Kitab: Khulāshah Ta’dzhimul ‘Ilm
Audio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A
Transkrip: ilmiyyah.com
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه
Halaqah yang ke-8 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Khulāshah Ta’dzhimul ‘Ilm yang ditulis oleh Fadhilatu Syaikh Shalih Ibn Abdillah Ibn Hamad Al-Ushaimi hafidzahullahu ta’ala.
Masuk kita pada simpul yang keenam di antara 20 simpul yang disebutkan oleh Syaikh di dalam kitab ini yang dengan 20 simpul ini 20 prinsip ini maka InsyaAllah kita akan bisa mengagungkan ilmu agama, yang kalau kita bisa mengagungkan ilmu maka ini adalah sebab untuk mendapatkan ilmu itu sendiri, barang siapa yang mengagungkan ilmu maka dia akan dimuliakan oleh ilmu, barang siapa yang menghormati ilmu maka ilmu akan mengangkat dia, namun barang siapa yang tidak menghormati ilmu tidak mengagungkan ilmu maka ilmu pun tidak akan mengangkat dia.
Beliau mengatakan hafidzahullahu ta’ala
المعقد السادس
Simpul yang ke enam diantara simpul-simpul yang dengannya kita mewujudkan pengagungan terhadap ilmu
رعاية فنونه في الأخذ ، وتقديم الأهم فالمهم
Hendaklah kita menjaga seluruh cabang-cabang ilmu di dalam mencarinya, karena ilmu ini bercabang-cabang ada ilmu aqidah ada fiqih ada ushul fiqh ada nahwu ada sharf ada tafsir maka kita di antara bentuk ta’dzhim kita terhadap ilmu adalah kita menjaga cabang-cabang tersebut, yaitu kita berusaha untuk mengambil dan mempelajari masing-masing dari cabang-cabang ilmu tadi.
Ini termasuk penganggungan kita terhadap ilmu bukan hanya sekedar mempelajari satu cabang ilmu saja, belajar Nahwu saja atau mempelajari Tafsir saja tidak mempelajari fiqih tidak mempelajari hadits ini bukan termasuk pengagungan terhadap ilmu kalau kita hanya mempelajari satu cabang saja, bentuk pengagungan kita terhadap ilmu adalah kita memelihara dan menjaga cabang-cabang ilmu tersebut. Kemudian
وتقديم الأهم فالمهم
dan kita mendahulukan yang paling penting di antara ilmu-ilmu tersebut kemudian setelah itu yang di bawahnya, yang paling penting kemudian yang setelahnya dan setelahnya. Ini juga termasuk bentuk penganggungan kita terhadap ilmu kita mendahulukan yang paling penting di antara ilmu-ilmu tersebut, semuanya penting dan semuanya adalah ilmu agama cuma pengagungan kita terhadap ilmu di antara wujudnya adalah dengan mendahulukan yang paling penting di antara ilmu-ilmu tersebut.
Kalau kita mendahulukan yang biasa saja atau yang tidak lebih penting kemudian mengakhirkan yang paling penting maka ini bukan termasuk pengagungan terhadap ilmu, kita mengakhirkan sesuatu yang paling penting di antara ilmu tersebut.
قال ابن الجوزيِّ
Berkata Ibnul Jauziy rahimahullah
في صيد خاطره
di dalam kitab beliau Shaidul Khathir
جمع العلوم ممدوح
mengumpulkan ilmu-ilmu itu adalah sesuatu yang terpuji.
Mengumpulkan ilmu artinya bukan hanya mempelajari satu ilmu saja tapi mempelajari berbagai cabang ilmu agama, Antum belajar Al-Qur’an belajar hadits belajar tajwid belajar fiqh belajar ushul fiqh itu adalah sesuatu yang terpuji itu bukan sesuatu yang tercela dan itu adalah bentuk pengagungan kita terhadap ilmu agama, karena ilmu-ilmu tersebut saling berkaitan satu dengan yang lain saling melengkapi satu dengan yang lain.
Kemudian beliau mendatangkan sebuah bait syair