Jumat, 05 September 2025

Halaqah-14 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 12

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Para Rasul Allah ﷻ > Halaqah-14 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 12

Halaqah-14 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 12

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Para Rasul Allah ﷻ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Ke-14 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul ‘alayhimusssalam adalah tentang Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian yang Kedua belas.

Diantara contoh bahwa Allah menjadikan ayat-ayat seorang Nabi sesuatu yang sesuai dengan keadaan kaumnya adalah

④. Mukjizah Nabi Muhammad ﷺ yang berupa Al-Quran

Dizaman beliau, ﷺ bahasa Arab mencapai zaman ke-emasan, penyair penyair-penyair bertebaran, berlomba menyumbangkan kefasehannya dan kedalamannya didalam berbahasa

Maka Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dengan hikmahNya menjadikan ayat yang paling besar bagi Nabi Muhammad ﷺ adalah sebuah kitab yang diturunkan yang tidak mampu seseorang pun menandinginya,

Seandainya berkumpul seluruh manusia dan Jin untuk mendatangkan yang semisal dengan Al-Quran niscaya mereka tidak mampu, jangankan 1 Al-Quran, 10 surat pun mereka tidak mampu dan jangan kan 10 surat, 1 surat pun mereka tidak akan mampu

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

“Katakanlah “seandainya manusia dan jin berkumpul untuk mendatangkan yang semisal dengan Al-Quran niscaya mereka tidak akan bisa mendatangkan yang semisalnya, meskipun sebagian mereka membantu sebagian yang lain” (Al-Isra : 88)

Dan Allah berfirman

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ فَإِلَّمْ يَسْتَجِيبُوا لَكُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا أُنْزِلَ بِعِلْمِ اللَّهِ وَأَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Ataukah mereka berkata Muhammad telah mengada-ada? Katakanlah hendaklah kalian datangkan 10 surat yang dibuat–buat yang semisal dengan Al-Quran dan panggillah semampu kalian orang-orang selain Allah kalau kalian adalah orang-orang yang benar, kalau mereka tidak mampu memenuhi tantanganmu maka ketahuilah bahwa Al-Quran diturunkan dengan ilmu Allah dan bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia, apakah kalian menyerahkan diri ” ( Hud : 13-14)

Dan Allah berfirman

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

”Dan seandainya kalian ragu terhadap apa yang Kami turun kan kepada hamba Kami maka datang kanlah satu surat dan panggil lah oleh kalian saksi-saksi kalian selain Allah kalau kalian adalah orang-orang yang benar, seandainya kalian tidak bisa melakukannya dan kalian pasti tidak bisa melakukannya maka takutlah dengan Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu yang disediakan untuk orang-orang yang kafir ” (Al-Baqarah : 23-24)

Mereka Orang-orang kafir meragukan Al-Quran dan mengatakan bahwasanya Al-Quran bukan dari Allah, tetapi dari Muhammad dan dialah yang membuatnya maka Allah menantang mereka, kalau memang itu buatan manusia, seharusnya mereka juga bisa membuatnya apalagi mereka adalah orang-orang Arab yang fasih dan ahli didalam bahasa Arab, namun ternyata tidak ada diantara mereka yang bisa membuat yang semisal dengan Al-Quran dan ini menunjukkan bahwa Al-Quran adalah Kalamullah dan bukan kalam Muhammad ﷺ

Apalagi mereka mengetahui bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah seorang yang tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis dan beliau bukan tukang syair

Ini semua menunjukan bahwa Al-Quran adalah ayat (mu’jizah) yang menunjukkan kebenaran Nabi Muhammad ﷺ dan kebenaran apa yang beliau bawa dan seharusnya ini semua menjadikan mereka beriman dan mengikuti beliau ﷺ

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah-13 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 11

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Para Rasul Allah ﷻ > Halaqah-13 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 11

Halaqah-13 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 11

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Para Rasul Allah ﷻ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Ke-13 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul ‘alayhimussalam adalah tentang Beriman Kepada Para Rasul Bagian yang Kesebelas.

Diantara hikmah Allah menjadikan ayat-ayat seorang Nabi / mukjizat mereka adalah sesuatu yang sesuai dengan keadaan kaumnya dan lebih dahsyat supaya lebih menunjukkan kebenaran kenabian Nabi tersebut.

Diantara contohnya

① Kaum Nabi Sholeh (kaum Tsamud)

Yang terkenal sebagai kaum yang kuat dan biasa memahat gunung untuk dijadikan rumah.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:

وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِي الْأَرْضِ تَتَّخِذُونَ مِنْ سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ الْجِبَالَ بُيُوتًا ۖ…

“Dan ingatlah oleh kalian di waktu Allah menjadikan kalian pengganti-pengganti yang berkuasa sesudah kaum ‘Ad dan memberikan tempat kepada kalian di bumi, kalian mendirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kalian memahat gunung-gunung nya untuk dijadikan rumah”. (Al-A’raf : 74)

Ketika Nabi Sholeh alaihi wa sallam mendakwahi mereka, mereka meminta kepada beliau supaya mendatangkan ayat (tanda kebenaran beliau), akhirnya mereka meminta supaya keluar dari batu keras yang sudah mereka tentukan, unta merah yang sedang hamil 10 bulan. Setelah Nabi Shaleh mengambil peran dari mereka supaya beriman kalau permintaan dikabulkan, beliau pun berdoa kepada Allah, maka bergetarlah batu besar tersebut dan keluar dari nya unta dengan sifat yang mereka inginkan. Tentunya hal ini lebih dahsyat dari pada hanya memahat gunung untuk dijadikan rumah.

② Sihir

Di zaman Nabi Musa عَلَيهِ السَّلَامُ sangat banyak dan tersebar dan mereka adalah kaum yang sangat mengagungkan sihir dan tukang sihir dan diantara sihir mereka adalah menipu mata manusia seperti menyihir manusia sehingga mereka melihat tali dan tongkat seakan-akan dia adalah ular. Oleh karena itu diantara ayat yang Allah berikan kepada Nabi Musa عَلَيهِ السَّلَامُ adalah berubahnya tongkat menjadi ular secara hakikat dan bukan hanya tipuan mata dan tangan yang bersinar setelah dimasukkan ke dalam saku secara hakikat dan bukan hanya tipuan mata.

Allah berfirman

فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُبِينٌ
وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ

“Lalu Musa melemparkan tongkatnya tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang sebenarnya dan dia mengeluarkan tangannya dan tiba-tiba tangan itu menjadi putih bercahaya bagi orang-orang yang melihatnya” (Al-A’raf 107-108)

Maka para tukang sihir akhirnya mengetahui bahwa Nabi Musa عَلَيهِ السَّلَامُ memang diutus oleh Allāh dan merekapun masuk Islam dan sangat kuat keIslaman nya.

③ Ilmu kedokteran

Di zaman Nabi Isa عَلَيهِ السَّلَامُ sangat populer, oleh karena itu Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menguatkan Nabi ‘Isa dengan ayat-ayat yang berkaitan dengan penyakit dan penyembuhannya yang tidak mungkin dilakukan oleh seorang dokter atau ahli apapun dia Allah berikan beliau عَلَيهِ السَّلَامُ kemampuan menyembuhkan orang yang buta dari lahir, menyembuhkan orang yang berpenyakit kusta bahkan menghidupkan orang yang sudah mati.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman :

… وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي ۖ وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِي ۖ…

“Dan ingatlah ketika engkau membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin Ku kemudian engkau meniup nya lalu menjadi seekor burung yang sebenarnya dengan seizin Ku &dan ingatlah ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin Ku dan ingatlah ketika engkau mengeluarkan orang mati dari kubur menjadi hidup dengan seijin Ku ” (Al-Ma’idah : 110)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah-12 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 10

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Para Rasul Allah ﷻ > Halaqah-12 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 10

Halaqah-12 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 10

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Para Rasul Allah ﷻ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Kedua belas dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul ‘alayhimussalam adalah Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian yang Kesepuluh.

Di antara cara beriman kepada para rasul ‘alayhimussalam adalah keyakinan bahwa Allah telah menguatkan mereka dengan tanda-tanda kekuasaan-Nya sebagai pembenaran terhadap kenabian mereka. tanda-tanda kekuasaan ini telah tersebar dikalangan kaum muslimin dengan nama Mukjizat.

Al Mu’jizat adalah jamak dari Al Mu’jizah, yang secara bahasa artinya adalah yang melemahkan orang lain sehingga tidak bisa mendatangkan yang semisalnya

Lafadz ini tidak ada di dalam Al-Qur’an dan Al Hadits, yang sering digunakan adalah Al Ayat dan Al Bayyinat.

Al Ayat artinya adalah tanda-tanda kekuasaan, Al Bayyinat artinya adalah bukti-bukti yang jelas.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ ۖ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ…

“Dan sungguh Kami telah memberikan kepada Musa Al Kitab (At Taurat) dan Kami susulkan setelahnya para Rasul dan Kami berikan kepada Isa Ibn Maryam Al Bayyinat” (Al-Baqarah : 87)

Berkata Ibn Katsir rahimahullah ketika menafsirkan ayat ini

ولهذا أعطاه الله من البينات، وهي المعجزات

Oleh karena itu Allah memberikan kepada beliau (Nabi ‘Isa) Al Bayyinat dan maksudnya adalah Al Mu’jizat

Dan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

… وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَنْ يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ…

”Dan seorang Rasul tidaklah mendatangkan sebuah ayat kecuali dengan izin Allah” ( Ar-Ra’d : 38)

Rasulullah ﷺ bersabda

مَا مِنَ الأَنْبِيَاءِ مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ قَدْ أُعْطِيَ مِنَ الآيَاتِ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ، وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُ وَحْياً أَوْحَى الله إِلَيَّ، فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعاً يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Tidaklah ada seorang Nabi kecuali diberi tanda-tanda kekuasaan yang beriman dengannya manusia dan sesungguhnya yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang diwahyukan kepadaku maka aku berharap bahwa aku yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat (HR Al-Bukhari dan Muslim)

pengertian ayat atau mu’jizah adalah sesuatu diluar kebiasaan, diringi dengan tantangan dan pengakuan sebagai nabi tidak bisa ada yang melawannya, Allah sajalah yang menciptakannya sebagai pembenaran dan penguatan bagi para nabinya

yang dimaksud dengan sesuatu mencakup ucapan dan perbuatan dan di luar kebiasaan maksudnya diluar sesuatu yang menjadi kebiasaan kebiasaan manusia diringin dengan tantangan dan pengakuan sebagaia nabi kalimat ini yang membedakan antara ayat dengan karomah, tidak ada yang bisa melawannya kalimat ini yang memedakan antara ayat dengan sihir dan amalan setan, Allah sajalaj yang menciptakannya artinya ini bukan terjadi karena kehendak Nabi akan tetapi karena kehendak Allah ‘Azza wa jalla dan Dialah yang menciptakannya

Allah berfirman
Dan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

… وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَنْ يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ…

”Dan tidaklah seorang Rasul mendatangkan sebuah ayat kecuali dengan izin Allah” ( Ar-Ra’d : 38)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah-11 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 9

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Para Rasul Allah ﷻ > Halaqah-11 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 9

Halaqah-11 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 9

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Para Rasul Allah ﷻ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang kesebelas dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul adalah tentangCara Beriman Kepada Para Rasul ‘alayhimussalam Bagian yang Kesembilan.

Diantara cara beriman kepada para Rasul ‘alayhimussalam adalah wajib beriman kepada para Rasul secara terperinci maupun secara global.
Iman yang terperinci maksudnya adalah beriman dengan nama-nama, kabar-kabar, kisah-kisah para Nabi yang datang didalam Al-Quran dan Sunnah yang shahihah.
Adapun iman secara global maka yang dimaksud adalah beriman bahwa Allah memiliki Nabi-nabi dan Rasul-rasul selain yang disebut namanya didalam Al-Quran dan Al-Hadits.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ ۗ

“Dan sungguh Kami telah mengutus para Rasul sebelummu diantara mereka ada yang Kami kisahkan kepadamu dan diantara mereka ada yang tidak Kami kisahkan kepadamu” (Ghafir : 78]

Barangsiapa yang mendustakan dan mengingkari kenabian salah seorang dari para Nabi yang telah disepakati kenabiannya maka pada hakikatnya dia telah mengingkari seluruh Nabi yang demikian karena inti ajaran para Nabi ‘alayhimussalam adalah sama dan mendustakan sebagian mereka sama dengan mendustakan yang lain. Oleh karena itu Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:

كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ الْمُرْسَلِينَ

“Kaum Nuh telah mendustakan para Rasul” (Ash-Shu’ara : 105)

Mereka dianggap mendustakan para Rasul padahal tidak diutus kepada mereka kecuali Nabi Nuh, yang demikian karena mendustakan seorang Nabi sama dengan mendustakan semuanya.
Dan Allah berfirman

كَذَّبَتْ عَادٌ الْمُرْسَلِينَ

“Kaum ‘Ad mendustakan para Rasul” (Ash-Shu’ara : 123)

Dan Allah berfirman

كَذَّبَتْ ثَمُودُ الْمُرْسَلِينَ

“Kaum Tsamud mendustakan para Rasul” (Ash-Shu’ara : 141)

Dan Allah berfirman

كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ الْمُرْسَلِينَ

“Kaum Luth telah mendustakan para Rasul” (Ash-Shu’ara : 160)

Dan tidak datang kepada kaum Nabi Nuh (‘Ad Tsamud) dan kaum Nabi Luth kecuali seorang Rasul saja namun ketika mereka kafir terhadap Rasul tersebut maka pada hakikatnya mereka telah kafir kepada semua Rasul.
Orang yahudi yang mengaku beriman kepada Nabi Musa عَلَيهِ السَّلَامُ dan orang-orang Nashrani yang mengaku beriman dengan Nabi Isa عَلَيهِ السَّلَامُ kalau mereka kafir terhadap Nabi Muhammad ﷺ, telah mengetahui kedatangan beliau mereka akan masuk kedalam Neraka.
Rasulullah ﷺ bersabda:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ يَهُودِيٌّ، وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ، إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada ditanganNya tidaklah mendengar seorang pun dari umat ini baik Yahudi maupun Nashrani kemudian dia meninggal dunia dan tidak beriman dengan apa yang aku bawa kecuali dia masuk ke dalam Neraka

Adapun kalau kenabian pasti diperselisihkan seperti Khadir maka ada orang yang mengatakan beliau adalah Nabi dan ada yg mengatakan bahwa beliau adalah wali dan bukan Nabi dalam keadaan demikian maka orang yang yang mengatakan beliau adalah wali (bukan Nabi) tidak dikafirkan.

itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print

Halaqah-10 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 8

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Para Rasul Allah ﷻ > Halaqah-10 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 8

Halaqah-10 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 8

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Para Rasul Allah ﷻ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Ke-10 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul adalah tentang “Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian yang Ke Delapan”

Diantara cara beriman kepada para adalah keyakinan yang mendalam bahwasanya Allah telah memberikan beberapa keistimewaan bagi para Nabi dan Rasul.

Di antaranya

① Wahyu

Allah berfirman:

إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَىٰ نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ ۚ…

“Sesungguhnya Kami telah wahyukan kepada mu sebagaimana telah Kami wahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelah dia” (An-Nisa’ : 163)

Dan diantara keistimewaan para Nabi apabila meninggal dunia tidak diwarisi dan keluarganya tidak berhak untuk mewarisi hartanya. Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا نُورَثُ مَا تَرَكْنَا صَدَقَةٌ

kami tidak diwarisi apa yang kami tinggal adalah shadaqah (HR Al Bukhori dan Muslim)

Yang dimaksud dengan kami disini adalah seluruh para Nabi. Oleh karena itu ketika Rasulullah ﷺ meninggal dan datang kepada Abu Bakar As Siddiq untuk mengambil warisannya maka Abu Bakar mengatakan kepada Fatimah dengan hadits ini.

Di antara kelebihan dan keistimewaan para Nabi, bahwa Nabi dikubur di tempat dia meninggal dunia. Rasulullah ﷺ bersabda:

سنن الترمذي (١٠١٨): ما قبض الله نبيا إلا في الموضع الذي يحب أن يدفن فيه

Tidaklah Allah mencabut nyawa seorang Nabi kecuali di tempat yang dia senang untuk dikuburkan di tempat tersebut. (Hadits Riwayat At-Tirmidzi dan Ibn Majjah dan dishahihkan oleh Syaikh Al Bani rahimahullah)

Di antara keistimewaan para Nabi bahwa tanah tidak akan memakan jasad para Nabi. Rasulullah ﷺ bersabda

إن الله عز وجل حرم على الأرض أن تأكل أجساد الأنبياء

Sesungguhnya Allah ajja wajalla mengharamkan atas bumi supaya dia tidak memakan jasad-jasad para Nabi (HR. Abu Dawud, An-Nasaii dan Ibn Majjah dan dishahihkan oleh Syaikh Al Bani rahimahullah)

Di antara keistimewaan mereka bahwa mereka terjaga dari dosa besar atau ma’sum dan telah berlalu pembahasan tentang hal ini pada Halaqah yang keenam.

Dan diantara keistimewaan para Nabi bahwa para Nabi tidur matanya tetapi tidak tidur hatinya.

Annas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata

والنبي صلى الله عليه وسلم نائمة عيناه ولاينام قلبه وكذلك الأنبياء تنام أعينهم ولاتنام قلوبهم

Dan Nabi ﷺ tidur kedua matanya dan tidak tidur hatinya dan demikianlah para Nabi tidur mata mata mereka dan hati-hati mereka tidak tidur (HR. Al-Bukhari)

Dan diantara keutamaan para Nabi bahwa para Nabi hidup didalam kuburan mereka dalam keadaan shalat. Rasulullah ﷺ bersabda

الانبياء احياء فى قبورهم يصلون

Para Nabi mereka dalam keadaan hidup didalam kuburan-kuburan mereka dalam keadaan mereka melakukan shalat

itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
image_pdfimage_print