Rabu, 20 Agustus 2025

Halaqah-05 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 3

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Para Rasul Allah ๏ทป > Halaqah-05 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 3

Halaqah-05 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 3

๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A ุญูุธู‡ ู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰
๐Ÿ“— Beriman Kepada Para Rasul Allah ๏ทป

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†

Halaqah yang ke-5 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Rasul-Rasul adalah tentang Cara Beriman Dengan Para Rasul Bagian yang Ketiga”

Diantara cara beriman dengan para Rasul Allah

5. Meyakini dengan keyakinan yang dalam bahwa mereka (Para Rasul) adalah manusia
Menimpa mereka apa yang menimpa manusia yang lain, mereka makan, minum, mencari rezeki, menikah, memiliki keturunan, tertimpa sakit, terbunuh, meninggal dan lain-lain

Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ berfirman

ู‚ُู„ْ ุฅِู†َّู…َุง ุฃَู†َุง ุจَุดَุฑٌ ู…ِุซْู„ُูƒُู…ْ ูŠُูˆุญَู‰ٰ ุฅِู„َูŠَّ…

“Katakanlah sesungguhnya aku adalah manusia seperti kalian di wahyukan kepadaku” (Al-Kahfi : 110)

Dan Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ berfirman

… ู‚ُู„ْ ุณُุจْุญَุงู†َ ุฑَุจِّูŠ ู‡َู„ْ ูƒُู†ْุชُ ุฅِู„َّุง ุจَุดَุฑًุง ุฑَุณُูˆู„ًุง

“Katakanlah Maha Suci Rabbku tidaklah aku kecuali seorang manusia yang diutus” (Al-Isra : 93)

Mereka makan, minum dan mencari rezeki, Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ berfirman

ูˆَู…َุง ุฃَุฑْุณَู„ْู†َุง ู‚َุจْู„َูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْู…ُุฑْุณَู„ِูŠู†َ ุฅِู„َّุง ุฅِู†َّู‡ُู…ْ ู„َูŠَุฃْูƒُู„ُูˆู†َ ุงู„ุทَّุนَุงู…َ ูˆَูŠَู…ْุดُูˆู†َ ูِูŠ ุงู„ْุฃَุณْูˆَุงู‚ِ ۗ…

“Dan tidaklah kami mengutus sebelummu seorang Rasul kecuali mereka memakan makanan dan pergi ke pasar” (Al-Furqan : 20)

Mereka menikah dan memiliki keturunan, Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ berfirman

ูˆَู„َู‚َุฏْ ุฃَุฑْุณَู„ْู†َุง ุฑُุณُู„ًุง ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ِูƒَ ูˆَุฌَุนَู„ْู†َุง ู„َู‡ُู…ْ ุฃَุฒْูˆَุงุฌًุง ูˆَุฐُุฑِّูŠَّุฉً ۚ…

“Dan sungguh Kami telah mengutus para Rasul sebelummu dan kami telah menjadikan bagi mereka istri-istri dan keturunan” (Ar-Ra’d : 38)

Mereka ditimpa sakit, Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ berfirman tentang Nabi Ibrahim

ูˆَุฅِุฐَุง ู…َุฑِุถْุชُ ูَู‡ُูˆَ ูŠَุดْูِูŠู†ِ

“Dan apabila aku sakit, maka Allah Dialah yang menyembuhkan aku” (Ash-Shu’ara : 80)

Dan Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ berfirman tentang Nabi Ayyub

ูˆَุฃَูŠُّูˆุจَ ุฅِุฐْ ู†َุงุฏَู‰ٰ ุฑَุจَّู‡ُ ุฃَู†ِّูŠ ู…َุณَّู†ِูŠَ ุงู„ุถُّุฑُّ ูˆَุฃَู†ْุชَ ุฃَุฑْุญَู…ُ ุงู„ุฑَّุงุญِู…ِูŠู†َ

“Dan ingatlah Ayyub ketika dia memanggil Rabbnya sesungguhnya aku telah ditimpa sakit dan Engkau adalah Dzat Yang Maha Penyayang” (Al-Anbiya’ : 83)

Dari Abdullah Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu beliau berkata aku memasuki Rasulullah ๏ทบ sedangkan beliau dalam keadaan demam, maka aku berkata “Wahai Rasulullah sesungguhnya engkau demam dengan demam yang sangat” Beliau ๏ทบ mengatakan “iya sesungguhnya aku tertimpa demam sebagaimana dua orang diantara kalian tertimpa demam (HR Al Bukhรขri)

Mereka (para Rasulullah) meninggal dunia, sebagaimana firman Allah ‘azza wa jalla

ุฅِู†َّูƒَ ู…َูŠِّุชٌ ูˆَุฅِู†َّู‡ُู…ْ ู…َูŠِّุชُูˆู†َ

“Sesungguhnya engkau akan meninggal dan merekapun akan meninggal” (Az-Zumar : 30)

Dan Allah mengatakan:

ูˆَู…َุง ุฌَุนَู„ْู†َุง ู„ِุจَุดَุฑٍ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ِูƒَ ุงู„ْุฎُู„ْุฏَ ۖ ุฃَูَุฅِู†ْ ู…ِุชَّ ูَู‡ُู…ُ ุงู„ْุฎَุงู„ِุฏُูˆู†َ

“Dan tidaklah Kami bagi seorang manusia sebelummu kekekalan, apakah seandainya engkau meninggal dunia maka mereka akan kekal” (Al-Anbiya : 34)

Dan ada diantara mereka yang mati terbunuh, Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ berfirman

ู„َّู‚َุฏۡ ุณَู…ِุนَ ูฑู„ู„َّู‡ُ ู‚َูˆูۡ„َ ูฑู„َّุฐِูŠู†َ ู‚َุงู„ُูˆุٓงْ ุฅِู†َّ ูฑู„ู„َّู‡َ ูَู‚ِูŠุฑٌ۬ ูˆَู†َุญูۡ†ُ ุฃَุบูۡ†ِูŠَุงุٓกُ‌ۘ ุณَู†َูƒุۡชُุจُ ู…َุง ู‚َุงู„ُูˆุงْ ูˆَู‚َุชูۡ„َู‡ُู…ُ ูฑู„ุۡฃَู†ุۢจِูŠَุงุٓกَ ุจِุบَูŠุۡฑِ ุญَู‚ٍّ۬ ูˆَู†َู‚ُูˆู„ُ ุฐُูˆู‚ُูˆุงْ ุนَุฐَุงุจَ ูฑู„ุۡญَุฑِูŠู‚ِ (ูกูจูก

“Sungguh Allah telah mendengar ucapan orang-orang yang mengatakan _sesungguhnya Allah faqir dan kami adalah orang-orang kaya, sungguh Kami akan menulis apa yang mereka ucapkan dan pembunuhan mereka kepada para Nabi tanpa haq dan Kami akan katakan rasakanlah Azab yang membakar ini” (Ali-‘Imran : 181)

itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya

ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆ ุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆ ุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†
ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ّู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
image_pdfimage_print

Halaqah-04 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 2

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Para Rasul Allah ๏ทป > Halaqah-04 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 2

Halaqah-04 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 2

๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A ุญูุธู‡ ู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰
๐Ÿ“— Beriman Kepada Para Rasul Allah ๏ทป

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†

Halaqah yang ke-4 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Para Rasul adalah tentang Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian yang Kedua”

Diantara cara beriman dengan para Rasul

3. Meyakini bahwa para rasul benar-benar terlepas dari sifat dusta, penyembunyian ilmu dan pengkhianatan

Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ berfirman

ู‚َุงู„ُูˆุง ูŠَุง ูˆَูŠْู„َู†َุง ู…َู†ْ ุจَุนَุซَู†َุง ู…ِู†ْ ู…َุฑْู‚َุฏِู†َุง ۜ ۗ ู‡َٰุฐَุง ู…َุง ูˆَุนَุฏَ ุงู„ุฑَّุญْู…َٰู†ُ ูˆَุตَุฏَู‚َ ุงู„ْู…ُุฑْุณَู„ُูˆู†َ

“Mereka berkata “celaka kita, siapakah yang telah membangkitkan kita dari tempat istirahat kita, inilah yang dijanjikan oleh Ar-Rahman dan benarlah para Rasul” (Yasin : 52)

Dan Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ berfirman

ูˆَู„َูˆۡ ุชَู‚َูˆَّู„َ ุนَู„َูŠูۡ†َุง ุจَุนุۡถَ ูฑู„ุۡฃَู‚َุงูˆِูŠู„ِ (ูคูค)ู„َุฃَุฎَุฐูۡ†َุง ู…ِู†ูۡ‡ُ ุจِูฑู„ูۡŠَู…ِูŠู†ِ (ูคูฅ) ุซُู…َّ ู„َู‚َุทَุนูۡ†َุง ู…ِู†ูۡ‡ُ ูฑู„ูۡˆَุชِูŠู†َ (ูคูฆ) ูَู…َุง ู…ِู†ูƒُู… ู…ِّู†ۡ ุฃَุญَุฏٍ ุนَู†ูۡ‡ُ ุญَู€ٰุฌِุฒِูŠู†َ (ูคูง)

“Dan sekiranya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas nama Kami, pasti kami pegang dia pada tangan kanannya kemudian kami potong pembuluh jantungnya maka tidak seorang pun dari kalian yang dapat menghalangi Kami untuk menghukumnya” (Al-Haqqah : 44-47)

4. Keyakinan yang dalam bahwasanya mereka telah melaksanakan tugas mereka dengan sempurna dan sebaik-baiknya dan Allah tidak mewafatkan mereka kecuali setelah mereka menyampaikan secara sempurna risalah Allah kepada kaumnya

Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ berfirman

ุฑُุณُู„ًุง ู…ُุจَุดِّุฑِูŠู†َ ูˆَู…ُู†ْุฐِุฑِูŠู†َ ู„ِุฆَู„َّุง ูŠَูƒُูˆู†َ ู„ِู„ู†َّุงุณِ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุญُุฌَّุฉٌ ุจَุนْุฏَ ุงู„ุฑُّุณُู„ِ ۚ ูˆَูƒَุงู†َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَุฒِูŠุฒًุง ุญَูƒِูŠู…ًุง

“Rasul-Rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah Rasul-Rasul itu diutus Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (An-Nisa : 165)

Dan Allah berfirman

ูˆَู…َุง ุฃَุฑْุณَู„ْู†َุง ู…ِู†ْ ุฑَุณُูˆู„ٍ ุฅِู„َّุง ุจِู„ِุณَุงู†ِ ู‚َูˆْู…ِู‡ِ ู„ِูŠُุจَูŠِّู†َ ู„َู‡ُู…ْ

“Dan tidaklah Kami utus seorang rasul kecuali dengan bahasa kaumnya supaya dia menerangkan kepada mereka” (Ibrahim : 4)

itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆ ุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆ ุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†
ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ّู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
image_pdfimage_print

Halaqah-03 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 1

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Para Rasul Allah ๏ทป > Halaqah-03 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 1

Halaqah-03 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 1



๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A ุญูุธู‡ ู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰
๐Ÿ“— Beriman Kepada Para Rasul Allah ๏ทป

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†

Halaqah yang ke-3 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Rasul Allah “Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian yang Pertama”

Cara Beriman kepada para rasul Allah mengandung beberapa perkara

1. Keyakinan yang dalam bahwa kenabian dan kerasulan adalah pilihan dari Allah, Allah memberikannya kepada siapa yang memang berhak dan yang paling afdhal dan sempurna

Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ berfirman

ุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَุนْู„َู…ُ ุญَูŠْุซُ ูŠَุฌْุนَู„ُ ุฑِุณَุงู„َุชَู‡ُ ۗ

“Allah lebih tau dimana Allah meletakkan risalahNya” (Al-An’am : 124)

Dan Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ berfirman :

ุงู„ู„َّู‡ُ ูŠَุตْุทَูِูŠ ู…ِู†َ ุงู„ْู…َู„َุงุฆِูƒَุฉِ ุฑُุณُู„ًุง ูˆَู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุณِ ۚ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุณَู…ِูŠุนٌ ุจَุตِูŠุฑٌ

”Allah memilih Rasul-rasul dari kalangan malaikat dan dari kalangan manusia, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat ” (Al-Hajj : 75)

2. Keyakinan yang dalam bahwa mereka (Para Rasul Allah) adalah makhluk Allah yang paling sempurna baik ilmu, amalan, i’tiqad maupun penciptaan atau fisik mereka

Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ berfirman menceritakan tentang Nabi Nuh ุนَู„َูŠู‡ِ ุงู„ุณَّู„َุงู…ُ

ุฅِู†َّู‡ُ ูƒَุงู†َ ุนَุจْุฏًุง ุดَูƒُูˆุฑًุง

”Sesungguhnya dia (Nuh) adalah hamba yang banyak bersyukur” ( Al-Isra’ : 3)

Dan Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ berfirman

ุฅِู†َّ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…َ ู„َุญَู„ِูŠู…ٌ ุฃَูˆَّุงู‡ٌ ู…ُู†ِูŠุจٌ

”Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang penyantun lembut hati dan suka kembali (kembali kepada Allah)” ( Hud : 75)

Dan Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ berfirman

ู‚َุงู„ُูˆุง ู„َุง ุชَูˆْุฌَู„ْ ุฅِู†َّุง ู†ُุจَุดِّุฑُูƒَ ุจِุบُู„َุงู…ٍ ุนَู„ِูŠู…ٍ

“Mereka berkata “Janganlah engkau (wahai Ibrahim) takut sesungguhnya kami memberikan kabar gembira kepada dirimu dengan seorang anak yang ‘alim” (Al-Hijr : 53)

Yang dimaksud dengan anak tersebut adalah Nabi Ishaq ุนَู„َูŠู‡ِ ุงู„ุณَّู„َุงู…ُ dan Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ berfirman

ูŠَู€ٰูŠَุญูۡŠَู‰ٰ ุฎُุฐِ ูฑู„ฺۡชِุชَู€ٰุจَ ุจِู‚ُูˆَّุฉٍ۬‌ۖ ูˆَุกَุงุชَูŠูۡ†َู€ٰู‡ُ ูฑู„ุۡญُูƒูۡ…َ ุตَุจِูŠًّุ۬ง (ูกูข) ูˆَุญَู†َุงู†ًุ۬ง ู…ِّู† ู„َّุฏُู†َّุง ูˆَุฒَูƒَูˆٰุฉً۬‌ۖ ูˆَูƒَุงู†َ ุชَู‚ِูŠًّุ۬ง (ูกูฃ) ูˆَุจَุฑَّุۢง ุจِูˆَูฒู„ِุฏَูŠูۡ‡ِ ูˆَู„َู…ۡ ูŠَูƒُู† ุฌَุจَّุงุฑًุง ุนَุตِูŠًّุ۬ง (ูกูค

“Wahai Yahya ambillah kitab Taurat dengan sungguh-sungguh dan kami berikan hikmah kepadanya selagi dia masih kanak kanak dan kami jadikan rasa kasih sayang kepada sesama dari kami dan bersih dari dosa dan dia pun orang yang bertakwa dan sangat berbakti kepada kedua orang tuanya dan dia bukan orang yang sombong dan bukan pula orang yang durhaka” (Maryam : 12-14]

Dan Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ berfirman

ูˆَุฅِู†َّูƒَ ู„َุนَู„َู‰ٰ ุฎُู„ُู‚ٍ ุนَุธِูŠู…ٍ

”Dan sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) berada diatas akhlak yang agung” (Al-Qalam : 4)

Dan juga ayat-ayat yang lain yang menunjukkan tentang kesempurnaan para nabi dan para rasul Allah di dalam ilmu, amalan i’tiqad dan juga fisik mereka,

itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆ ุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆ ุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†
ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ّู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
image_pdfimage_print

Halaqah-02 Perbedaan Antara Nabi Dan Rasul

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Para Rasul Allah ๏ทป > Halaqah-02 Perbedaan Antara Nabi Dan Rasul

Halaqah-02 Perbedaan Antara Nabi Dan Rasul

๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A ุญูุธู‡ ู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰
๐Ÿ“— Beriman Kepada Para Rasul Allah ๏ทป

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†

Halaqah yang ke-2 dari Silsilah Beriman Kepada Para Rasul, Perbedaan Antara Nabi Dan Rasul

Dalil-dalil menunjukkan adanya perbedaan antara Nabi dan Rasul. Allah berfirman

ูˆَู…َุง ุฃَุฑْุณَู„ْู†َุง ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ِูƒَ ู…ِู†ْ ุฑَุณُูˆู„ٍ ูˆَู„َุง ู†َุจِูŠٍّ ุฅِู„َّุง ุฅِุฐَุง ุชَู…َู†َّู‰ٰ ุฃَู„ْู‚َู‰ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ُ ูِูŠ ุฃُู…ْู†ِูŠَّุชِู‡ِ

“Dan tidaklah kami mengutus seorang Rasul dan tidak pula seorang Nabi sebelum engkau (wahai Muhammad) melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan syaitan pun memasukkan godaan-godaan kedalam keinginannya tersebut” (Al-Hajj : 52)

Ayat diatas menunjukkan bahwa Rasul berbeda dengan Nabi.

Ada ulama yang mengatakan bahwa Rasul diberi wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikan, sedangkan Nabi diberi wahyu tetapi tidak diperintahkan untuk menyampaikan namun ini adalah pendapat yang lemah karena ternyata dalil menunjukkan bahwa Nabi juga diutus dan diperintah menyampaikan wahyu sebagaimana dalam Firman Allah

ูˆَู…َุง ุฃَุฑْุณَู„ْู†َุง ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ِูƒَ ู…ِู†ْ ุฑَุณُูˆู„ٍ ูˆَู„َุง ู†َุจِูŠٍّ ุฅِู„َّุง ุฅِุฐَุง ุชَู…َู†َّู‰ٰ ุฃَู„ْู‚َู‰ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ُ ูِูŠ ุฃُู…ْู†ِูŠَّุชِู‡ِ

“Dan tidaklah kami mengutus sebelummu seorang Rasul dan tidak pula seorang Nabi kecuali apabila dia berkeinginan maka syaitan memasukkan godaan-godaannya kedalam keinginannya tersebut” (Al-Hajj : 52)

Allah Mengatakan

“Dan tidaklah kami mengutus sebelummu seorang Rasul dan tidak pula seorang Nabi”

ini menunjukkan bahwa Nabi Juga diutus berarti dia diperintah untuk menyampaikan.

Demikian pula didalam hadits Rasulullah ๏ทบ bersabda

ุนُุฑِุถَุชْ ุนَู„َูŠَّ ุงู„ْุฃُู…َู…ُ ูَุฑَุฃَูŠْุชُ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ ูˆَู…َุนَู‡ُ ุงู„ุฑُّู‡َูŠْุทُ ูˆَุงู„ู†َّุจِูŠَّ ูˆَู…َุนَู‡ُ ุงู„ุฑَّุฌُู„ُ ูˆَุงู„ุฑَّุฌُู„َุงู†ِ ูˆَุงู„ู†َّุจِูŠَّ ู„َูŠْุณَ ู…َุนَู‡ُ ุฃَุญَุฏٌ

“Ditampakan kepadaku umat-umat, maka aku melihat seorang Nabi bersama beberapa orang dan aku melihat seorang Nabi bersama satu dan dua orang dan seorang Nabi dan tidak seorang pun yang bersama beliau” (HR Al Bukhรขri dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi juga diperintahkan untuk berdakwah dan menyampaikan risalah.

Dari sekian banyak pendapat tentang perbedaan antara Nabi dengan Rasul pendapat yang lebih dekat insyaa Allah adalah pendapat yang mengatakan

Bahwa Nabi adalah Orang yang Allah berikan wahyu diperintahkan untuk menyampaikan syariat sebelumnya dan diutus kepada kaum yang sudah mengetahui syariat tersebut

Dan inilah pendapat yang dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Syaikh Muhammad Al Amin As-Sinqity semoga Allah merahmati keduanya. Diantara dalilnya adalah firman Allah

…ุฅِู†َّุง ุฃَู†ْุฒَู„ْู†َุง ุงู„ุชَّูˆْุฑَุงุฉَ ูِูŠู‡َุง ู‡ُุฏًู‰ ูˆَู†ُูˆุฑٌ ۚ ูŠَุญْูƒُู…ُ ุจِู‡َุง ุงู„ู†َّุจِูŠُّูˆู†َ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุฃَุณْู„َู…ُูˆุง ู„ِู„َّุฐِูŠู†َ ู‡َุงุฏُูˆุง…

“…Sesungguhnya kami telah menurunkan Taurat didalamnya ada petunjuk dan cahaya yang para Nabi yang menyerahkan diri menghukumi dengan Taurat tersebut bagi orang-orang Yahudi…” (Al-Ma’idah : 44)

Di dalam ayat ini Nabi-nabi Bani Israil mereka menyampaikan syariat Nabi Musa yang ada didalam Taurat, adapun

Pengertian Rasul secara syariat mereka adalah orang yang Allah beri Wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikan syariat yang baru dan diutus kepada kaum yang menyelisihi perintah Allah

itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆ ุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆ ุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†
ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ّู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
image_pdfimage_print

Halaqah-01 Pengertian Rasulullah dan Dalil-Dalil atas Wajibnya Beriman Dengan Para Rasul

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Para Rasul Allah ๏ทป > Halaqah-01 Pengertian Rasulullah dan Dalil-Dalil atas Wajibnya Beriman Dengan Para Rasul

Halaqah-01 Pengertian Rasulullah dan Dalil-Dalil atas Wajibnya Beriman Dengan Para Rasul



๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A ุญูุธู‡ ู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰
๐Ÿ“— Beriman Kepada Para Rasul Allah ๏ทป

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†

Halaqah yang pertama dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Para Rasul Allah “Pengertian Rasulullah dan Dalil-Dalil atas Wajibnya Beriman Dengan Para Rasul”

Diantara pokok-pokok keimanan yang harus di imani oleh seorang hamba adalah beriman kepada para Rasul Allah

Rasuulun adalah bentuk tunggal dari rusulun, rasuulun artinya utusan, rusulun artinya utusan-utusan, Rasulullah artinya para utusan Allah. Mereka adalah manusia-manusia yang Allah pilih menjadi utusanNya kepada manusia dengan membawa risalah dari Allah untuk disampaikan kepada manusia. Allah berfirman :

…ู„َู‚َุฏْ ุฃَุฑْุณَู„ْู†َุง ุฑُุณُู„َู†َุง ุจِุงู„ْุจَูŠِّู†َุงุชِ…

“…Sunngguh Kami telah mengutus rasul rasul Kami dengan bukti bukti yang nyata…” (Al-Hadid 25)

Al-Quran, Assunnah dan Ijma’ kaum muslimin menunjukkan tentang wajibnya beriman dengan kepada para Rasul Allah dan kekufuran kepada rasul-rasul Allah adalah kekufuran kepada Allah.

Semakin seseorang mendalami tentang beriman kepada para Rasul secara terperinci maka akan semakin bertambah keimanannya dan akan semakin banyak manfaatnya, adapun dari Al-Quran maka Allah berfirman :

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุขู…ِู†ُูˆุง ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ ูˆَุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ุงู„َّุฐِูŠ ู†َุฒَّู„َ ุนَู„َู‰ٰ ุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ ูˆَุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ุงู„َّุฐِูŠ ุฃَู†ْุฒَู„َ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ُ ۚ ูˆَู…َู†ْ ูŠَูƒْูُุฑْ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู…َู„َุงุฆِูƒَุชِู‡ِ ูˆَูƒُุชُุจِู‡ِ ูˆَุฑُุณُู„ِู‡ِ ูˆَุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْุขุฎِุฑِ ูَู‚َุฏْ ุถَู„َّ ุถَู„َุงู„ًุง ุจَุนِูŠุฏًุง

“Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kepada Allah dan RasulNya dan Kitab yang telah diturunkan kepada RasulNya dan Kitab yang diturunkan sebelumnya dan Barangsiapa yang kufur kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya dan Rasul-rasulNya dan hari Akhir maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang jauh” (An-Nisa : 136)

Adapun dari Assunnah maka Nabi ๏ทบ bersabda ketika ditanya Malaikat Jibril tentang apa itu Iman?

ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ุฃَู†ْ ุชُุคْู…ِู†َ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ูˆَู…َู„ุงَุฆِูƒَุชِู‡ِ ูˆَูƒُุชُุจِู‡ِ ูˆَุฑُุณُู„ِู‡ِ ูˆَุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุขุฎِุฑِ ูˆَุชُุคْู…ِู†َ ุจِุงู„ْู‚َุฏَุฑِ ุฎَูŠْุฑِู‡ِ ูˆَุดَุฑِّู‡ِ

Beriman adalah engkau beriman kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya, Rasul-RasulNya dan hari Akhir dan engkau beriman dengan Takdir yang baik maupun yang buruk

Beliau (Malaikat Jibril) mengatakan ุตَุฏَู‚ْุชَ (engkau telah benar), hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Dan para Ulama berijma’ atas wajibnya beriman kepada rasul rasul Allah ‘azza wajalla.

itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆ ุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆ ุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†
ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ّู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
image_pdfimage_print