Selasa, 16 September 2025

Halaqah-19 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 17

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Para Rasul Allah ๏ทป > Halaqah-19 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 17

Halaqah-19 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 17

๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A ุญูุธู‡ ู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰
๐Ÿ“— Beriman Kepada Para Rasul Allah ๏ทป

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†

Halaqah yang Ke-19 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul ‘alayhimussalam adalah tentang Cara Beriman Kepada Para Rasul ‘alayhimussalam Bagian yang Ke ujuh belas 17

Setelah kita mengetahui tentang Al-Karamah yang Allฤh berikan kepada wali-Nya, maka hendaklah kita mengenal tentang Al Ahwal Asy-syaithaniyyah (keadaan-syaithan-syaitan).

Al-Ahwal Asy-syaithoniyyah/keadaan-keadaan syaitan adalah perkara-perkara yang di luar kebiasaan yang terjadi pada seorang wali syaitan sebagai Istidraj

Wali syaitan adalah pengikut syaitan dan penolong syaitan. yang dimaksud dengan Istidraj adalah dibiarkan supaya bertambah kekufurannya kemudian di azab

Dan di antara dalil yang menunjukkan adanya wali-wali syaithan adalah firman Allah :

ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ูƒَูَุฑُูˆุง ุฃَูˆْู„ِูŠَุงุคُู‡ُู…ُ ุงู„ุทَّุงุบُูˆุชُ ูŠُุฎْุฑِุฌُูˆู†َู‡ُู…ْ ู…ِู†َ ุงู„ู†ُّูˆุฑِ ุฅِู„َู‰ ุงู„ุธُّู„ُู…َุงุชِ ۗ ุฃُูˆู„َٰุฆِูƒَ ุฃَุตْุญَุงุจُ ุงู„ู†َّุงุฑِ ۖ ู‡ُู…ْ ูِูŠู‡َุง ุฎَุงู„ِุฏُูˆู†َ

“Dan orang-orang yang kafir, maka wali-walinya adalah thagut yang mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kegelapan, mereka adalah penduduk Neraka, mereka kekal di dalamnya” (Al-Baqarah : 257)

Dan Allah berfirman:

… ูˆَุฅِู†َّ ุงู„ุดَّูŠَุงุทِูŠู†َ ู„َูŠُูˆุญُูˆู†َ ุฅِู„َู‰ٰ ุฃَูˆْู„ِูŠَุงุฆِู‡ِู…ْ ู„ِูŠُุฌَุงุฏِู„ُูˆูƒُู…ْ ۖ…

“Dan sesungguhnya syaithan-syaithan mewahyukan kepada wali-walinya untuk mendebat kalian” (Al-An’am : 121)

Dan diantara contoh Al-Ahwal Asy-syaithaniyyah, apa yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah didalam kitab beliau Al-Furqan ( ุจูŠู† ุฃูˆู„ูŠุงุก ุงู„ุฑุญู…ู† ูˆ ุฃูˆู„ูŠุงุก ุงู„ุดูŠุทุงู† )

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyebutkan didalam kitab ini diantara contoh Al-Ahwal syaitoniyyah

① Apa yang terjadi pada Musaiylamah Al-Kadzab ketika dia mengaku sebagai seorang Nabi dia mengabarkan beberapa perkara yang ghaib wahyu dengan dari syaitan

② Apa yang terjadi pada Al-Aswad Al-Amsiy yang mengaku sebagai Nabi mengabarkan tentang perkara yang ghaib dengan wahyu dari syaitan sehingga tentara kaum muslimin takut syaithan akan mengabarkan kepadanya tentang mereka, sampai tentara kaum muslimin takut apabila syaithan akan mengabarkan kepada Aswad Al-Amsiy tentang mereka

③ Kisah Al-Haris Al-Dimasykiy yang mengaku sebagai Nabi di zaman Abdul Malik bin Marwan setiap kali di tangkap dan di penjara datang syaitan dan melepaskan ikatan di kaki nya dan melindungi dia dari senjata.

Manusia saat itu melihat rombongannya berjalan diudara ketika dia ditangkap ada orang yang menikam nya dengan tombak namun tidak mempan

Maka berkata Abdul Malik :

“Engkau tidak menyebut nama Allah”

Kemudian ketika dia menyebut nama Allah dan menikamnya mempanlah tombaknya dan meninggal lah Al-Harits

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆ ุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆ ุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†
ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ّู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
image_pdfimage_print

Jumat, 05 September 2025

Halaqah-18 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 16

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Para Rasul Allah ๏ทป > Halaqah-18 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 16

Halaqah-18 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 16

๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A ุญูุธู‡ ู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰
๐Ÿ“— Beriman Kepada Para Rasul Allah ๏ทป

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†

Halaqah yang Ke -18 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul ‘alayhimussalam adalah tentang Cara Beriman Kepada Para Rasul ‘alayhimussalam Bagian yang Ke enam belas.

Diantara dalil dari As-Sunnah atas adanya Al-Karamah

① Kisah Abu bakar Asy Sidik radhiyallahu ‘anhu ketika memberi makan sebagian ahlu suffah yang datang kepada beliau, setiap kali mereka mengambil satu suapan maka makanannya bertambah banyak di riwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim

② Kisah dua orang shahabat Nabi ๏ทบ, yaitu ‘Usaid bin Hudhair dan Abbad bin Bisr semoga Allah meridhai keduanya, ketika keduanya keluar dari sisi Nabi ๏ทบ, di suatu malam yang gelap gulita dan di depan mereka ada cahaya, kemudian ketika mereka berpisah terbagilah cahaya tersebut menjadi dua. diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhรขri

③ Kisah Juraij seorang laki-laki yang shaleh dari kalangan bani israil yang dituduh berzina dengan seorang wanita ia mengaku hamil karena Juraij, kemudian ketika wanita tersebut melahirkan maka Juraij mengusap kepala bayi tersebut, sehingga bayi tersebut sehingga bayi tersebut bisa menyebutkan siapa bapaknya. di riwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim

Kemudian di sana ada beberapa keterangan yang berkaitan dengan Al-Karamah

① Al-Karamah yang paling agung bagi seorang hamba adalah istiqamahnya dia diatas jalan yang lurus
② Al-Karamah bagi para wali Allah adalah ayat (Mu’jizah) bagi para Nabi,

karena wali Allah tidak mendapatkannya kecuali karena keimanan dia kepada rasul tersebut
③ Al-Karamah akan tetap ada sampai akhir zaman
④ Al-Karamah tidak dijadikan ukuran seseorang lebih afdhal daripada orang yang tidak mendapatkan Al Karomah

Yang demikian karena Al-Karamah terjadi di antaranya untuk menguatkan keimanan orang tersebut, oleh karena itu Al-Karamah di zaman shahabat radhiyallahu ‘anhum lebih sedikit daripada Al-Karamah di zaman Tabi’in, karena iman dan keyakinan para sahabat lebih kuat dari pada keimanan dan juga keyakinan para Tabi’in

⑤ Jangan sampai seseorang terjerumus kedalam pengingkaran terhadap Al-Karamah

seperti orang-orang falasifah dan juga Mu’tazilah dan jangan sampai seseorang berlebih-lebihan didalam masalah Al-Karamah seperti orang-yang yang menjadikan Al-Karamah sebagai ukuran kewalian

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆ ุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆ ุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†
ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ّู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
image_pdfimage_print

Halaqah-17 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 15

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Para Rasul Allah ๏ทป > Halaqah-17 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 15

Halaqah-17 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 15

Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A ุญูุธู‡ ู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰
Beriman Kepada Para Rasul Allah ๏ทป

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†

Halaqah yang ke-17 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul ‘alaihimussalam adalah tentang Cara Beriman Kepada Para Rasul ‘alayhimussalam Bagian yang Kelima Belas.

Meyakini adanya Al-Karamah adalah termasuk pokok aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

Berkata Syaikhul Islam rahimahullah didalam kitab beliau Al Aqidah Al Washithiyah

ูˆَู…ِู†ْ ุฃُุตُูˆู„ِ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ุณُّู†َّุฉِ: ุงู„ุชَّุตْุฏِูŠู‚ُ ุจِูƒَุฑَุงู…َุงุชِ ุงู„ْุฃَูˆْู„ِูŠَุงุกِ, ูˆَู…َุง ูŠُุฌْุฑِูŠ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َู‰ ุฃَูŠْุฏِูŠู‡ِู…ْ ู…ِู†ْ ุฎَูˆَุงุฑِู‚ِ ุงู„ْุนَุงุฏَุงุชِ

”Termasuk pokok-pokok Ahlus Sunnah adalah membenarkan Karamah para wali dan perkara – perkara diluar kebiasaan yang Allah jalankan pada diri mereka”

Keyakinan dengan adanya Al-Karamah berdasarkan dalil-dalil dari Al-Quran, As-Sunnah dan juga Ijma’

Adapun dari Al-Quran

① Kisah Maryam dengan Nabi Zakaria ุนู„َูŠู‡ِ ุงู„ุณَّู„َุงู…ُ

Dimana Nabi Zakaria ุนู„َูŠู‡ِ ุงู„ุณَّู„َุงู…ُ adalah orang yang menanggung makanan bagi Maryam, yang telah mengkhususkan dirinya untuk beribadah kepada Allah, namun sesuatu yang luar biasa setiap kali Zakaria memasuki mihrab Maryam dia mendapatkan makanan

Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ berfirman

ูƒُู„َّู…َุง ุฏَุฎَู„َ ุนَู„َูŠْู‡َุง ุฒَูƒَุฑِูŠَّุง ุงู„ْู…ِุญْุฑَุงุจَ ูˆَุฌَุฏَ ุนِู†ْุฏَู‡َุง ุฑِุฒْู‚ًุง ۖ ู‚َุงู„َ ูŠَุง ู…َุฑْูŠَู…ُ ุฃَู†َّู‰ٰ ู„َูƒِ ู‡َٰุฐَุง ۖ ู‚َุงู„َุชْ ู‡ُูˆَ ู…ِู†ْ ุนِู†ْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ۖ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุฑْุฒُู‚ُ ู…َู†ْ ูŠَุดَุงุกُ ุจِุบَูŠْุฑِ ุญِุณَุงุจٍ

“Setiap kali Zakaria memasuki Mihrab Maryam beliau mendapatkan di sisi Maryam rezeki, Zakaria berkata “Wahai Maryam dari mana engkau mendapatkan makanan ini?” Maryam menjawab “ini adalah dari sisi Allah, sesungguhnya Allah memberikan rejeki kepada siapa yang di kehendaki tanpa perhitungan” (Ali ‘Imran : 37)

Ibnu Katsir menyebutkan di dalam tafsirnya, bahwa Nabi Zakaria ุนู„َูŠู‡ِ ุงู„ุณَّู„َุงู…ُ menemukan didalam mihrab Maryam buah-buahan musim dingin ketika musim panas dan buah-buahan musim panas ketika musim dingin

② Kisah Ashabul Kahfi yang Allah sebutkan di awal-awal surat Al-Kahfi ketika mereka tidur dalam waktu yang lama tanpa memakan makanan dan tidak rusak badan mereka.

Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ berfirman

ูˆَู„َุจِุซُูˆุง ูِูŠ ูƒَู‡ْูِู‡ِู…ْ ุซَู„َุงุซَ ู…ِุงุฆَุฉٍ ุณِู†ِูŠู†َ ูˆَุงุฒْุฏَุงุฏُูˆุง ุชِุณْุนًุง

”Dan mereka tinggal di gua mereka selama 300 tahun dan tambah 9 tahun” (Al-Kahfi : 25)

Ada yang mengatakan 300 tahun bila dihitung dengan tahun syamsiah dan 309 tahun bila dihitung dengan tahun Qamariah

③ Istri Fir’aun yang bernama Asiyah Allah memperlihatkan rumah Asiyah di dalam surga ketika sedang di adzab oleh Fir’aun

Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ berfirman

ูˆَุถَุฑَุจَ ุงู„ู„َّู‡ُ ู…َุซَู„ًุง ู„ِู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงู…ْุฑَุฃَุชَ ูِุฑْุนَูˆْู†َ ุฅِุฐْ ู‚َุงู„َุชْ ุฑَุจِّ ุงุจْู†ِ ู„ِูŠ ุนِู†ْุฏَูƒَ ุจَูŠْุชًุง ูِูŠ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ูˆَู†َุฌِّู†ِูŠ ู…ِู†ْ ูِุฑْุนَูˆْู†َ ูˆَุนَู…َู„ِู‡ِ ูˆَู†َุฌِّู†ِูŠ ู…ِู†َ ุงู„ْู‚َูˆْู…ِ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ِูŠู†َ

“Dan Allah telah membuat permisalan bagi orang-orang yang beriman dengan istri fir’aun ketika dia berkata “Wahai Rabbku bangunkanlah aku di sisiMu rumah di dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan amalannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzhalim” (At-Tahrim : 11)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆ ุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆ ุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†
ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ّู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

image_pdfimage_print

Halaqah-16 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 14

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Para Rasul Allah ๏ทป > Halaqah-16 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 14

Halaqah-16 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 14

๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A ุญูุธู‡ ู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰
๐Ÿ“— Beriman Kepada Para Rasul Allah ๏ทป

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†

Halaqah yang Ke-16 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul ‘alayhimussalam adalah tentang “Cara Beriman Kepada Para Rasul ‘alayhimussalam Bagian yang Ke empat belas”

Diantara perkara Aqidah yang berkaitan dengan Al-Mu’jizat adalah beriman dengan Al-Karamah

Al Karamah secara bahasa adalah pemberian, ada pun secara syariat: sebuah perkara diluar kebiasaan yang terjadi pada seorang wali Allah.

Sebuah perkara dil uar kebiasaan maksudnya karamah bukan pemberian kenikmatan biasa, yang di maksud dengan kebiasaan adalah kebiasaan manusia di zaman tersebut yang terjadi pada seorang wali Allah, berarti Karamah tidak terjadi pada seorang nabi dan tidak pula pada wali syaitan.

Yang dimaksud dengan wali Allah adalah setiap orang yang beriman dan bertakwa. sebagaimana firman Allah

ุฃَู„َุง ุฅِู†َّ ุฃَูˆْู„ِูŠَุงุกَ ุงู„ู„َّู‡ِ ู„َุง ุฎَูˆْูٌ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ูˆَู„َุง ู‡ُู…ْ ูŠَุญْุฒَู†ُูˆู†َ
ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูˆَูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَุชَّู‚ُูˆู†َ

“Ketahuilah sesungguhnya wali-wali Allah tidak ada takut atas mereka dan mereka tidak bersedih, mereka adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa” (Yunus : 62-63)

Iman dan takwa tidak akan terwujud kecuali dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya. Dan perintah yang paling besar adalah tauhid kepada Allah dan larangan yang paling besar ada syirik kepada Allah

Apabila seseorang menyekutukan Allah atau mengajak manusia menyekutukan Allah maka dia bukan wali Allah. Apabila seseorang mengajak kepada Bid’ah maka dia bukan wali Allah, apabila seseorang meninggalkan shalat 5 waktu maka dia bukan wali Allah

Seorang wali Allah diukur dari keimanan dan ketakwaan bukan hanya sekedar dari kesaksian atau dari kemampuan yang luar biasa. Seandainya dia beriman dan bertakwa maka dia adalah wali Allah meskipun tidak memiliki kesaktian yang luar biasa

Namun sebaliknya orang yang memiliki kesaktian tetapi tidak bertakwa dan beriman maka dia bukan wali Allah

Seorang wali Allah bukan berarti dia tidak pernah berdosa, dia berdosa sebagaimana manusia yang lain namun dia bukan orang yang terus menerus melakukan dosa dan apabila dia berdosa maka dia bersegera di dalam bertaubat kepada Allah

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆ ุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆ ุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†
ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ّู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
image_pdfimage_print

Halaqah-15 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 13

 Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Para Rasul Allah ๏ทป > Halaqah-15 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 13

Halaqah-15 Cara Beriman kepada Para Rasul Bagian 13

๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A ุญูุธู‡ ู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰
๐Ÿ“— Beriman Kepada Para Rasul Allah ๏ทป

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†

Halaqah yang Ke lima belas dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul alaihimus salam adalah Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian yang Ketigabelas

Ayat-ayat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad ๏ทบ sangat banyak, hal ini menunjukkan keutamaan beliau disisi Allah menunjukkan betapa pentingnya risalah yang beliau bawa, karena risalah beliau adalah risalah yang terakhir dan tidak ada lagi risalah setelah risalah beliau ๏ทบ

Dan diantara ayat-ayat atau mukjizat-mu’jizat tersebut

① Al-Isra dan Al-Mi’raj

Al Isra : dijalankannya Nabi Muhammad ๏ทบ diwaktu malam dari Al-Masjidil Haram yang ada di Makkah ke Masjidil Aqsa yang ada di Palestina

Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ berfirman :

ุณُุจْุญَุงู†َ ุงู„َّุฐِูŠ ุฃَุณْุฑَู‰ٰ ุจِุนَุจْุฏِู‡ِ ู„َูŠْู„ًุง ู…ِู†َ ุงู„ْู…َุณْุฌِุฏِ ุงู„ْุญَุฑَุงู…ِ ุฅِู„َู‰ ุงู„ْู…َุณْุฌِุฏِ ุงู„ْุฃَู‚ْุตَู‰ ุงู„َّุฐِูŠ ุจَุงุฑَูƒْู†َุง ุญَูˆْู„َู‡ُ ู„ِู†ُุฑِูŠَู‡ُ ู…ِู†ْ ุขูŠَุงุชِู†َุง ۚ ุฅِู†َّู‡ُ ู‡ُูˆَ ุงู„ุณَّู…ِูŠุนُ ุงู„ْุจَุตِูŠุฑُ

“Maha Suci Dzat yang telah menjalankan hambaNya dimalam hari dari Al-Masjid Haram Ke Al Masjid Aqsa yang Kami berkahi sekitarnya untuk Kami tunjukkan kepadanya sebagian dari ayat-ayat Kami, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Al-Isra : 1)

Adapun Al Mi’raj : diangkatnya Nabi Muhammad ๏ทบ kelangit kemudian ke sidratul muntaha. Nabi Muhammad ๏ทบ bersabda

ูَุนَุฑَุฌَ ุจِูŠ ุฅِู„َู‰ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง

Maka Allah mengangkatku ke langit dunia (HR. Bukhari dan Muslim)

Dua perjalanan yang jauh yang dilakukan dalam waktu yang sangat singkat menunjukkan kekuasaan Allah dan bahwasanya Muhammad ๏ทบ adalah Nabi utusan Allah

② Allah ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ berfirman

ุงู‚ْุชَุฑَุจَุชِ ุงู„ุณَّุงุนَุฉُ ูˆَุงู†ْุดَู‚َّ ุงู„ْู‚َู…َุฑُ
ูˆَุฅِู†ْ ูŠَุฑَูˆْุง ุขูŠَุฉً ูŠُุนْุฑِุถُูˆุง ูˆَูŠَู‚ُูˆู„ُูˆุง ุณِุญْุฑٌ ู…ُุณْุชَู…ِุฑٌّ

“Telah dekat kiamat dan bulan telah terbelah dan apabila mereka melihat satu ayat mereka berpaling dan mengatakan ini adalah sihir yang terus menerus” (Al-Qamar : 1-2)

Berkata Annas bin Malik radhiyallahu ‘anhu

ุฃู† ุฃู‡ู„ ู…ูƒุฉ ุณุฃู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงู†ูŠุฑ ูŠู‡ู… ุขูŠَุฉً ูุนุฑู‡ู… ุฅู†ْุดَู‚َّ ุงู„ْู‚َู…َุฑ

Sesungguhnya penduduk Makkah telah meminta Rasulullah ๏ทบ untuk menunjukkan satu tanda kekuasaan, maka beliau ๏ทบ memperlihatkan kepada mereka terbelahnya bulan (HR Bukhari dan Muslim)

③ Batu yang mengucapkan salam kepada beliau

Rasulullah ๏ทบ bersabda

ุฅِู†ِّูŠ ู„َุฃَุนْุฑِูُ ุญَุฌَุฑًุง ุจِู…َูƒَّุฉَ ูƒَุงู†َ ูŠُุณَู„ِّู…ُ ุนَู„َูŠَّ ู‚َุจْู„َ ุฃَู†ْ ุฃُุจْุนَุซَ ุฅِู†ِّูŠ ู„َุฃَุนْุฑِูُู‡ُ ุงู„ْุขู†َ

Sungguh aku mengetahui sebuah batu di Makkah dahulu mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus menjadi Nabi, sungguh aku mengetahuinya sekarang (HR Muslim)

④ kabar beliau tentang mati syahidnya Umar Ibnu khaththab dan Utsman Ibn Affan radhiyallahu ‘anhuma

Berkata Annas bin Malik radhiyallahu ‘anhu

ุตَุนِุฏَ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฅِู„َู‰ ุฃُุญُุฏٍ ูˆَู…َุนَู‡ُ ุฃَุจُูˆ ุจَูƒْุฑٍ , ูˆَุนُู…َุฑُ , ูˆَุนُุซْู…َุงู†ُ ูَุฑَุฌَูَ ุจِู‡ِู…ْ , ูَุถَุฑَุจَู‡ُ ุจِุฑِุฌْู„ِู‡ِ ، ู‚َุงู„َ : ” ุงุซْุจُุชْ ุฃُุญُุฏُ ูَู…َุง ุนَู„َูŠْูƒَ ุฅِู„َّุง ู†َุจِูŠٌّ ุฃَูˆْ ุตِุฏِّูŠู‚ٌ ุฃَูˆْ ุดَู‡ِูŠุฏَุงู†ِ

Nabi ๏ทบ naik keatas Gunung Uhud dan bersama beliau Abu Bakar, Umar dan Utsman maka bergetarlah gunung Uhud Nabi ๏ทบ kemudian menendang gunung Uhud dengan kaki beliau seraya berkata tenanglah wahai Uhud tidak ada diatasmu kecuali seorang Nabi, seorang Sidiq dan dua orang syahid (HR Al Bukhรขri)

Benarlah apa yang dikatakan oleh Rasulullah ๏ทบ, karena Umar dan Utsman dibunuh dan meninggal dalam keadaan syahid

⑤ Menangisnya Batang pohon kurma

Berkata Zabir Ibn Abdillah radhiyallahu ‘anha

ุงู„ู…ุณุฌุฏ ู…ุณู‚ูˆูุง ุนู„ู‰ ุฌุฐูˆุน ู…ู† ู†ุฎู„ ููƒุงู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงุฐุง ุฎุทุจ ูŠู‚ูˆู… ุงู„ู‰ ุฌุฐุน ู…ู†ู‡ุง ูู„ู…ุง ุตู†ุน ู„ู‡ ุงู„ู…ู†ุจุฑ ูˆูƒุงู† ุนู„ูŠู‡ ูุณู…ุนู†ุง ู„ุฐู„ูƒ ุงู„ุฌุฐุน ุตูˆุชุง ูƒุตูˆุช ุงู„ุนุดุงุฑ ุญุชู‰ ุฌุงุก ุงู„ู†ุจู‰ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููˆุถุน ูŠุฏู‡ ุนู„ูŠู‡ุง ูุณูƒู†ุช.

Dahulu masjid Nabawi bertiangkan batang pohon kurma, maka dahulu Nabi ๏ทบ apabila khutbah beliau berdiri didekat salah satu batang tersebut ketika dibuatkan mimbar, kemudian beliau berkhutbah diatas nya maka kami mendengar suara batang kurma tersebut seperti suara unta yang sedang hamil sepuluh bulan sampai datang Nabi ๏ทบ, kemudian beliau meletakkan tangannya pada batang tersebut maka diamlah batang tersebut (HR. Bukhari)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆ ุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆ ุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†
ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ّู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
image_pdfimage_print