Kamis, 19 Juni 2025

Halaqah – 71 An-Naar (Neraka) dan Adzabnya Bagian 1

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 71 An-Naar (Neraka) dan Adzabnya Bagian 1

Halaqah – 71 An-Naar (Neraka) dan Adzabnya Bagian 1

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-71 dari Silsilah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang ” An Naar (Neraka) Dan Adzabnya Bagian pertama”

An-Nār secara bahasa adalah api, Secara syariat, An-nār adalah negeri di akhirat yang penuh dengan adzab, yang Allāh sediakan bagi orang-orang kāfir.

Adzab yang sangat pedih dan menghinakan.

Bagaimanapun pedihnya manusia menyiksa manusia yang lain di dunia, maka adzab Allāh di neraka lebih pedih.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

فَيَوۡمَٮِٕذٍ۬ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ ۥۤ أَحَدٌ۬

“Maka pada hari itu, tidak ada yang mengadzab seperti adzab Allāh”

(QS Al-Fajr : 25)

Orang yang masuk ke dalam neraka akan lupa dengan segala kenikmatan dunia.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Akan didatangkan seorang penghuni neraka yang paling banyak mendapat kenikmatan di dunia pada hari kiamat.

Kemudian dicelupkan sekali celupan di dalam neraka, Kemudian ditanya, “Wahai anak Ādam, pernahkah engkau melihat kebaikan? Apakah engkau pernah mendapatkan kenikmatan?

Dia menjawab, “Tidak demi Allāh wahai Rabb-ku”.”

(Hadīts riwayat Muslim)

Karena sangat pedihnya, mereka akan menebus adzab di neraka dengan orang-orang yang sangat mereka cintai di dunia dan seluruh manusia.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

ۚ يَوَدُّ ٱلۡمُجۡرِمُ لَوۡ يَفۡتَدِى مِنۡ عَذَابِ يَوۡمِٮِٕذِۭ بِبَنِيهِ (١١)وَصَـٰحِبَتِهِۦ وَأَخِيهِ (١٢) وَفَصِيلَتِهِ ٱلَّتِى تُـٔۡوِيهِ (١٣) وَمَن فِى ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعً۬ا ثُمَّ يُنجِيهِ

“Orang kāfir berangan-angan seandainya bisa menebus adzab saat itu dengan anak-anak laki-lakinya, istrinya dan saudara laki-lakinya dan keluarganya yang menaunginya. Dan semua yang ada di permukaan bumi, kemudian tebusan itu bisa menyelamatkan dia”

(QS Al-Ma’ārij : 11-14)

Di dunia seseorang rela berkorban demi keselamatan orang-orang yang dia cintai.

Namun di neraka justru dia akan mengorbankan orang-orang yang dia cintai demi keselamatan dirinya.

Di antara nama-nama neraka adalah Hāwiyyah yang artinya jurang yang dalam (Al-Qāri’ah : 9)

Di antara namanya adalah Al-Khutamah yang artinya yang menghancurkan apa yang ada di dalamnya (Al-Humazah : 4)

Dan di antara namanya adalah Jahīm yaitu api yang menyala-nyala (Al-Infithār :14)

Dan di antara namanya adalah Saqar yang artinya yang menghanguskan (Al-Mudatsir: 26)

Penjaga neraka adalah 19 malāikat yang keras dan kejam, yang mereka menyiksa sesuai dengan perintah Allāh (At-Tahrim: 6 dan Al-Mudatsir:30).

Penduduk neraka sangat banyak jumlahnya.

Setiap 1000 orang, satu orang akan masuk surga, 999 orang akan masuk kedalam neraka.

Di dalam hadīts yang diriwayatkan oleh Al-Imām Al-Bukhāri , Allāh Subhānahu wa Ta’āla berkata kepada Nabi Ādam:

“Keluarkanlah dari setiap seribu, 999 orang”

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda di dalam hadīts ini, “Bergembiralah kalian, sesungguhnya dari kalian 1 orang dan dari Ya’juj dan Ma’juj 1000 orang”

Orang-orang kāfir yang jumlahnya sangat banyak tersebut badannya akan dibuat besar.

Satu gigi geraham akan sebesar gunung Uhud. Dan jarak antara dua ujung pundak salah seorang di antara mereka sejauh tiga hari perjalanan bagi pengendara cepat.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Antara dua ujung pundak orang kāfir di dalam neraka perjalanan orang yang naik kendaraan dengan cepat selama tiga hari”

(Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim).

Dan (beliau) Shallallāhu ‘alayhi wa sallam juga bersabda:

“Sesungguhnya tebal kulit orang kafir 42 hasta dan satu gigi geraham dia seperti gunung Uhud, Dan sesungguhnya tempat duduk dia di jahannam seperti antara Mekkah dan Madināh”

(Hadīts Shahīh Riwayat Tirmidzi)

⇒Empat puluh dua hasta kurang lebih 19 meter.

⇒Tinggi gunung uhud kurang lebih 128 meter.

⇒Dan jarak Mekkah dan Madināh kurang lebih 450 km.

Jumlah penghuni neraka yang
sangat banyak dengan ukuran tubuh masing-masing yang sangat besar, menunjukkan tentang sangat besarnya neraka.

Meskipun demikian masih ada tempat yang tersisa di dalam neraka.

Dan neraka masih akan terus bertanya,

Apakah masih ada tambahan?

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

يَوۡمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ ٱمۡتَلَأۡتِ وَتَقُولُ هَلۡ مِن مَّزِيدٍ۬

“Pada hari di mana Kami berkata kepada jahannam, ‘Apakah kamu sudah penuh?’ Dan jahannam berkata, Apakah masih ada tambahan?”

(QS Qāf :30)

Di dalam sebuah hadīts Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

Senantiasa jahannam berkata,

“Apakah masih ada tambahan?”

Sampai Rabbul ‘izzah (Allāh) meletakkan telapak kakinya di neraka, kemudian barulah neraka berkata, “Cukup, cukup, demi keperkasaan-Mu”

Maka neraka-pun saling melipat sebagian ke sebagian yang lain.

(Hadīts riwayat Bukhāri )

Di antara yang menunjukkan besarnya neraka suatu hari para sahabat Radhiyallāhu ‘anhum sedang bersama Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam, tiba-tiba mereka mendengar suara sesuatu yang jatuh.

Maka Nabi bertanya:

“Tahukah kalian apa ini?”

Mereka menjawab:

“Allāh dan Rasul-Nya lebih tahu.

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Ini adalah batu yang telah dilempar ke dalam neraka semenjak 70 tahun yang lalu. Maka dia jatuh melesat ke dalam neraka sehingga sekarang sampai di dasarnya”

(Hadīts riwayat Muslim)

Dan di antara yang menunjukkan besarnya neraka, bahwa 4,9 miliar malāikat akan menyeret neraka jahannam pada hari kiamat, sebagaimana telah berlalu hadītsnya.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print

Halaqah – 70 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 5

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 70 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 5

Halaqah – 70 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 5

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-70 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang “Al Jannah Dan Kenikmatannya Bagian Kelima”

Sebagian besar penduduk surga adalah orang-orang lemah.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

فَكَانَ عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِينَ

“Maka sebagian besar orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin”

(Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim).

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah mengabarkan beberapa nama penduduk surga, di antaranya; Abū Bakr, Umar, Utsman, ‘Āli Radhiyallāhu ‘anhum

Sebagaimana di dalam hadīts yang shahīh yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Kenikmatan paling besar bagi penduduk surga di atas segala kenikmatan surga yang mereka rasakan adalah memandang wajah Allāh yang mulia.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Apabila penduduk surga masuk ke dalam surga maka Allāh Tābaraka wa Ta’āla akan berkata:

“Apakah kalian menginginkan aku tambah kenikmatan kepada kalian?”

Mereka berkata:

“Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga? Dan menyelamatkan kami dari neraka?”

Allāh pun menyingkap hijab, maka mereka tidak diberi sesuatu yang lebih mereka cintai dari pada melihat kepada Rabb mereka ‘Azza wa jalla”

(Hadīts riwayat Muslim)

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

لِّلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ ٱلۡحُسۡنَىٰ وَزِيَادَةٌ۬‌ۖ

“Bagi orang-orang yang berbuat baik adalah surga dan tambahan”

(QS Yūnus : 26)

⇒Tambahan didalam ayat di atas adalah memandang wajah Allāh.

Sebagaimana datang tafsirnya dari para shahābat seperti Abū Bakr, Abū Mūsā Al-Asy’ari dan Hudzaifah Radhiyallāhu ‘anhum.

Para penduduk surga akan sangat berbahagia dan wajah mereka berseri-seri ketika melihat Allāh ‘Azza wa jalla, Dzat yang selama di dunia mereka imani dan mereka sembah, padahal mereka tidak pernah melihat-Nya.

Mereka taati perintah-Nya, mereka jauhi larangan-Nya, mereka benarkan kabar-kabar-Nya, bersabar atas ujian-Nya, mereka baca dan dengarkan firman-Nya, mereka ikuti Nabi-Nya, menyeru kepada jalan-Nya, dan merindukan pertemuan dengan-Nya, Meskipun dengan segala kekurangan yang mereka miliki.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وُجُوهٌ۬ يَوۡمَٮِٕذٍ۬ نَّاضِرَةٌ (٢٢) إِلَىٰ رَبِّہَا نَاظِرَةٌ۬ (٢٣)

“Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri, melihat kepada Rabb mereka”

(QS Al-Qiyāma :22-23)

Saudaraku, jalan ke surga adalah jalan yang penuh dengan rintangan. Tidak sampai ke sana kecuali orang yang bersabar.

Ada perintah yang harus dikerjakan, ada larangan yang harus dijauhi, dan ada ujian yang harus kita sabar menghadapinya.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Surga dikelilingi perkara-perkara yang dibenci dan neraka dikelilingi perkara-perkara yang menyenangkan”

(Hadīts riwayat Muslim).

Kesenangan dunia adalah kesenangan yang sedikit, Sebentar dan banyak kekurangan.

Sedangkan kesenangan akhirat adalah kesenangan yang sangat banyak, kekal selamanya dan tanpa ada kekurangan sedikitpun.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا (١٦) وَٱلۡأَخِرَةُ خَيۡرٌ۬ وَأَبۡقَىٰٓ (١٧)

“Akan tetapi kalian mendahulukan kehidupan dunia padahal akhirat lebih baik dan lebih kekal.”

(QS Al-A’lā : 16-17)

Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman yang artinya:

“Ketahuilah, bahwasanya kehidupan dunia hanyalah permainan, sesuatu yang melalaikan, perhiasan, saling berbangga di antara kalian, saling memperbanyak harta dan juga anak-anak. Seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kalian melihat warnanya menjadi kuning kemudian hancur. Dan di akhirat ada adzab yang keras dan ampunan dari Allāh serta keridhaan-Nya dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

(QS Al-Hadīd : 20)

Untuk mendapatkan surga bukan berarti seseorang harus meninggalkan seluruh kesenangan dunia.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla menciptakan dunia dan kenikmatannya supaya kita manfaatkan dengan baik untuk mencari ridha Allāh dan surga-Nya.

Orang yang tercela adalah orang yang menjadikan kebahagiaan di dunia sebagai tujuan dan melupakan kebahagiaan akhirat.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print

Halaqah – 69 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 4

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 69 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 4

Halaqah – 69 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 4

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-69 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang “Al Jannah Dan Kenikmatannya Bagian Keempat”

Para penduduk surga akan masuk ke dalam surga seperti manusia yang berumur 33 tahun.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا مُكَحَّلِينَ أَبْنَاءَ ثَلَاثٍ وَثَلَاثِينَ

“Penduduk surga akan masuk ke dalam surga dalam keadaan kulit tidak berambut, tidak berjenggot, bercelak matanya seperti manusia yang berumur tiga puluh atau tiga puluh tiga tahun”

(Hadīts Hasan Riwayat Tirmidzi)

⇒Tiga puluh atau tiga puluh tiga adalah keraguan dari rawi.

Dan di dalam hadīts hasan yang diriwayatkan oleh Imām Ahmad dari Abū Hurairah Radhiyallāhu ‘anhu disebutkan bahwasanya:

“Mereka akan masuk surga dalam keadaan kulit berwarna putih, berumur tiga puluh tiga tahun dengan tinggi enam puluh hasta”

⇒Satu hasta adalah dari satu siku ke ujung jari.

Allāh akan menikahkan para laki-laki penduduk surga dengan
bidadari yang sempurna kecantikannya.

Allāh berfirman:

وَزَوَّجۡنَـٰهُم بِحُورٍ عِينٍ۬

“Dan Kami akan menikahkan mereka dengan bidadari-bidadari”

(QS Ath-Thūr : 20)

Dan yang dimaksud dengan Khūr adalah ‘wanita-wanita yang putih matanya sangat putih, Dan bagian hitam matanya sangat hitam’.

Dan ‘Iin adalah ‘wanita-wanita yang lebar matanya’.

Allāh menyebutkan bahwasanya bidadari-bidadari tersebut besar payudaranya dan sebaya umurnya⇛(QS An-Naba’:33)

Mereka diciptakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla secara langsung dalam keadaan perawan dan penuh rasa cinta kepada suaminya ⇛(QS Al-Waqi’ah:35-37)

Sangat cantik seperti mutiara yang tersimpan, yang tidak berubah warnanya ⇛(QS Al-Wāqi’ah : 23)

Dan ada yang seperti batu mulia dan mereka menjaga pandangan mereka hanya untuk suaminya⇛ (QS Ar-Rahman:56-58)

Para bidadari tersebut tidak pernah haid dan mereka bersih dari segala kotoran⇛(QS Al-Baqarah : 25)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menyebutkan bahwasanya seandainya salah seorang bidadari muncul dan melihat ke bumi, niscaya dia akan menyinari apa yang ada di antara surga dan bumi.
Dan niscaya akan memenuhi antara surga dan bumi dengan bau wangi.

Dan sungguh khimar atau kerudung seorang bidadari lebih baik dari pada dunia dan seisinya (Hadīts Riwayat Bukhāri)

Para bidadari tersebut akan cemburu bila suaminya yang sedang di dunia disakiti oleh istrinya di dunia, sebagaimana tersebut dalam hadīts yang shahīh riwayat Tirmidzi dan Ibnu Mājah.

Lelaki penduduk surga akan diberi kekuatan seratus kali lipat dalam makan, minum, syahwat dan mendatangi istrinya.

(Hadīts Shahīh Riwayat Ath-Thabrani didalam Al-Mu’jamul Kabiir).

Istri di dunia akan menjadi istri di akhirat apabila istri tersebut berimān.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

جَنَّـٰتُ عَدۡنٍ۬ يَدۡخُلُونَہَا وَمَن صَلَحَ مِنۡ ءَابَآٮِٕہِمۡ وَأَزۡوَٲجِهِمۡ وَذُرِّيَّـٰتِہِمۡ‌ۖ

“Surga-surga yang mereka akan masuk ke dalamnya dan juga orang-orang yang shālih dari bapak-bapak mereka, istri-istri mereka dan keturunan-keturunan mereka”.

(QS Ar-Ra’ad: 23)

Para penduduk surga akan dilayani oleh anak-anak muda yang Allāh ciptakan di dalam surga, mereka akan sangat indah dipandang dan banyak seperti mutiara-mutiara yang bertebaran ⇛(Lihat QS Al-Wāqi’ah:17 dan QS Al-Insān:19)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print

Halaqah – 68 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 3

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 68 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 3

Halaqah – 68 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 3

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-68 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang “Al Jannah Dan Kenikmatannya Bagian Ketiga”

Di antara makanan penduduk surga adalah daging burung dan buah-buahan.

Mereka akan meminum arak di dalam surga yang tidak memabukkan dan tidak membuat pening kepala.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

يَطُوفُ عَلَيۡہِمۡ وِلۡدَٲنٌ۬ مُّخَلَّدُونَ (١٧) بِأَكۡوَابٍ۬ وَأَبَارِيقَ وَكَأۡسٍ۬ مِّن مَّعِينٍ۬ (١٨) لَّا يُصَدَّعُونَ عَنۡہَا وَلَا يُنزِفُونَ (١٩) وَفَـٰكِهَةٍ۬ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ (٢٠) وَلَحۡمِ طَيۡرٍ۬ مِّمَّا يَشۡتَہُونَ (٢١) وَ

“Mereka akan dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan seloki atau piala yang berisi arak yang diambil dari mata air yang mengalir. Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk. Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih. Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.

(QS Al-Wāqi’ah:17-21)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Di dalam surga ada burung yang lehernya seperti leher unta, Kemudian beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan,
Yang memakannya lebih baik dari padanya”

(Hadīts hasan riwayat Tirmidzi)

Makanan pertama penduduk surga adalah tambahan hati ikan paus (Hadīts riwayat Bukhāri ).

⇒Maksudnya adalah sepotong daging yang menggantung pada hati ikan paus dan dia adalah bagian yang paling lezat dari hati ikan paus.

Di dalam hadīts Tsauban Radhiyallāhu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imām Muslim, beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam ditanya oleh seorang ulamā Yahūdi, Apa yang mereka makan setelah itu?

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata:

“Akan disembelih bagi mereka sapi jantan dari surga yang akan dimakan oleh semua penduduk surga”

Ulamā Yahūdi tersebut berkata,
Apa yang mereka minum setelahnya?

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata:

“Mereka akan minum dari mata air di dalam surga yang dinamakan salsabil”

Para penduduk surga makan bukan karena lapar, dan minum bukan karena haus. Dan mereka tidak mengeluarkan kotoran.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya penduduk surga makan dan minum, dan tidak meludah, tidak buang air kecil, tidak buang air besar dan tidak membuang ingus.

Mereka bertanya, Lalu ke mana makanannya?

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:

“Menjadi sendawa dan keringat, seperti keringat minyak kasturi”

(Hadīts riwayat Muslim)

⇒Bejana-bejana mereka seperti piring, cangkir, gelas dan teko terbuat dari emas dan perak.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Dua surga terbuat dari perak, bejana-bejana keduanya dan apa-apa yang ada di dalam keduanya. Dan Dua surga terbuat dari emas, bejana-bejana keduanya dan apa-apa yang ada di dalam keduanya”

(Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim)

⇒Pakaian penduduk surga terbuat dari sutra, memakai perhiasan dari emas, perak dan mutiara.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:


يُحَلَّوۡنَ فِيهَا مِنۡ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ۬ وَلُؤۡلُؤً۬ا‌ۖ وَلِبَاسُهُمۡ فِيهَا حَرِيرٌ۬

“Mereka diberi perhiasan gelang dari emas dan perhiasan mutiara, dan pakaian mereka dari sutra”

(QS Al-Hajj : 23)

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

عَـٰلِيَہُمۡ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضۡرٌ۬ وَإِسۡتَبۡرَقٌ۬‌ۖ وَحُلُّوٓاْ أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٍ۬ وَسَقَٮٰهُمۡ رَبُّہُمۡ شَرَابً۬ا طَهُورًا

“Mereka akan memakai pakaian dalam dari sutra halus yang berwarna hijau dan memakai pakaian luar dari sutra tebal dan dihiasi dengan gelang dari perak dan Rabb mereka memberi minum kepada mereka dengan air yang sangat bersih.

(QS Al-Insān : 21)

Mereka akan bersandar di atas permadani yang dalamnya terbuat dari sutra tebal (Lihat Ar-Rahman:54)

Dan akan bersandar di atas sofa yang tersusun (Lihat At-Thur:20)

Para penduduk surga akan saling bertemu dan bertegur sapa.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَأَقۡبَلَ بَعۡضُہُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٍ۬ يَتَسَآءَلُونَ (٢٥) قَالُوٓاْ إِنَّا ڪُنَّا قَبۡلُ فِىٓ أَهۡلِنَا مُشۡفِقِينَ (٢٦) فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡنَا وَوَقَٮٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ (٢٧) إِنَّا ڪُنَّا مِن قَبۡلُ نَدۡعُوهُ‌ۖ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلۡبَرُّ ٱلرَّحِيمُ (٢٨)

“Dan mereka akan saling berhadapan dan saling bertanya. Mereka berkata,
Sesungguhnya kita dahulu di dunia sewaktu berada di tengah-tengah keluarga, kita merasa takut dengan adzab. Maka Allāh memberikan karunia kepada kita. Dan memelihara kita dari adzab neraka. Sesungguhnya kita dahulu menyembahnya sejak dahulu dan Dia-lah yang Maha Melimpahkan Kebaikan dan Maha Penyayang.

(QS At-Thur :25-28)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print

Halaqah – 67 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 2

Home > Halaqah Silsilah Ilmiyah > Beriman Kepada Hari Akhir > Halaqah – 67 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 2

Halaqah – 67 Al-Jannah dan Kenikmatannya Bagian 2

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-67 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang “Al Jannah Dan Kenikmatan nya Bagian Kedua”

Luas surga adalah seluas langit dan bumi.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٍ۬ مِّن رَّبِّڪُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَـٰوَٲتُ وَٱلۡأَرۡضُ

“Dan hendaklah kalian berlomba-lomba untuk mendapatkan ampunan dari Rabb kalian. Dan berlomba untuk mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.”

(QS Āli-‘Imrān : 133)

⇒Para penduduk surga akan mendapatkan rumah-rumah yang mewah.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

لَـٰكِنِ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّہُمۡ لَهُمۡ غُرَفٌ۬ مِّن فَوۡقِهَا غُرَفٌ۬ مَّبۡنِيَّةٌ۬ تَجۡرِى مِن تَحۡتِہَا ٱلۡأَنۡہَـٰرُ‌ۖ

“Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Allāh, bagi mereka kamar-kamar di dalam surga, yang di atasnya ada kamar-kamar yang dibangun”.

(QS Az-Zumar : 20)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah mengabarkan tentang bangunan dan tanah di surga.

Ketika beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam ditanya oleh para shahābat tentang bangunan surga, beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam) berkata:

“Batu bata dari perak dan batu bata dari emas, lumpurnya berbau wangi kasturi yang sangat harum. Kerikilnya mutiara dan batu mulia. Tanahnya elok seperti warna za’faran”.

(Hadīts Shahīh riwayat Tirmidzi)

Di dalam sebuah hadīts Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan, “bahwasanya orang yang shalāt 12 raka’at setiap hari, maka akan dibangunkan rumah di surga”. (Hadīts Riwayat Muslim)

⇒Maksud dari 12 raka’at adalah shalāt rawatib yang terdiri dari:

√ 4 raka’at sebelum Dhuhur,
√ 2 raka’at setelah Dhuhur,
√ 2 raka’at setelah Maghrib,
√ 2 raka’at setelah Isya’ dan
√ 2 raka’at sebelum Shubuh.

⇒Di dalam surga juga ada kemah.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Kemah didalam surga terbuat dari mutiara-mutiara yang berongga di dalamnya, tinggi kemah tersebut 30 mil ke atas”

(Hadīts riwayat Bukhāri)

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengabarkan dalam Surat Al-Baqarah : 25 dan juga ayat-ayat yang lain bahwasanya surga di bawahnya mengalir sungai-sungai.

Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengabarkan dalam ayat yang lain bahwa di dalam surga,

√ Ada sungai dari air yang tidak akan payau,
√ Ada sungai-sungai dari susu yang tidak akan berubah rasanya,
√ Ada sungai-sungai dari khamr yang lezat bagi orang-orang yang meminumnya.
√ Ada sungai-sungai dari madu yang tersaring lagi bersih (Lihat Surat Muhammad:15)

Dan di antara sungai-sungai yang ada adalah Al-Kautsar, sungai yang Allāh berikan untuk Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّآ أَعۡطَيۡنَـٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ

“Sungguh Aku telah memberimu wahai Muhammad, Al-Kautsar”

(QS Al-Kautsar : 1)

⇒Di dalam surga juga ada mata air-mata air yang mengalir.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِى جَنَّـٰتٍ۬ وَعُيُونٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam kebun-kebun dan mata air-mata air yang mengalir.”

(QS Adz-Dzariyat : 15)

⇒Dan di antara nama mata air surga adalah salsabil (Lihat Al-Insan : 18).

⇒Di dalam surga juga ada pohon-pohon.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menyebutkan di dalam sebuah hadīts:

“Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pohon yang apabila seorang pengendara berjalan menuruti bayangannya, yaitu bayangan pohon tersebut, niscaya 100 tahun dia tidak akan selesai”.

(Hadīts riwayat Bukhāri)

Dan di antara pohon surga adalah Sidratul Muntaha yang Allāh sebutkan dalam Surat An-Najm : 14.

Adapun bau wanginya maka Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah mengabarkan di dalam sebuah hadits yang shahīh yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Mājah.

وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ

“Sungguh bau wangi surga tercium dari jarak perjalanan 70 tahun.”

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

image_pdfimage_print