Selasa, 15 Juli 2025

Halaqah 02 ~ Pentingnya Beriman Dengan Kitab-Kitab Allah Dan Cara Beriman Dengan Kitab-Kitab Allah

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah ﷻ > Halaqah 02 ~ Pentingnya Beriman Dengan Kitab-Kitab Allah Dan Cara Beriman Dengan Kitab-Kitab Allah



Halaqah 02 ~ Pentingnya Beriman Dengan Kitab-Kitab Allah Dan Cara Beriman Dengan Kitab-Kitab Allah

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang kedua dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang Pentingnya Beriman Dengan Kitab-Kitab Allāh Dan Cara Beriman Dengan Kitab-Kitab Allāh.
Diantara yang menunjukkan pentingnya beriman dengan kitab-kitab Allāh, bahwasanya beriman dengan kitab-kitab Allāh secara global adalah termasuk pokok-pokok aqidah Islam & merupakan rukun yang ke-tiga dari enam rukun Iman yang tidak sah Iman seseorang kecuali dengan mengimani seluruh rukun Iman ini & telah berlalu haditsnya.
Kemudian diantara yang menunjukkan pentingnya bahwasanya beriman dengan kitab-kitab adalah sifat orang-orang yang beriman.
✓ Allāh berfirman :

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ…

“Rasul beriman dengan apa yang diturunkan kepadanya dari Rabb nya demikian pula orang-orang yang beriman semua beriman kepada Allāh, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya & Rosul-rosul-Nya”
[Surat Al-Baqarah 285] Diantara yang menunjukkan pentingnya bahwa Allāh telah menyuruh orang-orang yang beriman untuk mengatakan kami beriman kepada Allāh & apa yang diturunkan kepada kami.
✓ Allāh berfirman :

قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

“katakanlah oleh kalian kami beriman kepada Allāh dan apa yang diturunkan kepada kami & apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’qub & asbath dan apa yang diberikan kepada Musa & Isa dan apa yang diberikan kepada para Nabi dari Rabb mereka, kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka & kami menyerahkan diri kepada Allāh ”
[Surat Al-Baqarah 136] Diantara yang menunjukkan pentingnya beriman dengan kitab-kitab Allāh bahwasanya mengkufuri Kitab-kitab Allāh adalah sebuah kesesatan yang nyata.
✓ Allāh berfirman :

وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

” Dan barangsiapa yang kufur kepada Allāh, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rosul-rosul-Nya dan hari akhir maka sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang jauh ”
[Surat An-Nisa’ 136] Diantara hal yang menunjukkan pentingnya beriman dengan Kitab-kitab Allāh, bahwasanya Allāh telah menurunkan Kitab-kitab tersebut sebagai petunjuk bagi manusia, mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya menunjukkan jalan yang lurus yang dengannya mereka bahagia di dunia & akhirat.
✓ Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ ۚ

“Sesungguhnya kami telah menurunkan Taurat didalamnya ada petunjuk dan juga cahaya ”
[Surat Al-Ma’idah 44] ✓ Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

ۖ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ

” Dan Kami telah berikan kepada Isa, Injil didalamnya ada petunjuk dan juga cahaya ”
[Surat Al-Ma’idah 46] ✓ Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

“Kitab tersebut (Alqur’an) tidak ada keraguan didalamnya sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa”
[Surat Al-Baqarah 2]

Cara beriman dengan kitab-kitab Allāh adalah beriman dengan EMPAT PERKARA
⇒ Beriman bahwasanya kitab-kitab ini benar-benar turun dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla
⇒ Beriman dengan nama-nama Kitab yang kita ketahui namanya, sedangkan yang tidak kita ketahui maka kita beriman secara global
⇒ Membenarkan kabar-kabar yang shahīh didalam kitab-kitab tersebut seperti kabar-kabar Alqur’an & kabar-kabar Kitab sebelumnya yang belum dirubah
⇒Beramal, Ridho dan berserah diri dengan hukum-hukum yang belum dihapus didalam Kitab-kitab tersebut & semua kitab yang terdahulu telah manshuq atau telah terhapus hukumnya dengan Al-Quran.
Penjelasan ke-empat perkara ini InsyaAllah akan diperinci pada halaqah-halaqoh selanjutnya.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Senin, 14 Juli 2025

Kitab Secara Bahasa dan Syari’at Dan Wajibnya Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah ﷻ > Halaqah 01 ~ Pengertian Tentang Kitab Secara Bahasa dan Syari’at Dan Wajibnya Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh

Halaqah 01 ~ Pengertian Tentang Kitab Secara Bahasa dan Syari’at Dan Wajibnya Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang pertama dari Silsilah ‘Ilmiyyah 7 Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Pengertian Tentang Kitab Secara Bahasa & Syari’at Dan Wajibnya Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh.”
Diantara pokok-pokok keimanan yang harus diimani seorang hamba adalah beriman dengan kitab-kitab Allāh.
Semakin seseorang mengetahui tentang kitab-kitab Allāh secara terperinci maka:
✓Akan semakin bertambah keimanannya.
✓Akan semakin besar manfaatnya di dunia maupun di akhirat.

● PENGERTIAN KITĀB
◆ Secara Bahasa
Kitābun (كِتَابٌ) dalam bahasa Arab adalah mufrad (tunggal) dari kutubun (كُتُبٌ). Kitab artinya “yang ditulis”.

◆ Secara Syari’at
Yang dimaksud kitab-kitab disini adalah kitab-kitab yang Allāh turunkan kepada para rasulNya sebagai petunjuk bagi manusia, supaya mereka mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Al-Qurān, As-Sunnah dan Ijma’ kaum Muslimin menunjukkan tentang wajibnya beriman kepada kitab-kitab Allāh.
Dan bahwasanya kekufuran dengan kitab-kitab Allāh pada hakikatnya adalah kekufuran dengan Allāh.
● Dari Al-Qurān
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنزَلَ مِن قَبْلُ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kalian kepada Allāh dan RasulNya dan kitab yang telah diturunkan kepada RasulNya dan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya.
Dan barangsiapa yang kufur kepada Allāh, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya dan hari akhir maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang jauh.”
(QS An-Nisā: 136)

● Dari As-Sunnah
Sabda Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam ketika ditanya Jibrīl tentang “Apa itu Iman?”. Beliau mengatakan:

اْلإِيْمَانِ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

“Beriman adalah engkau beriman dengan Allāh, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya dan hari akhir dan engkau beriman dengan taqdir yang baik maupun yang buruk.”
(HR Muslim)

● Ijmā’
Telah berkata Ibnu Baththah rahimahullāh:

وكذلك وجوب الإيمان والتصديق بجميع ما جاءت به الرسل من عند الله، وبجميع ما قاله الله عز وجل فهو حقٌّ لازمٌ، فلو أن رجلاً آمن بجميع ما جاءت به الرسل إلا شيئاً واحداً، كان بردّ ذلك الشيء كافراً عند جميع العلماء

“Demikian pula wajibnya beriman dan membenarkan seluruh apa yang dibawa oleh para Rasul dari sisi Allāh dan beriman dengan seluruh yang Allāh ‘Azza wa Jalla katakan, ini adalah sebuah kewajiban.
Seandainya seseorang beriman dengan seluruh yang dibawa oleh Rasul kecuali satu hal maka dengan dia menolak satu hal tersebut jadilah dia kafir menurut seluruh ulama.”
(Al-Ibānah Ash-Shughra halaman 211)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah – 25 Buah Beriman Dengan Malaikat-Malaikat Allāh

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Malaikat > Halaqah – 25 Buah Beriman Dengan Malaikat-Malaikat Allāh

Halaqah – 25 Buah Beriman Dengan Malaikat-Malaikat Allāh

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Malaikat

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-25 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah tentang “Buah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh”.
Diantara buah beriman dan manfaat beriman dengan malaikat-malaikat Allāh di dunia dan di akhirat:
⑴ Beriman kepada malaikat adalah bagian dari mewujudkan keimanan yang tersebut keutamaan-keutamaannya di dalam Al-Qurān dan Hadīts.
Diantaranya adalah:
• Mendapatkan hidayah di dunia.
• Mendapatkan keamanan di akhirat.
• Masuk ke dalam surga.
• Dan lain-lain
⑵ Semakin mengagungkan Allāh.
Karena seseorang ketika mendengar tentang sangat besarnya seorang malaikat, dia menyadari bahwa Allāh yang menciptakan malaikat tersebut, lebih besar.
Dan seseorang apabila dia mendengar bahwa Allāh memiliki hamba-hamba yang sangat banyak, pasukan-pasukan, yang tidak mengetahui jumlahnya kecuali Allāh maka dia menyadari bahwa Allāh; Dialah Raja Yang Haq, Yang Berkuasa, Yang Maha Tinggi, Yang Maha Besar, Yang Mengatur seluruh perkara.
Maka keyakinan ini membawa dia untuk hanya menyembah kepada Allāh dan meninggalkan penyembahan kepada selain Allāh.
⑶ Menjadikan seseorang tawādhu’ dan jauh dari sifat sombong di dalam ibadahnya.
Karena dia mengetahui bahwa di sana ada para malaikat yang jauh lebih banyak ibadahnya kepada Allāh dan mereka tidak memaksiati Allāh.
⑷ Mengetahui rahasia-rahasia alam yang sangat teratur dan kejadian-kejadian yang ada di dalamnya.
Dan bahwasanya di sana ada malaikat-malaikat yang Allāh tugaskan dengan amalan-amalan yang berkaitan dengan alam semesta dan manusia.
⑸ Mencintai amal shalih.
Karena di sana ada malaikat yang menulis amal kebaikan dan di sana ada malaikat-malaikat yang mendo’akan dengan kebaikan bagi orang yang melakukan beberapa jenis amal shalih.
⑹ Membenci kemaksiatan dan menjauhinya.
Karena di sana ada malaikat-malaikat yang mencatat ucapan dan perbuatannya dan di sana ada malaikat-malaikat yang mendo’akan dengan kejelekan dan laknat bagi orang yang melakukan beberapa jenis kemaksiatan.
⑺ Meniru dan meneladani malaikat di dalam beribadah, keta’atan dan rasa takut mereka kepada Allāh.
⑻ Bersyukur kepada Allāh atas kenikmatan yang besar ini.
Dimana Allāh menugaskan kepada malaikat untuk melakukan beberapa amalan yang berkaitan dengan alam semesta dan manusia.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

Dengan demikian kita sudah menyelesaikan Silsilah ‘Ilmiyyah yang ke-6 tentang “Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh”.
Semoga apa yang kita sampaikan bermanfaat dan bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dan sampai bertemu kembali in syā Allāh pada Silsilah ‘Ilmiyyah yang ke-7 yaitu tentang “Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh”.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah – 24 Beberapa Penyimpangan Dalam Hal Beriman Dengan Malaikat

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Malaikat > Halaqah – 24 Beberapa Penyimpangan Dalam Hal Beriman Dengan Malaikat

Halaqah – 24 Beberapa Penyimpangan Dalam Hal Beriman Dengan Malaikat

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Malaikat

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-24 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah tentang “Beberapa Penyimpangan Dalam Hal Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh & Penjelasan Tentang Beberapa Hak Malaikat.”

● PENYIMPANGAN DALAM HAL BERIMAN DENGAN MALAIKAT ALLĀH
Diantara penyimpangan dalam hal iman dengan malaikat-malaikat Allāh adalah:
⑴ Mengingkari keberadaan malaikat.
⑵ Mengingkari sebagian malaikat dan amalannya.
⑶ Menyamakan antara jin dan malaikat.
⑷ Menyembah para malaikat.
Di dalam Al-Qurān, Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ يَقُولُ لِلْمَلائِكَةِ أَهَؤُلاءِ إِيَّاكُمْ كَانُوا يَعْبُدُونَ (٤٠) قَالُوا سُبْحَانَكَ أَنْتَ وَلِيُّنَا مِنْ دُونِهِمْ بَلْ كَانُوا يَعْبُدُونَ الْجِنَّ أَكْثَرُهُمْ بِهِمْ مُؤْمِنُونَ (٤١)

“Dan hari dimana Allāh mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allāh berkata kepada para malaikat, ‘Apakah mereka dahulu menyembah kalian?’ Para malaikat berkata, ‘Maha Suci Engkau, Engkaulah wali kami selain mereka, akan tetapi mereka dahulu menyembah jin, sebagian mereka beriman dengan jin-jin tersebut.” (Saba 40-41)
⑸ Memusuhi mereka.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ

“Barangsiapa yang memusuhi Allāh, malaikat-malaikatNya, rasul-rasulNya, Jibrīl & Mīkāil maka sesungguhnya Allāh musuh bagi orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah 98)
⑹ Meyakini bahwa malaikat berjenis kelamin wanita dan bahwasanya malaikat adalah anak wanita Allāh.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

فَاسْتَفْتِهِمْ أَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُونَ (١٤٩) أَمْ خَلَقْنَا الْمَلَائِكَةَ إِنَاثاً وَهُمْ شَاهِدُونَ (١٥٠)

“Maka tanyakanlah kepada mereka, ‘Apakah anak-anak wanita itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki? Ataukah Kami menciptakan malaikat-malaikat dengan jenis kelamin wanita sedangkan mereka menyaksikan?’.” (Ash-Shāffāt 149-150)

● HAK MALAIKAT ATAS KITA
Adapun hak malaikat atas kita yang harus kita lakukan, maka diantaranya adalah:
⑴ Mewujudkan beriman dengan 4 point yang sudah kita sampaikan.
⑵ Mencintai mereka dan menghormati mereka karena Allāh karena mereka adalah hamba-hamba Allāh yang dimuliakan dan tidak memaksiati Allāh.
⑶ Tidak mengejek dan menghina mereka atau menjadikan mereka sebagai bahan bercanda karena hal ini bisa mengeluarkan seseorang dari Islam.
⑷ Menghindari apa yang dibenci oleh malaikat, seperti gambar dan patung makhluq yang bernyawa dan memelihara anjing di rumah.
• Di dalam sebuah hadits Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلَا صُورَةُ

“Malaikat tidak memasuki sebuah rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar.” (HR Bukhāri & Muslim)
Dan diantara yang dibenci malaikat adalah,
• Memakan makanan yang membuat bau mulut tidak sedap seperti bawang merah dan bawang putih dalam keadaan mentah.
Dalam sebuah hadits dari Jābir radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu berkata:

نهى رسول الله – صلى الله عليه وسلم – عن أكل البصل والكراث، فغلبتنا الحاجة فأكلنا منها، فقال: من أكل من هذه الشجرة المنتنة فلا يقربن مسجدنا، فإن الملائكة تتأذى مما يتأذى منه الإنس

“Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam melarang dari memakan bawang merah dan kurrāts (bawang bakung). Maka suatu saat kami sangat butuh dan kamipun makan darinya. Kemudian Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata, ‘Barangsiapa yang memakan dari tanaman yang berbau ini maka janganlah dia mendekati masjid kami karena sesungguhnya malaikat merasa terganggu dengan apa yang merasa terganggu dengannya manusia.” (HR Bukhāri dan Muslim)
• Demikian pula dihindari meludah ke kanan ketika shalat maupun di luar shalat.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إذا قام أحدكم إلى الصلاة، فلا يبصق أمامه، فإنما يناجي الله ما دام في مصلاه، ولاعن يمينه؛ فإن عن يمينه ملكاً، وليبصق عن يساره، أو تحت قدمه فيدفنها

“Apabila salah seorang diantara kalian berdiri untuk shalat maka janganlah meludah ke depan karena sesungguhnya dia sedang menghadap Allāh selama masih di tempat shalatnya dan jangan pula meludah ke kanan karena di sebelah kanan ada malaikat dan hendaknya meludah ke kiri atau meludah ke bawah kakinya kemudian memendamnya.” (HR Bukhāri dan Muslim)
⇒ Maksud dari meludah ke kiri atau ke bawah kakinya di sini adalah adalah apabila di luar masjid.
⇒ Maksud memendamnya adalah apabila lantai masjid berupa tanah.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah – 23 Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 12

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Malaikat > Halaqah – 23 Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 12

Halaqah – 23 Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 12

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Malaikat

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-23 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 12”.
Diantara amalan malaikat & tugas mereka yang berkaitan dengan manusia adalah,

⑺ MENGHADIRI MAJLIS DZIKIR & MAJLIS ‘ILMU
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

.مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Dan tidaklah berkumpul sebuah kaum di rumah di antara rumah-rumah Allāh, mereka membaca kitab Allāh dan mempelajarinya di antara mereka kecuali akan turun atas mereka, ketenangan, akan menyelimuti mereka rahmat, menaungi mereka malaikat-malaikat, dan Allāh akan menyebut-nyebut mereka di hadapan para malaikat yang ada di sisiNya.” (HR Muslim)
Dan telah berlalu dalil yang lain pada halaqah ke-16.
⑻ MENCATAT ORANG-ORANG YANG HADIR SHALAT JUM’AT
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إذا كان يوم الجمعة وقفت الملائكة على باب المسجد يكتبون الأول فالأول ومثل المهجر كمثل الذي يهدي بدنة ثم كالذي يهدي بقرة ثم كبشا ثم دجاجة ثم بيضة فإذا خرج الإمام طووا صحفهم ويستمعون الذكر

“Apabila hari Jum’at berdiri para malaikat di pintu masjid menulis siapa yang pertama datang dan yang selanjutnya.
Dan permisalan orang yang berpagi-pagi datang seperti orang hadyu berupa unta.
Kemudian yang selanjutnya seperti orang yang menyembelih hadyu berupa sapi.
Kemudian yang selanjutnya seperti orang yang menyembelih hadyu berupa kambing.
Kemudian yang selanjutnya seperti orang yang menyembelih hadyu berupa ayam.
Kemudian yang selanjutnya orang yang membayar hadyu berupa telur.
Kemudian apabila keluar imam malaikat-malaikat tersebut melipat lembaran-lembaran catatan dan mendengarkan dzikir.”
(HR Bukhāri)
⇒ Yang dimaksud dengan hadyu adalah sesuatu yang dikirim ke tanah haram (kota Mekkah) dalam rangka beribadah kepada Allāh.
⇒ Ada di antaranya yang hukumnya wajib dan ada di antaranya yang hukumnya sunnah.

⑼ MENCABUT NYAWA MANUSIA
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman

قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

“Katakanlah; akan mewafatkan kalian malaikat maut yang telah ditugaskan kepada kalian kemudian kalian akan dikembalikan kepada Rabb kalian.” (As-Sajdah 11)
Di dalam hadīts Barā Ibnu ‘Ādzib yang diriwayatkan Imām Ahmad, Abū Dāwūd, Nasāi dan haditsnya shahih, malaikat maut akan dibantu oleh malaikat-malaikat yang lain.
Setelah malaikat maut mengeluarkan nyawa dari badan maka langsung diterima oleh malaikat-malaikat lain yang bertugas membawanya ke atas.
Ada di antara manusia tersebut yang baik dan shalih dan dibawa oleh malaikat-malaikat rahmat.
Dan ada manusia yang menzhalimi dirinya sendiri maka dibawa oleh malaikat-malaikat adzab.
Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلآئِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ

“Orang-orang yang diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan menzhalimi diri mereka sendiri.” (An-Nahl 28)
Dan Allāh berfirman:

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ

“Orang-orang yang diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan mereka baik.” (An-Nahl 32)

⑽ MENANYAI MANUSIA DI ALAM KUBUR, MEMBERI NIKMAT KUBUR & ADZAB KUBUR
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya
“Seorang hamba apabila diletakkan di kuburnya ditinggalkan dan pergi para sahabatnya, sampai-sampai dia mendengar suara sandal mereka.
Maka datanglah 2 malaikat dan mendudukkannya kemudian berkata, ‘Apa yang kalian katakan tentang laki-laki ini (Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam)?’
Dia berkata, ‘Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba Allāh dan RasulNya.’
Maka dikatakan kepadanya, ‘Lihat tempatmu di neraka, sungguh Allāh telah menggantikannya untukmu sebuah tempat di surga.’
Berkata Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam, ‘Maka orang tersebut melihat ke-2 tempat semuanya.’
Dan adapun orang yang kafir atau munafiq maka dia berkata, ‘Aku tidak tahu, aku dahulu mengatakan apa yang dikatakan manusia.’
Maka dikatakan kepadanya, ‘Kamu tidak tahu dan tidak mengikuti.’
Kemudian dipukul dengan palu dari besi dengan sebuah pukulan di antara 2 telinganya maka dia berteriak dengan sebuah teriakan yang di dengar oleh apa yang ada di sekitarnya kecuali jin dan manusia.”
(HR Bukhāri dan Muslim)
Dan diantara amalan malaikat yang berkaitan dengan manusia,

⑾ BERPERANG BERSAMA ORANG-ORANG YANG BERIMAN
Allāh menceritakan pertolonganNya kepada orang-orang yang beriman pada saat Perang Badr di dalam firmanNya:

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

“Ingatlah ketika kalian meminta pertolongan kepada Rabb kalian maka Allāh mengabulkan do’a kalian. Sesungguhnya Aku mengirimkan kepada kalian 1000 malaikat yang datang berturut-turut.” (Al-Anfāl 9)
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam sendiri melihat Jibrīl saat itu dan bersabda:

هَذَا جِبْرِيلُ آخِذٌ بِرَأْسِ فَرَسِهِ عَلَيْهِ أَدَاةُ الْحَرْبِ

“Ini adalah Jibrīl memegang kepala kudanya memakai alat-alat perang.” (HR Bukhāri)
Itulah sebagian amalan malaikat yang bisa kita sebutkan. Kewajiban kita adalah beriman dengan apa yang datang dari Allāh dan RasulNya.
Dengan demikian kita sudah menyelesaikan 4 point cara beriman dengan malaikat yang telah kita sebutkan di halaqah yang pertama.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print