Kamis, 17 Juli 2025

Halaqah 06 ~ Shuhuf Ibrahim

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah ﷻ > Halaqah 06 ~ Shuhuf Ibrahim

Halaqah 06 ~ Shuhuf Ibrahim

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-6 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Shuhuf Ibrāhīm”.

Shuhuf adalah jama’ dari shahīfah (صَحِيْفَةٌ) artinya adalah sesuatu yang digunakan untuk menulis di dalamnya.

◆ Shuhuf Ibrāhīm adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Ibrāhīm ‘alayhissalām.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى

“(Yaitu) Shuhufnya Ibrāhīm dan Mūsā.” (QS Al-A’lā: 19)
Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla juga berfirman:

أَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِي صُحُفِ مُوسَى (٣٦) وَإِبْرَاهِيمَ الَّذِي وَفَّى (٣٧)

“Apakah dia belum dikabarkan dengan apa yang ada dalam Shuhuf Mūsā dan juga Ibrāhīm yang telah menyempurnakan.” (QS An-Najm: 36-37)
Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah mengisyaratkan Shuhuf Ibrāhīm ini di dalam firmanNya:

قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ

“Katakanlah oleh kalian; Kami beriman kepada Allāh dan apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrāhīm.” (QS Al-Baqarah: 136)

◆ Shuhuf Ibrāhīm diturunkan di malam pertama di bulan Ramadhān.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

أنزلت صحف إبراهيم عليه السلام في أول ليلة من رمضان

“Telah diturunkan Shuhuf Ibrāhīm ‘alayhissalām pada malam yang pertama di bulan Ramadhān.” (HR Ahmad dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albāniy rahimahullāh)
⇒ Shuhuf ini tidak diketahui keberadaannya, namun diketahui sebagian kandungannya.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

أَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِي صُحُفِ مُوسَى (٣٦) وَإِبْرَاهِيمَ الَّذِي وَفَّى (٣٧) أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى (٣٨) وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى (٣٩) وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى (٤٠) ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَى (٤١) وَأَنَّ إِلَى رَبِّكَ الْمُنْتَهَى (٤٢) وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَى (٤٣) وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا (٤٤) وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَى (٤٥) مِنْ نُطْفَةٍ إِذَا تُمْنَى (٤٦) وَأَنَّ عَلَيْهِ النَّشْأَةَ الْأُخْرَى (٤٧) وَأَنَّهُ هُوَ أَغْنَى وَأَقْنَى (٤٨) وَأَنَّهُ هُوَ رَبُّ الشِّعْرَى (٤٩) وَأَنَّهُ أَهْلَكَ عَادًا الْأُولَى (٥٠) وَثَمُودَ فَمَا أَبْقَى (٥١) وَقَوْمَ نُوحٍ مِنْ قَبْلُ إِنَّهُمْ كَانُوا هُمْ أَظْلَمَ وَأَطْغَى (٥٢) وَالْمُؤْتَفِكَةَ أَهْوَى (٥٣) فَغَشَّاهَا مَا غَشَّى (٥٤)

“Apakah belum dikabarkan kepadanya tentang apa yang ada di dalam Shuhuf Mūsa dan Ibrāhīm yang telah menyempurnakan? Yaitu bahwasanya sebuah jiwa tidak menanggung dosa jiwa yang lain. Dan bahwasanya seorang manusia tidak memiliki kecuali apa yang dia usahakan. Dan bahwasanya usaha dia akan diperlihatkan kepadanya. Kemudian dibalas dengan balasan yang paling sempurna. Dan bahwasanya hanya kepada Rabbmu kesudahan. Dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis. Dan bahwasanya Dialah yang mematikan dan menghidupkan. Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan wanita dari air mani yang dipancarkan. Dan bahwasanya atasNyalah penciptaan yang lain yaitu kebangkitan. Dan bahwasanya Dia yang memberikan kecukupan dan menjadikan ridha. Dan bahwasanya Dia adalah Rabb bagi Asy-Syi’ra (yaitu nama sebuah bintang yang disembah). Dan bahwasanya Dialah yang menghancurkan kaum ‘Ād yang pertama. Demikian pula Tsamūd. Maka Dia tidak menyisakan. Dan juga kaum Nūh sebelumnya. Sesungguhnya dahulu mereka lebih zhalim dan lebih durhaka. Dan negeri-negeri kaum Lūth yang telah Allāh hancurkan. Maka Allāh menimpakan atas negeri itu adzab besar yang menimpanya.”
(QS An-Najm: 36-54)
Allāh Subhānahu wa Ta’āla juga berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى (١٤) وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى (١٥) بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (١٦) وَالْآَخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى (١٧) إِنَّ هَذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَى (٨) صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى (١٩)

“Sungguh beruntung orang yang membersihkan jiwa dan mengingat nama Rabbnya kemudian shalat. Akan tetapi kalian mendahulukan kehidupan dunia. Dan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya yang demikian ada di dalam Shuhuf yang terdahulu, yaitu Shuhuf Ibrāhīm dan Mūsa.” (QS Al-A’lā: 14-19)
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah 05 ~ Beriman Dengan Nama-nama Kitab-Kitab Allāh Yang Kita Ketahui Namanya

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah ﷻ > Halaqah 05 ~ Beriman Dengan Nama-nama Kitab-Kitab Allāh Yang Kita Ketahui Namanya

Halaqah 05 ~ Beriman Dengan Nama-nama Kitab-Kitab Allāh Yang Kita Ketahui Namanya

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang kelima dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah Beriman Dengan Nama-nama Kitab-Kitab Allāh Yang Kita Ketahui Namanya.
Diantara cara beriman dengan kitab-kitab Allāh adalah beriman dengan nama-nama kitab Allāh yang telah Allāh & Rasul-Nya beritahukan namanya kepada kita & kita ketahui namanya
⑴. Shuhuf Ibrahim & Shuhuf Musa
Shuhuf Ibrahim diturunkan kepada Nabi Ibrahim & Shuhuf Musa diturunkan kepada Nabi Musa alaihima salam
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ

“Yaitu Shuhufnya Ibrahim dan Musa ”
[Surat Al-A’la 19]

⑵. Az Zabur diberikan kepada Nabi Daud alaihi salam
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

ۚ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا

” Dan Kami telah berikan kepada Daud kitab Zabur ”
[Surat An-Nisa’ 163]

⑶. At Taurat yang diturunkan kepada Musa alaihi salam
⑷. Al Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa alaihi salam
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ

” Dia lah yang telah menurunkan kepadamu Al Kitab yaitu Alqur’an dengan hal membenarkan apa yang datang sebelumnya & Dialah yang telah menurunkan at Taurat & Injil”
[Surat Al-Imran 3]

⑸ Al Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ

“Bulan Ramadhan yang diturunkan didalamnya Al Quran ”
[Surat Al-Baqarah 185] Kita harus beriman dengan nama-nama kitab tersebut & Nabi yang diturunkan kepadanya adapun yang tidak kita ketahui namanya maka kita beriman secara global, maksudnya kita beriman bahwasanya setiap Rasul memiliki kitab namun tidak semua kita ketahui namanya sebagai firman Allāh :

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۖ

“Sungguh Kami telah mengutus Rasul-Rasul kami dengan keterangan-keterangan yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka Kitab-kitab & timbangan supaya manusia berlaku adil ”
[Surat Al-Hadid 25] Dan InsyaAllah akan datang penjelasan masing-masing dari kitab tersebut sesuai dengan apa yang Allāh & Rasul-Nya kabarkan didalam Alqur’an.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Selasa, 15 Juli 2025

Halaqah 04 ~ Beriman Bahwasanya Kitab Ini Benar-benar Turun Dari Allah

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah ﷻ > Halaqah 04 ~ Beriman Bahwasanya Kitab Ini Benar-benar Turun Dari Allah

Halaqah 04 ~ Beriman Bahwasanya Kitab Ini Benar-benar Turun Dari Allah

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-4 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah “Beriman Bahwasanya Kitab-kitab Ini Benar-benar Turun Dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla”.
Diantara cara beriman dengan kitab-kitab Allāh adalah:
⑴ Beriman bahwa kitab-kitab tersebut benar-benar;
• Turun dari Allāh.
• Merupakan kalamullāh dari Allāh bermulai.
⑵ Beriman bahwasanya Allāh telah;
• Berbicara secara hakikat dengan huruf dan maknanya.
• Berbicara sesuai dengan yang Dia kehendaki (dengan cara yang Allāh kehendaki) yang sesuai dengan keagungan Allāh ‘Azza wa Jalla.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنجِيلَ

“Dia telah menurunkan atasmu, Al-Kitāb (Al-Qurān) dengan haq, membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan Dialah yang telah menurunkan Taurāt dan Injīl.” (QS Āli ‘Imrān: 3)

Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنزِلَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَالنَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمْ

“Katakanlah: Kami beriman kepada Allāh dan apa yang diturunkan kepada Kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrāhīm, Ismā’īl, Ishāq, Ya’qūb dan juga asbāth dan apa yang diberikan kepada Mūsā, ‘Īsā dan para Nabi dari Rabb mereka.” (QS Āli ‘Imrān: 84)

✘ Tidak boleh seseorang mengatakan bahwa:
⇒ Taurat yang asli adalah ucapan Mūsā.
⇒ Injīl yang asli adalah ucapan ‘Īsā.
⇒ Al-Qurān adalah ucapan Muhammad.
Orang yang mengatakan bahwa kitab-kitab tersebut adalah ucapan manusia maka dia telah kufur dengan ayat-ayat Allāh.

Allāh berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآَيَاتِ الله لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَالله عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang kufur dengan ayat-ayat Allāh, mereka akan mendapatkan adzab yang pedih. Dan Allāh adalah Zat Yang Perkasa dan memiliki siksaan.” (QS Āli ‘Imrān: 4)
Allāh menceritakan tentang ucapan sebagian orang kafir yang mengatakan:

إِنْ هَٰذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِ

“Tidaklah Al-Qurān ini kecuali ucapan manusia.” (QS Al-Muddatstsir: 25)

Para rasul dan malaikat hanyalah sebagai perantara dalam menyampaikan kalamullāh.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَإِنَّهُ لَتَنزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (١٩٢) نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (١٩٣) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنذِرِينَ (١٩٤) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُّبِينٍ (١٩٥)

“Sesungguhnya dia (Al-Qurān) diturunkan dari Rabbul ‘Ālamīn, turun dengannya Ar-Rūhul Amīn (Jibrīl) atas hatimu (Nabi Muhammad) supaya engkau menjadi pemberi peringatan. Turun kitab tersebut dengan bahasa ‘Arab yang jelas.” (QS Asy-Syuarā: 192-195)
Adapun firman Allāh:

إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ

Yang Allāh sebutkan di dalam surat Al-Hāqqah ayat 40 dan Surat Takwīr ayat 19, yang artinya:
“Sesungguhnya dia (Al-Qurān) dalam ucapan Rasul yang mulia.”
Maka maksudnya adalah penyandaran ucapan kepada yang mengucapkan.
⇒ Di dalam Surat Al-Hāqqah, yang dimaksud “utusan” adalah Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
⇒ Di dalam surat At-Takwīr yang dimaksud “utusan” adalah malaikat Jibrīl ‘alayhissalām.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan in syā Allāh kita sambung pada halaqah-halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah 03 ~ Wahyu

Halaqah 03 ~ Wahyu



👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-3 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Wahyu”.
WAHYU
◆ Secara bahasa
Adalah pemberitahuan yang cepat dan samar.
Di dalam Al-Qurān, Allāh menyebutkan bahwa:
⑴ Allāh mewahyukan kepada ibu Nabi Mūsā ‘alayhissalām untuk menyusui Mūsā ‘alayhissalām.
⑵ Allāh mewahyukan kepada lebah untuk membuat sarang.
⑶ Allāh menyebutkan bahwa Nabi Zakariyya ‘alayhissalām mewahyukan kepada kaumnya dengan isyarat.
⑷ Allāh juga menyebutkan bahwasanya syaithān mewahyukan kepada wali-walinya.
Maka ini semua adalah wahyu menurut bahasa.
◆ Secara Syari’at
Adalah pemberitahuan Allāh kepada para NabiNya dengan apa yang Allāh ingin sampaikan kepada mereka;
⇒ baik berupa syari’at atau kitab.
⇒ baik dengan perantara atau tidak dengan perantara.
Dan wahyu inilah yang merupakan kekhususan para Nabi, sebagaimana firman Allāh:

إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَىٰ نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِن بَعْدِهِ ۚ َ

“Sesungguhnya Kami telah wahyukan kepadamu sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nūh dan nabi-nabi setelahnya.” (An-Nisā: 163)

Wahyu, Allāh sampaikan kepada para nabi menggunakan 3 cara:
● Cara Pertama | Allāh langsung mewahyukan ke hati nabi, yang diwahyukan.
Seperti sabda Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

إِنَّ رُوْحَ الْقُدُسِ نَفَثَ فِي رُوعِي أَنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ أَجَلَهَا وَتَسْتَوْعِبَ رِزْقَهَا ، فَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ وَلا يَحْمِلَنَّ أَحَدَكُمُ اسْتِبْطَاءُ الرِّزْقِ أَنْ يَطْلُبَهُ بِمَعْصِيَةٍ ، فَإِنَّ اللَّهَ لا يُنَالُ مَا عِنْدَهُ إِلا بِطَاعَتِهِ

“Sesungguhnya Rūhul Qudus (Jibrīl) telah meniupkan di dalam hatiku bahwa sebuah jiwa tidak akan meninggal sampai sempurna ajalnya dan sempurna rizqinya. Maka hendaklah kalian perbaiki cara mencari rizqi kalian. Janganlah sampai salah seorang diantara kalian mencari rizqi dengan maksiat karena melihat lambatnya rizqi, karena sesungguhnya tidak dicari apa yang ada di sisi Allāh kecuali dengan keta’atan kepadaNya.”
(HR Abū Nu’aim dalam Hilyatul Awliyā dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albāniy rahimahullāh)

● Cara Kedua | Allāh berbicara langsung dengan nabi tersebut dari balik hijab.
Sebagaimana Allāh berbicara langsung dengan Nabi Mūsā ‘alayhissalām, sebagaimana dalam firman Allāh:

وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا

“Dan Allāh berbicara dengan Mūsā dengan sebenar-benar pembicaraan.” (An-Nisā: 164)

● Cara 3 | Wahyu tersebut datang dengan perantaraan malaikat.
Sebagaimana turunnya Jibrīl membawa wahyu dari Allāh kepada para nabi dan rasul.

Dalil ke-3 cara ini:

وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِن وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَايَشَاءُ ۚ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ

“Dan tidaklah Allāh berbicara kepada manusia kecuali wahyu yang diwahyukan secara langsung atau berbicara kepadanya dari balik hijab atau Allāh mengutus seorang malaikat utusan kemudian malaikat tersebut mewahyukan dengan izin Allāh apa yang dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi Lagi Maha Bijaksana.” (Asy-Syūrā: 51)

Dan Jibrīl datang kepada nabi dengan membawa wahyu;
⇒ terkadang dengan wujudnya yang asli.
⇒ terkadang datang wahyu tersebut seperti kerincingan lonceng.
⇒ terkadang Jibrīl datang menjelma sebagai seorang manusia.
Al-Hārits Ibnu Hisyām radhiyallāhu ‘anhu pernah bertanya kepada Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَيْفَ يَأْتِيكَ الْوَحْيُ ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : “أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ ، وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ فَيُفْصَمُ عَنِّي ، وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ ، وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِي الْمَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ

“Wahai Rasūlullāh, bagaimana wahyu datang kepadamu?”
Maka Beliau Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata:
“Terkadang datang wahyu kepadaku seperti suara kerincingan lonceng dan inilah yang paling berat bagiku. Kemudian suara itu pergi dan aku sudah memahami apa yang dia katakan. Dan terkadang malaikat menjelma sebagai seorang laki-laki kemudian berbicara kepadaku dan akupun memahami apa yang dia ucapkan.”
(Muttafaqun ‘alayhi)
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah 02 ~ Pentingnya Beriman Dengan Kitab-Kitab Allah Dan Cara Beriman Dengan Kitab-Kitab Allah

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah ﷻ > Halaqah 02 ~ Pentingnya Beriman Dengan Kitab-Kitab Allah Dan Cara Beriman Dengan Kitab-Kitab Allah



Halaqah 02 ~ Pentingnya Beriman Dengan Kitab-Kitab Allah Dan Cara Beriman Dengan Kitab-Kitab Allah

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang kedua dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang Pentingnya Beriman Dengan Kitab-Kitab Allāh Dan Cara Beriman Dengan Kitab-Kitab Allāh.
Diantara yang menunjukkan pentingnya beriman dengan kitab-kitab Allāh, bahwasanya beriman dengan kitab-kitab Allāh secara global adalah termasuk pokok-pokok aqidah Islam & merupakan rukun yang ke-tiga dari enam rukun Iman yang tidak sah Iman seseorang kecuali dengan mengimani seluruh rukun Iman ini & telah berlalu haditsnya.
Kemudian diantara yang menunjukkan pentingnya bahwasanya beriman dengan kitab-kitab adalah sifat orang-orang yang beriman.
✓ Allāh berfirman :

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ…

“Rasul beriman dengan apa yang diturunkan kepadanya dari Rabb nya demikian pula orang-orang yang beriman semua beriman kepada Allāh, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya & Rosul-rosul-Nya”
[Surat Al-Baqarah 285] Diantara yang menunjukkan pentingnya bahwa Allāh telah menyuruh orang-orang yang beriman untuk mengatakan kami beriman kepada Allāh & apa yang diturunkan kepada kami.
✓ Allāh berfirman :

قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

“katakanlah oleh kalian kami beriman kepada Allāh dan apa yang diturunkan kepada kami & apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’qub & asbath dan apa yang diberikan kepada Musa & Isa dan apa yang diberikan kepada para Nabi dari Rabb mereka, kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka & kami menyerahkan diri kepada Allāh ”
[Surat Al-Baqarah 136] Diantara yang menunjukkan pentingnya beriman dengan kitab-kitab Allāh bahwasanya mengkufuri Kitab-kitab Allāh adalah sebuah kesesatan yang nyata.
✓ Allāh berfirman :

وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

” Dan barangsiapa yang kufur kepada Allāh, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rosul-rosul-Nya dan hari akhir maka sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang jauh ”
[Surat An-Nisa’ 136] Diantara hal yang menunjukkan pentingnya beriman dengan Kitab-kitab Allāh, bahwasanya Allāh telah menurunkan Kitab-kitab tersebut sebagai petunjuk bagi manusia, mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya menunjukkan jalan yang lurus yang dengannya mereka bahagia di dunia & akhirat.
✓ Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ ۚ

“Sesungguhnya kami telah menurunkan Taurat didalamnya ada petunjuk dan juga cahaya ”
[Surat Al-Ma’idah 44] ✓ Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

ۖ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ

” Dan Kami telah berikan kepada Isa, Injil didalamnya ada petunjuk dan juga cahaya ”
[Surat Al-Ma’idah 46] ✓ Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

“Kitab tersebut (Alqur’an) tidak ada keraguan didalamnya sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa”
[Surat Al-Baqarah 2]

Cara beriman dengan kitab-kitab Allāh adalah beriman dengan EMPAT PERKARA
⇒ Beriman bahwasanya kitab-kitab ini benar-benar turun dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla
⇒ Beriman dengan nama-nama Kitab yang kita ketahui namanya, sedangkan yang tidak kita ketahui maka kita beriman secara global
⇒ Membenarkan kabar-kabar yang shahīh didalam kitab-kitab tersebut seperti kabar-kabar Alqur’an & kabar-kabar Kitab sebelumnya yang belum dirubah
⇒Beramal, Ridho dan berserah diri dengan hukum-hukum yang belum dihapus didalam Kitab-kitab tersebut & semua kitab yang terdahulu telah manshuq atau telah terhapus hukumnya dengan Al-Quran.
Penjelasan ke-empat perkara ini InsyaAllah akan diperinci pada halaqah-halaqoh selanjutnya.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print