orang yang berinfaq fī sabīlillāh.
Di dalam sebuah hadits Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Tidak ada satu hari dimana para hamba memasuki waktu pagi, kecuali turun dua malaikat. Berkata salah satunya, “Yā Allāh, berilah ganti bagi orang yang berinfaq.” Dan berkata yang lain, “Yā Allāh, berilah kehancuran bagi orang yang menahan”, yaitu menahan diri dari infaq yang disyari’atkan.”
(HR. Bukhāri III/304, no. 1442 dan Muslim II/700 no. 1010)
Para ulama mengatakan:
“Do’a dengan diganti disini mencakup infaq dalam keta’atan yang wajib maupun yang sunnah, nafkah untuk keluarga, jamuan untuk tamu, dan yang semisalnya.”
Mereka para malaikat juga mendoakan bagi,
⑸ Orang-orang yang sahur.
Di dalam sebuah hadīts, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِين

“Sesungguhnya Allāh dan para malaikatNya bershalawat untuk orang orang yang sahur”.
(Hadits hasan riwayat Thabrāni di dalam Al-Ausath dan juga Ibnu Hibban dalam Al Mawaarid 880)
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Jumat, 04 Juli 2025

Halaqah – 12 Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 1

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Malaikat > Halaqah – 12 Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 1

Halaqah – 12 Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 1

🎙 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Malaikat

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-12 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 1”.
Diantara beriman dengan malaikat-malaikat Allāh adalah beriman dengan amalan-amalan mereka yang kita ketahui.
Amalan-amalan malaikat;
√ Ada yang berupa ibadah
√ Ada yang berupa tugas;
• √ Tugas yang berkaitan dengan alam semesta
• √ Tugas yang berkaitan dengan manusia
Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah menciptakan malaikat dan menjadikan mereka beribadah dengan ibadah-ibadah yang agung. Mereka adalah hamba-hamba Allāh yang dimuliakan.
Di antara bentuk ibadah mereka;
● ⑴ TASBĪH
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman menceritakan tentang ucapan para malaikat ketika Allāh menciptakan Ādam.
Mereka mengatakan :

وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ

“Sedangkan kami bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu.” (Al-Baqarah 30)
Dan mereka bertasbih siang dan malam tidak pernah jemu. Allāh berfirman:

فَإِنِ اسْتَكْبَرُوا فَالَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْأَمُونَ ۩

“Seandainya mereka sombong maka sesungguhnya malaikat-malaikat yang berada di sisi Rabbmu bertasbih untuknya siang dan malam dan mereka tidak jemu.” (Fushshilat 38)
Di dalam hadīts, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam ditanya tentang ucapan apa yang paling baik. Beliau bersabda:

مَا اصْطَفَى اللَّهُ لِمَلائِكَتِهِ أَوْ لِعِبَادِهِ : سُبْحَانَ اللَّهِ وَبَحِمْدِهِ

“Yang paling baik adalah ucapan yang Allāh pilih untuk para malaikatNya atau hamba-hambaNya yaitu ucapan ‘Subhānallāhi wa bihamdih’.” (HR. Muslim IV/209,no.2731)
Makna tasbīh adalah:
◆ Mensucikan Allāh dari segala sifat kekurangan yang tidak pantas bagi Allāh.
Dan,
◆ Menetapkan segala sifat kesempurnaan bagi Allāh.
Yang kedua, diantara ibadah para malaikat adalah;
● ⑵ MENDO’AKAN
Para malaikat secara umum mereka mendo’akan untuk orang-orang yang beriman, sebagaimana firman Allāh:

هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

“Dialah Allāh yang memuji kalian dan demikian malaikat-Nya mendo’akan kebaikan untuk kalian supaya Dia mengeluarkan kalian dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya. Dan Dia Allāh sangat sayang kepada orang-orang yang beriman.” (Al-Ahzāb 43)
Dan mendo’akan secara khusus bagi orang-orang yang beriman yang melakukan amal shālih tertentu, di antaranya adalah;
•⑴ Do’a mereka untuk pengajar agama.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ، لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

“Sesungguhnya Allāh dan malaikat-malaikat-Nya dan penduduk langit dan bumi sampai semut-semut di sarangnya dan ikan-ikan sungguh-sungguh mendo’akan kebaikan bagi seorang yang mengajarkan manusia kebaikan.” (Hadīts hasan riwayat Tirmidzi IV/154)
• ⑵ Mereka juga mendo’akan untuk orang yang menunggu didirikannya shalat dan orang yang duduk di masjid setelah shalat.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda di dalam sebuah hadīts yang diriwayatkan oleh Bukhāri I/171 no. 434 dan Muslim I/449-450:

الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ الَّذِي صَلَّى فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيْهِ تَقوْلُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ

“Para malaikat mendo’akan kebaikan untuk salah seorang di antara kalian selama dia berada di tempat shalatnya selama dia belum berhadats. Malaikat berkata: ‘Yā Allāh, ampunilah dia. Yā Allāh rahmatilah dia’.”
Di dalam riwayat Muslim, Beliau mengatakan:

لَا يَزَالُ الْعَبْدُ فِي صَلَاةٍ مَا كَانَ فِي مُصَلَّاهُ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ وَتَقُولُ الْمَلَائِكَةُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ حَتَّى يَنْصَرِفَ أَوْ يُحْدِثَ

“Senantiasa seorang hamba di dalam shalat selama dia berada di tempat shalat menunggu didirikannya shalat dan malaikat berkata: ‘Yā Allāh, ampunilah dia. Yā Allāh rahmatilah dia’, sehingga dia pergi atau berhadats.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah – 11 Beriman Dengan Sifat-Sifat Akhlaq Bagian 2

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Malaikat > Halaqah – 11 Beriman Dengan Sifat-Sifat Akhlaq Bagian 2

Halaqah – 11 Beriman Dengan Sifat-Sifat Akhlaq Bagian 2

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Malaikat

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-11 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Sifat-sifat Akhlaq Malaikat Bagian 2”.
Diantara sifat-sifat akhlaq malaikat adalah:
● Kedua: Sifat malu
Malu adalah sifat mulia yang membawa seseorang untuk meninggalkan yang buruk dan membawanya kepada akhlaq yang mulia, bahkan dia adalah termasuk cabang keimanan.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda berbicara tentang ‘Utsmān Ibnu ‘Affan radhiyallāhu ‘anhu:

أَلَا أَسْتَحِي مِنْ رَجُلٍ تَسْتَحِي مِنْهُ الْمَلَائِكَةُ؟

“Apakah aku tidak malu dari seorang laki-laki yang malaikat malu kepadanya?” (HR. Muslim IV/1866, no.2041 kitab “Fadhaa-ilush Shahaabah” bab “min fadhaa-ili Utsman”)
Imām An-Nawawiy rahimahullāh di dalam kitab beliau Al-Minhāj ketika menjelaskan hadīts ini, beliau berkata:

وَفِيهِ فَضِيلَةٌ ظَاهِرَةٌ لِعُثْمَانَ وَجَلَالَتُهُ عِنْدَ الْمَلَائِكَةِ وَأَنَّ الْحَيَاءَ صِفَةٌ جَمِيلَةٌ مِنْ صِفَاتِ الْمَلَائِكَةِ

“Di dalam hadīts ini ada keutamaan yang jelas bagi ‘Utsmān dan keagungan beliau di sisi para malaikat dan bahwasanya malu adalah sifat yang indah diantara sifat-sifat malaikat.” (Syarh an-Nawawi ‘alaa Muslim (XV/169
Dan di antara sifat-sifat akhlaq malaikat:
● Ketiga: Tidak sombong untuk beribadah kepada Allāh, merendahkan diri kepada Allāh
Dan tidak sombong untuk beribadah kepadaNya adalah sifat yang mulia. Allāh telah mensifati malaikat-malaikatNya dengan sifat yang mulia ini.

لَّن يَسْتَنكِفَ الْمَسِيحُ أَن يَكُونَ عَبْدًا لِّلَّهِ وَلَا الْمَلَائِكَةُ الْمُقَرَّبُونَ ۚ وَمَن يَسْتَنكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيْهِ جَمِيعًا

“‘Īsā Al-Masīh tidak menahan dirinya untuk menjadi seorang hamba Allāh, demikian pula malaikat-malaikat Allāh yang didekatkan. Dan barangsiapa yang menahan diri dari beribadah kepada Allāh dan sombong maka Allāh akan mengumpulkan mereka semuanya.” (An-Nisā 172)
Dan akan datang in syā Allāh pembahasan tentang ibadah-ibadah malaikat.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Rabu, 02 Juli 2025

Halaqah – 10 Beriman Dengan Sifat-Sifat Akhlaq Bagian 1

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Malaikat > Halaqah – 10 Beriman Dengan Sifat-Sifat Akhlaq Bagian 1

Halaqah – 10 Beriman Dengan Sifat-Sifat Akhlaq Bagian 1

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Malaikat

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-10 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat adalah “Beriman Dengan Sifat-sifat dan Akhlaq Malaikat Bagian 1.”
Diantara beriman dengan malaikat Allāh adalah beriman dengan akhlaq mereka diantaranya:
● Pertama: Mereka memiliki sifat Al-Karām dan Al-Birr
Malaikat memiliki sifat Al-Karām, artinya memiliki akhlaq yang mulia lagi terpuji. Dan mereka memiliki sifat Al-Birr, yang artinya banyak berbuat baik kepada orang lain.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

بِأَيْدِي سَفَرَةٍ (١٥) كِرَامٍ بَرَرَةٍ ( ١٦)

“Al-Qurān ditulis dengan tangan-tangan malaikat yang mulia akhlaqnya lagi berbuat baik.” (‘Abasa 15-16)
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ

“Orang yang mahir dalam membaca Al-Qurān maka dia bersama malaikat yang mulia akhlaqnya lagi banyak berbuat baik.”
(HR. Bukhāri dan Muslim)
Dan diantara kebaikan malaikat bahwasanya mereka banyak mendo’akan kebaikan bagi orang-orang yang beriman.
Allāh berfirman:

هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

“Dialah Allāh yang memuji kalian dan demikian malaikatNya mendo’akan kebaikan untuk kalian supaya Dia mengeluarkan kalian dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya. Dan Dia Allāh sangat sayang kepada orang-orang yang beriman.”
(Al-Ahzāb 43)
Demikian pula firman Allāh ‘Azza wa Jalla:

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْش وَمَنْ حَوْله يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبّهمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ (٧) رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آَبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (٨) وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (٩)

“Dan malaikat-malaikat yang memikul ‘Arsy dan malaikat-malaikat yang ada di sekitar ‘Arsy bertasbih dengan memuji Rabb mereka dan beriman dengan Allāh dan memohonkan ampun untuk orang-orang yang beriman. Mereka berkata: ‘Wahai Rabb kami, sungguh, rahmat dan ilmuMu meliputi segala sesuatu maka ampunilah dosa bagi orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalanMu dan jagalah mereka dari adzab neraka. Wahai Rabb Kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga Adn yang telah Engkau janjikan bagi mereka dan orang-orang yang shālih diantara bapak-bapak mereka, istri-istri mereka dan keturunan mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan jagalah mereka dari kejelekan-kejelekan. Dan barangsiapa yang Engkau jaga pada hari itu dari kejelekan maka sungguh Engkau telah merahmatinya dan itulah keberuntungan yang besar’.”
(Ghāfir 7-9)
Dan diantara kebaikan mereka (adalah) syafa’at mereka untuk orang-orang yang bertauhid.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَىٰ وَهُم مِّنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ

“Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengetahui amalan mereka (yaitu para malaikat) yang sudah berlalu maupun yang akan datang. Dan mereka tidak memberikan syafa’at kecuali bagi orang yang Allāh ridhai dan mereka takut kepada Allāh.”
(Al-Anbiyā 28)
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah – 09 Beriman Dengan Sifat-Sifat Fisik Malaikat Bagian 4

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Malaikat > Halaqah – 09 Beriman Dengan Sifat-Sifat Fisik Malaikat Bagian 4
Halaqah – 09 Beriman Dengan Sifat-Sifat Fisik Malaikat Bagian 4

Silsilah: Beriman Kepada Malaikat
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
Transkrip: ilmiyyah.com

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-9 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat Bagian ke-4.”

Di sana ada di antara malaikat yang Allāh atau Rasul-Nya sebutkan sifat fisiknya secara khusus. Di antaranya:

⑴ Malaikat Penjaga Neraka
Mereka adalah malaikat yang keras hatinya, tidak memiliki kasih sayang, dan sangat keras serta kuat badannya. Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api Neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu yang dijaga oleh para malaikat yang keras hatinya dan kuat badannya, yang mereka tidak memaksiati Allāh dalam perintah Allāh yang Allāh perintahkan kepada mereka. Dan mereka melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka.”
(Surah At-Tahrīm: 6)

⑵ Jibrīl ‘alayhissalām
Adalah malaikat yang kuat dan indah dipandang. Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى (٥) ذُومِرَّةٍ فَاسْتَوَى (٦)

“Muhammad telah diajari oleh malaikat Jibrīl yang sangat kuat yang memiliki rupa yang indah, maka dia menampakkan diri.”
(Surah An-Najm: 5-6)

Rasūlullāh ﷺ pernah bercerita tentang:

⑶ Salah satu malaikat pemikul ‘Arsy:

أُذِنَ لِى أَنْ أُحَدِّثَ عَنْ مَلَكٍ مِنْ مَلَائِكَةِ اللهِ مِنْ حَمَلَةِ الْعَرْشِ إِنَّ مَا بَيْنَ شَحْمَةِ أُذُنِهِ إِلَى عَاتِقِهِ مَسِيرَةُ سَبْعِ مِائَةِ عَامٍ

“Aku diizinkan untuk bercerita tentang seorang malaikat di antara malaikat-malaikat Allāh yang memikul ‘Arsy, sesungguhnya jarak antara cuping telinganya dan pundaknya sejauh 700 tahun perjalanan.”
(HR. Abū Dāwūd no 4727 dan hadīts ini shahīh)

Dan Beliau ﷺ bercerita tentang:

⑷ Malaikat yang bertugas meniup sangkakala
Beliau ﷺ bersabda:

إِنَّ طَرْفَ صَاحِبُ الصُورِ مُنْذُ وُكِلَ بِهِ مُسْتَعِدٌّ يَنْظُرُ نَحْوَ الْعَرْشِ مَخَافَةَ أَنْ يُؤْمَرَ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْهِ طَرْفَهُ كَأَنَّ عَيْنَيْهِ كَوكَبَانِ دُرِّيَانِ

“Sesungguhnya mata malaikat yang meniup sangkakala, semenjak diserahkan tugas senantiasa siap dan melihat ke arah ‘Arsy karena takut apabila diperintah sebelum dia berkedip, kedua matanya seperti 2 bintang yang bercahaya.”
(Hadīts shahīh riwayat Hakīm di dalam Mustadrak IV/558)

Dan telah berlalu sebuah hadīts bahwa:

⑸ Malaikat Munkar dan Nakīr
Disifati sebagai 2 malaikat yang hitam lagi biru. Maksudnya adalah hitam rupanya dan biru matanya, yang membuat takut orang yang melihatnya.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla menguatkan hati kita di dunia dan akhirat.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print