Sabtu, 09 Agustus 2025

Halaqah 20 ~ Kitab Al-Quran Bagian 6

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah ﷻ > Halaqah 20 ~ Kitab Al-Quran Bagian 6

Halaqah 20 ~ Kitab Al-Quran Bagian 6

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-20 dari Silsilah Beriman Dengan Kitab-Kitab Allāh adalah Kitab Al-Qurān (bagian 6).
Diantara Hak-hak Al-Qurān :
■ HAK 03 Mentadaburi
Allāh telah menurunkan Al-Qurān untuk dimengerti maknanya & di Tadaburi
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Kitab yang Kami turunkan kepadamu ber- Barakah supaya mereka Mentadaburi ayat-ayat nya & supaya orang-orang yang berakal mengingat”
[Surat Sad 29] Orang yang tidak Mentadaburi Al-Qurān maka ini menunjukkan kesesatan hati
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

“Apakah mereka tidak Mentadaburi Al-Qurān, ataukah didalam hati-hati tersebut ada kunci-kunci nya ”
[Surat Muhammad 24] Semakin seseorang banyak Mentadaburi Al-Qurān dan memahami maknanya maka akan semakin bertambah keimanannya, keyakinannya & kedekatannya kepada Allāh.
Semakin yakin tentang kebenaran agama ini dan semakin yakin bahwa Al-Qurān adalah dari Allāh Ta’ala.
Oleh karena itu seyogyanya seorang muslim & Muslimah mempelajari bahasa Arab yang dengannya dia bisa memahami Al-Qurān dan meluangkan waktunya untuk memikirkan & Mentadaburi ayat-ayat Allāh, membaca tafsir-tafsir Al-Qurān yang sesuai dengan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah seperti :
⇒ Tafsir Muyyasar
Yang diterbitkan Kompleks Percetakan Al-Qurān Kerajaan Raja Fahd di Madinah dan ini adalah Tafsir yang ringkas.
⇒ Tafsir Ibn Katsir
Untuk Tafsir yang agak luas
Dan mengikuti kajian-kajian yang membahas tentang Tafsir Al-Qurān dengan pemahaman yang benar, pemahaman para shahabat dan para salaf.
Dan Apabila seseorang ingin membaca terjemah Al-Qurān didalam bahasa Indonesia maka hendaklah ia berusaha untuk memilih terjemah yang paling bagus, yang sesuai dengan pemahaman yang benar, seperti :
Terjemah Al-Qurān dalam bahasa Indonesia yang dicetak oleh Kompleks percetakan Al-Qurān Kerajaan Raja Fahd di Madinah.
Dan perlu dia mengetahui bahwasanya tidak ada terjemah yang tidak memiliki kekurangan karena terjemah adalah amalan manusia.
Diantara hak-hak Al-Qurān adalah,

■ HAK 4 | MENGAMALKANNYA
Al-Qurān tidaklah diturunkan hanya sekedar dibaca dengan tartil dan tajwid, dihafal dan ditadabburi, akan tetapi juga:
✓Diamalkan.
✓Dilaksanakan perintahnya.
✓Dijauhi larangannya.
✓Dibenarkan kabar-kabarnya, baik dalam masalah ‘aqīdah, ibadah, akhlaq, mu’āmalah dan lain-lain.
Dahulu, para shahābat radhiyallāhu ‘anhum selain membaca Al-Qurān dan mengilmui, mereka juga mengamalkan.
Berkata ‘Abdullāh Ibnu Mas’ūd radhiyallāhu ‘anhu:

كَانَ الرَّجُلُ مِنَّا إِذَا تَعَلَّمَ عَشْرَ آيَاتٍ لَمْ يُجَاوِزْهُنَّ حَتَّى يَعْرِفَ مَعَانِيَهُنَّ وَالْعَمَلَ بِهِنَّ

“Dahulu seseorang dari kalangan kami (yaitu para shahābat) apabila mempelajari 10 ayat maka dia tidak meninggalkannya sehingga mempelajari maknanya dan beramal dengannya.

◆ Kalau kita tidak mengamalkan Al-Qurān maka Al-Qurān bisa menjadi hujjah atas kita.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ

“Dan Al-Qurān menjadi hujjah untukmu atau atasmu.” (HR Muslim)
⇒ Menjadi hujjah untukmu yaitu apabila kita amalkan maka bisa kita bermanfaat bagi kita di hari kiamat.
⇒ Menjadi hujjah atasmu yaitu apabila tidak kita amalkan maka akan memudharati kita di hari kiamat.
Kita memohon kepada Allāh ‘Azza wa Jalla semoga Allāh menjadikan kita termasuk orang-orang yang memiliki perhatian yang besar terhadap Al-Qurān, baik membaca dengan tartil, menghafal, memuraja’ah, mentadabburi maupun mengamalkannya.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah 19 ~ Kitab Al-Quran Bagian 5

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah ﷻ > Halaqah 19 ~ Kitab Al-Quran Bagian 5

Halaqah 19 ~ Kitab Al-Quran Bagian 5

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-19 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Kitab Al-Qurān (Bagian 5)”.
Sebagian nama-nama dan sifat-sifat Al-Qurān yang telah berlalu menunjukkan tentang kedudukan dan keutamaan Al-Qurān.
Oleh karena itu hendaklah seorang Muslim bersyukur kepada Allāh yang telah menurunkan kepada kita.
Dan diantara cara bersyukurnya adalah menunaikan hak-hak Al-Qurān.
Dan diantara hak-hak Al-Qurān:

■ HAK 1 | MEMBACANYA DENGAN TARTIL
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

“Dan hendaklah engkau mentartil Al-Qurān dengan sebenar-benar tartil.” (QS Al-Muzzammil: 4)
⇒ Mentartil artinya:
✓Membaca dengan pelan.
✓Membaca huruf-hurufnya dengan baik dan dengan memperhatikan:
• ⑴ Tempat-tempat wakaf (berhentinya).
• ⑵ Panjang pendeknya.
Sebagaimana dahulu Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam membacanya.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ ‏‏فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

“Orang yang mahir membaca Al-Qurān, bersama malaikat-malaikat yang mulia lagi baik. Dan orang yang membaca Al-Qurān sedangkan dia masih terbata-bata ketika membacanya dan susah baginya maka dia mendapatkan 2 pahala.”
(HR Bukhāri dan Muslim)
⇒ Dua pahala tersebut maksudnya adalah:
• Pahala membaca Al-Qurān.
• Dan pahala kesulitan yang dia alami.

Hendaknya seorang Muslim dan Muslimah;
⑴ Mempelajari ilmu tajwid dari seorang guru yang mumpuni dengan niat supaya bisa membaca Al-Qurān tersebut sebagaimana dibaca oleh Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
⑵ Mempraktekkannya dengan sering membaca Al-Qurān sehingga semakin mahir dia di dalam membaca Al-Qurān.
Dan di dalam sebuah hadits Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qurān dan mengajarkannya.” (HR Bukhāri)

Dan diantara hak Al-Qurān adalah:
■ HAK 2 | MENGHAFALNYA
Menghafal seluruh Al-Qurān bukanlah sebuah fardhu ‘ain bagi seorang Muslim, yang wajib adalah menghafal yang dengannya sah shalatnya.
Namun, tentunya sebuah kemuliaan tersendiri bagi seorang Muslim dan Muslimah ketika Allāh memilih qalbunya dari sekian banyak qalbu untuk menghafal Al-Qurān Kalāmullāh Rabbul ‘ālamīn, membacanya kapan dia kehendaki.
⇒ Dan semakin banyak dia menghafal tentunya semakin utama.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلا الظَّالِمُونَ

“Bahkan dia adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada-dada orang-orang yang diberi ilmu dan tidak mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zhalim.” (QS Al-‘Ankabūt: 49)

◆ Dan hendaklah seorang yang menghafal Al-Qurān memuraja’ah (mengulang-ulang terus) apa yang sudah dia hafal.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

تَعَاهَدُوْا هَذَا الْقُرْآنَ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنَ اْلإِبِلِ فِي عُقُلِهَا

“Hendaklah kalian mengulang-ulang Al-Qurān, maka demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya sungguh Al-Qurān lebih mudah terlepas (yaitu dari qalbu seseorang) daripada terlepasnya unta dari ikatannya.”
(HR Muslim)

◆ Selain itu, hendaknya orang yang menghafal Al-Qurān memperdengarkannya di hadapan Syaikh yang mumpuni dan meninggalkan kemaksiatan karena kemaksiatan dengan berbagai bentuknya memperburuk dan mempersulit hafalan Al-Qurān.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah 18 ~ Kitab Al-Quran Bagian 4

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah ﷻ > Halaqah 18 ~ Kitab Al-Quran Bagian 4

Halaqah 18 ~ Kitab Al-Quran Bagian 4

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-18 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Kitab Al-Qurān (Bagian 4)”.
Allāh ‘Azza wa Jalla juga mensifati Al-Qurān dengan beberapa sifat yang memiliki makna yang agung yang juga menunjukkan keutamaannya.
Diantara sifat-sifat tersebut:
■ SIFAT PERTAMA | ‘AZĪZ
Artinya: yang mulia, dimuliakan oleh Allāh dengan dijaga dari segala perubahan.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالذِّكْرِ لَمَّا جَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang ingkar dengan adz-dzikru (yaitu Al-Qurān) ketika datang kepada mereka dan sesungguhnya dia adalah kitab yang mulia.” (QS Fushshilat: 41)

■ SIFAT KEDUA | MAJĪD
Artinya: agung lagi mulia.
⇒Maksudnya: agung maknanya dan luas ilmunya.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيدٌ

“Bahkan dia adalah Al-Qurān yang agung.” (QS Al-Burūj: 21)

■ SIFAT KETIGA | KARĪMUN
Artinya: mulia lagi banyak manfaatnya, besar kebaikannya dan dalam ilmunya.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ

“Sesungguhnya dia adalah Al-Qurān yang mulia.” (QS Al-Wāqi’ah: 77)

■ SIFAT KEEMPAT | MUBĀRAK
Artinya: yang berbarakah (yang banyak manfaatnya dan banyak membawa kebaikan).
⇒ Kebaikan bagi yang membacanya, yang menghafalnya, yang mendengarnya, yang mentadabburinya, maupun yang mengamalkannya.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَهَـذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُّصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ

“Dan ini adalah kitab yang Kami turunkan berbarakah membenarkan apa yang datang sebelumnya.” (QS Al-An’ām: 92)
Diantara sifat-sifat Al-Qurān adalah,
■ SIFAT KELIMA | FASHL
Artinya: yang benar dan jelas, memisahkan antara yang haq dan yang bāthil.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّهُ لَقَوْلٌ فَصْلٌ

“Sesungguhnya dia (yaitu Al-Qurān) adalah ucapan yang memisahkan (yaitu antara yang haq dan yang bāthil).” (QS Ath-Thāriq: 13)

Dan diantara sifat Al-Qurān adalah,
■ SIFAT KEENAM | HAKĪM
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

الم (١) تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ (٢) هُدًى وَرَحْمَةً لِّلْمُحْسِنِينَ (٣)

“Alif Lam Mim. Itu adalah ayat-ayat kitab yang hakīm, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat baik.” (QS Luqmān: 1-3)
Hakīm artinya:
•✓Memiliki hikmah dan kebijaksanaan yang mendalam.
•✓Ayat-ayatnya muhkam, yaitu kokoh.
⇒ Dia kokoh karena:
⑴ Datang dengan lafazh yang paling fasih dan jelas yang mengandung makna yang dalam.
⑵ Tidak mungkin dirubah.
⑶ Kabar-kabar yang ada di dalamnya benar sesuai dengan kenyataan.
⑷ Tidak memerintah kecuali dengan sesuatu yang merupakan kebaikan bagi manusia dan tidaklah melarang kecuali dari sesuatu yang merupakan keburukan bagi manusia.
⑸ Tidak ada pertentangan di antara ayat-ayatnya.
Dan diantara sifat Al-Qurān adalah,

■ SIFAT KETUJUH | BERBAHASA ARAB YANG JELAS
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَإِنَّهُ لَتَنزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (١٩٢) نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (١٩٣) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنذِرِينَ (١٩٤) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُّبِينٍ (١٩٥)

“Dan sesungguhnya Al-Qurān diturunkan dari Rabb semesta alam, turun dengannya Ar-Rūhul Amīn (yaitu Jibrīl) atas hatimu supaya engkau termasuk orang-orang yang memberikan peringatan dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS Asy-Syuarā: 192-195)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah 17 ~ Kitab Al-Quran Bagian 3

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah ﷻ > Halaqah 17 ~ Kitab Al-Quran Bagian 3

Halaqah 17 ~ Kitab Al-Quran Bagian 3

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-17 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Kitab Al-Qurān (Bagian 3)”.
Al-Qurān memiliki nama-nama yang banyak yang menunjukkan keutamaannya,
diantaranya :
■ Pertama | AL-QURĀN
✓Ini adalah nama yang paling banyak di dalam Al-Qurān dan inilah yang paling masyhūr.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

“Apakah mereka tidak mentadabburi Al-Qurān? Dan seandainya itu dari selain Allāh niscaya mereka akan mendapatkan di dalamnya perselisihan yang banyak.” (QS An-Nisā: 82)
■ Kedua | AL-KITĀB
Artinya “kitab”, dari kata كَتَبَ yang artinya “mengumpulkan”.
⇒ Dinamakan demikian karena dia mengumpulkan huruf dengan huruf, ayat dengan ayat, surat dengan surat.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

أَفَغَيْرَ اللَّهِ أَبْتَغِي حَكَمًا وَهُوَ الَّذِي أَنزَلَ إِلَيْكُمُ الْكِتَابَ مُفَصَّلًا ۚ

“Apakah kepada selain Allāh aku mencari hakim? Padahal Dialah yang menurunkan Al-Kitāb (yaitu Al-Qurān) secara terperinci.” (QS Al-An’ām: 114)
■ Ketiga | KITĀBULLĀH
Artinya “kitab Allāh”.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ

“Sesungguhnya orang-orang yang membaca Kitābullāh dan mendirikan shalat dan berinfaq dari sebagian harta yang Kami rezekikan kepadanya, baik dalam keadaan sembunyi maupun terang-terangan, mereka mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi.” (QS Fāthir: 29)
■ Keempat | AL-FURQĀN
Artinya “yang membedakan”, karena dia membedakan;
• Yang benar dengan yang bathil.
• Petunjuk dan kesesatan.
• Yang halal dan yang haram.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا

“Sungguh berbarakah Zat yang telah menurunkan Al-Furqān (yaitu Al-Qurān) kepada hambaNya supaya memberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS Al-Furqān: 1)
■ Kelima | ADZ-DZIKRU
✓Ada yang mengatakan artinya adalah “peringatan”, karena di dalamnya ada peringatan dan nasehat.
✓Dan ada yang mengatakan artinya adalah “penyebutan”, karena di dalam Al-Qurān disebutkan banyak permasalahan dan dalil-dalil yang jelas.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kamilah yang telah menurunkan Adz-Dzikru (yaitu Al-Qurān) dan sesungguhnya Kamilah yang menjaganya.” (QS Al-Hijr: 9)
Diantara nama-nama Al-Qurān adalah,
■ Keenam | HABLULLĀH
Artinya “tali Allāh”.
Dinamakan demikian karena dia menyampaikan kepada ridha Allāh.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ

“Dan hendaklah kalian semua berpegang teguh dengan hablullāh (yaitu Al-Qurān) dan janganlah kalian saling berpecah belah.” (QS Āli ‘Imrān: 103)
Di dalam sebuah hadits, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

وَأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ: أَوَّلُهُمَا كِتَابُ اللهِ فِيهِ الْهُدَى وَالنُّورُ فَخُذُوا بِكِتَابِ اللهِ ، وَاسْتَمْسِكُوا بِهِ فَحَثَّ عَلَى كِتَابِ اللهِ وَرَغَّبَ فِيهِ، ثُمَّ قَالَ: (وَأَهْلُ بَيْتِي أُذَكِّرُكُمُ اللهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي، أُذَكِّرُكُمُ اللهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي، أُذَكِّرُكُمُ اللهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي)

“Dan aku tinggalkan di antara kalian 2 perkara yang berat; yang pertama Kitābullāh, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya. Maka ambillah dengan kitabullāh dan berpeganglah dengannya. Maka beliaupun menganjurkan dan mendorong untuk berpegang teguh dengan kitabullāh. Kemudian Beliau berkata: ‘Dan keluargaku, aku ingatkan kalian kepada Allāh tentang keluargaku. Aku ingatkan kalian kepada Allāh tentang keluargaku. Aku ingatkan kalian kepada Allāh tentang keluargaku’.” (HR Muslim)
Di dalam sebuah riwayat, Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:

أحدهما كتاب الله عز وجل هو حبل الله من اتبعه كان على الهدى ومن تركه كان على ضلالة

“Yang pertama di antara keduanya adalah Kitābullāh, dia adalah hablullāh. Barangsiapa yang mengikutinya maka dia di atas petunjuk dan barangsiapa meninggalkannya maka dia di atas kesesatan.”
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Kamis, 17 Juli 2025

Halaqah 16 ~ Kitab Al-Quran Bagian 2

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah ﷻ > Halaqah 16 ~ Kitab Al-Quran Bagian 2

Halaqah 16 ~ Kitab Al-Quran Bagian 2

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Kitab – Kitab Allah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-16 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Kitab Al-Qurān (Bagian 2)”.
Diantara keistimewaan Al-Qurān,
■ Keistimewaan Keempat | Al-Qurān diturunkan secara berangsur-angsur.
Al-Qurān Allāh turunkan dari Lauhul Mahfūzh ke langit dunia di bulan Ramadhān, pada malam Laylatul Qadr.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ

“Bulan Ramadhān yang diturunkan di dalamnya Al-Qurān.” (QS Al-Baqarah: 185)
Dan Allāh berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qurān di malam Laylatul Qadr.” (QS Al-Qadr: 1)

◆ Kemudian, turun Al-Qurān secara berangsur-angsur sesuai dengan kejadian dan peristiwa selama 23 tahun.
✓Ada di antaranya yang turun sebelum hijrahnya Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam ke kota Madinah yang dinamakan surat-surat Makiyyah.
✓Dan ada diantaranya yang turun setelah hijrah Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam ke kota Madīnah yang dinamakan dengan surat-surat Madaniyyah.
◆ Dan diantara hikmah turunnya Al-Qurān secara berangsur-angsur adalah agar lebih mudah dihafal, dimengerti dan diamalkan.
Allāh berfirman:

وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلًا

“Dan Al-Qurān telah Kami pisah-pisahkan (yaitu diturunkan secara berangsur-angsur) supaya engkau wahai Muhammad membacakannya atas manusia pada beberapa waktu dan sungguh Kami telah benar-benar menurunkannya secara bertahap.” (QS Al-Isrā: 106)
Dan Allāh berfirman:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآَنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً كَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا

“Dan berkata orang-orang kafir seandainya diturunkan kepadanya Al-Qurān dengan sekali turun, demikianlah supaya Kami tetapkan hatimu dengannya dan Kami telah menjelaskan Al-Qurān dengan perlahan.” (QS Al-Furqān: 32)
Dan diantara keistimewaan Al-Qurān,
■ Keistimewaan Kelima | Al-Qurān adalah muhaymin bagi kitab-kitab sebelumnya.
Allāh berfirman:

وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ

“Dan Kami telah menurunkan kepadamu Al-Kitāb dengan haq yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan muhaymin kitab-kitab sebelumnya.” (QS Al-Māidah: 48)
⇒ Yang dimaksud dengan muhaymin adalah:
• Yang menjadi saksi
• Yang menghukumi
• Yang mengemban amanat
⇒ Maksudnya: apa yang sesuai dengannya berarti benar dan menyelisihinya berarti salah.
Diantara keistimewaan Al-Qurān,
■ Kesitimewaan Keenam | Bahwasanya Al-Qurān diturunkan agar menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan jin dan bukan untuk bangsa tertentu saja.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيراً

“Sungguh berbarakah Zat yang telah menurunkan Al-Furqān (yaitu Al-Qurān) kepada hambanya supaya memberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS Al-Furqān: 1)
◆ Seandainya seorang nabi yang diutus kepada kaum tertentu hidup di zaman Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam niscaya dia diharuskan mengikuti Al-Qurān dan mengikuti syari’at Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ مُوسَى كَانَ حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلَّا أَنْ يَتْبَعَنِي‏

“Demi Zat yang jiwaku berada di tanganNya, seandainya Mūsā hidup niscaya tidak ada pilihan baginya kecuali mengikuti aku.” (Hadits Hasan Riwayat Imām Ahmad)
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print